news okezone.com
Okezonenews » Home » Opini » Logo Baru, Harapan Baru?

getting time ...

OPINI

Logo Baru, Harapan Baru?

Kamis, 17 Januari 2008 07:53 wib

Di pengujung 2007,Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia mengumumkan keputusannya mengubah logo.Pada Senin, 14 Januari 2007,sebuah iklan besar di koran nasional mengawali perubahan logo bank dengan aset sekitar 27 triliun rupiah itu.

Perubahan logo Bank Mandiri adalah penghilangan kata "bank", sehinggahanya kata "Mandiri"yangditulis dengan huruf kecil,penggunaan warna dasar biru dan kuning, dengan dihiasi gelombang emas cair.Penggantian logo itu merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri memperbaiki kinerja untuk menuju predikat "Regional Champion Bank"di Asia.

Untuk melakukan penggantian logo, Bank Mandiri mengeluarkan dana sekitar 15 miliar rupiah. Pentingkah logo bagi perusahaan hingga perusahaan rela mengeluarkan dana begitu besar? Tentu saja penting.Ketika sedang mengendarai mobil,sekilas Anda melihat billboard dengan gambar seorang perempuan cantik sedang menghisap rokok. Di sudut kanan bawah billboard tersebut ada nama rokok atau nama perusahaan produsen rokok.Apa yang ditangkap oleh mata Anda?

Perempuan cantik atau rokoknya? Kemungkinan besar Anda lebih tertarik untuk melihat sosok si cantik dibandingkan nama rokoknya. Apalagi nama perusahaan produsen rokok.Anda bahkan tidak mau melihat serangkaian peringatan mengenai bahaya merokok! Gambar lebih menarik perhatian dibandingkan teks. Orang sering melupakan nama,namun ingat pada wajah.

Kita lupa nama perusahaannya,namun ingat betul pada image atau logo yang berasosiasi dengan perusahaan tersebut. Lihat saja logo perusahaan-perusahaan besar seperti Coca-Cola, Nike, McDonald,Mercedes atau Toyota yang merupakan simbol dari hampir segala sesuatu mengenai perusahaannya.

Berkualitas, terkemuka,besar,andal,kuat, mewah,inovatif,dan sebagainya.Persis seperti bendera nasional yang mewakili sebuahnegara.Selainsebagaisimbolhalhalyangpositif, logojugadapatmewakili citra negatif seperti diskriminasi,kejam, dingin, ketidaksempurnaan, kemarahan, atau kebencian. Kata "logo"aslinya adalah "logotype" yang berarti sebuah nama,simbol atau trademarkyang dirancang sedemikian rupa agar mudah dikenali.

Logo sebuah perusahaan merupakan bentuk terpendek namun cukup terinci untuk mengekspresikan kepribadian, citra, keinginan, dan strategi dari seseorang (misalnya pemilik) atau perusahaan secara keseluruhan.Karena itu,upaya untuk melakukan perubahan besar yang dilakukan oleh suatu perusahaan sering diawali dengan perubahan logo sebagai suatu fresh start.

Sebagai contoh,empat tahun lalu PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengganti logonya dari gambar beringin menjadi gambar sebentuk pohon berwarna merah dan biru yang lebih dinamis. Identitas baru ini diharapkan membawa perubahan baru yang membawa Jiwasraya menjadi perusahaan profesional.

Dengankatalain,Jiwasrayaingin menepis dugaan orang bahwa perusahaan milik negara ini terkait dengan kalangan politik tertentu karena kemiripan gambar.PT Bank International Indonesia Tbk menghapus citra keluarga Eka Tjipta Widjaja sebagaipemiliklama bank ini melalui penggunaan logo baru yang terdiri atas tulisan BII dalam huruf kecil semua dengan dua titik merah di kedua huruf ?~i'.

Huruf yang membentuk logo itu adalah huruf tulisan tangan yang mengesankan kepedulian dalam melayani.Logo ?~bii'jugamelambangkan keinginan manajemen untuk menjalin interaksi dan komunikasi dengan nasabahsertamenjalinkerjasamabisnisyang saling menguntungkan.

Perubahan logo tidak saja dilakukan oleh perusahaan. Seiring dengan peluncuran album terbaru pada akhir tahunlalu, kelompokmusikterkenal,Padi, juga mengenalkan logo baru mereka. Image yang berbentuk titik-titik saling berhubungan mencerminkan adanya saling sinergi satu sama lain didasari saling komunikasi untuk saling mengisi dalam damai.

Dalam situsnya,Padi mengakuperubahanlogoinihanya untuklebih fresh saja,menghindari"kultus"logo Padi yang pertama karena Padi membuat logo bukan untuk membuat "laskar". Sementara itu,akibat konflik internal yang terjadi di antara personelnya, kelompok musik Peterpan merencanakan untuk berganti nama dan logo pula.

Logo memang menanggung beban yangtidakringan.Sebagaisebuahpenyederhanaan dari simbol perusahaan atau produk, logo harus memiliki arti dan dapat diingat.Logo harus dapat menciptakanmemori, opini,ataurumor.Logoitu ibarat kita mengenakan pakaian.Bagaimana gaya berpakaian Anda? Serbaterbuka dan seronok atau tertutup dan konservatif? Apa warna yang kita pilih?

Merah ngejrengataubirukalem? Intinya,dengan pakaian kita ingin menampilkan siapa diri kita kepada publik.Karena itu, ketika mempergunakan logo kita mempergunakannya untuk publik dan bukan untuk pribadi. Ada banyak alasan mengapa perusahaan atau kelompok ingin berganti logo.

Pertama,manajemen ingin menunjukkan adanya perubahan signifikan pada budaya organisasi,orientasi pemasaran, dan arah perusahaan ke depan.Kedua, simbol yang digunakan sebagai logo menimbulkan kontroversi atau menimbulkan kesan adanya hubungan yang merugikan dengan pihak/kelompok tertentu. Ketiga,desain logo lama terkesan "tua"dan ketinggalan zaman.

Keempat, logo lama mengandung mak na atau filosofi yang kedaluwarsa.Kelima,adanya tuntutanhukumuntukmenggantilogo, misalnya karena adanya proses merger atau akuisisi atau pergantian pemilik. Keenam,terjadi penggabungan beberapamereksekaligusyangmembutuhkan satu logo yang solid,yang mewakilikekuatanmasing- masingmerek.Ketujuh, perusahaanmelakukanperubahan merek secara total.

Terakhir, logo lama terlalu kompleks sehingga menimbulkan kesulitan dalam aspek teknis produksinya. Apapun alasannya, selalu saja yang namanya "baru" menyimpan sebuah optimisme ke depan.Demikian pula dengan penggantian logo perusahaan,terasa ada semangat baru yang ingin dikedepankan.

Tidakhanya signboard,kopsurat, atau tanda-tanda perusahaan lain yang baru,visi perusahaan pun ikut diubah seiring pergantian tersebut. Namun, yang lebih penting logo merepresentasikan diri kita yang "baru" yang tentunya lebihbaik.Perusahaanataukelompokdapat menjadi lebih baik bila ia mengubah mindset dan perilakunya.

Sia-siasebuahbankmengeluarkandana besar untuk mengganti logo dengan simbol bercitra modern, dinamis, dan inovatif bila ternyata mesin anjungan tunai mandirinya yang biasa disingkat ATM sering tidak bisa mengeluarkan uang,sistemoperasinya tidakandal,dan pelayanan customer service-nya membuat kapok.

Memang belum ada suatu studi yang secara signifikan menunjukkan hubungan antara perubahan logo dengan menurunnya kinerja perusahaan. Yang sering terjadi, perusahaan mencanangkan transformasi besar-besaranmelaluiperubahanlogo, namuntransformasiitutidakpernahterjadi.

Pimpinan dan karyawan masih bekerja dengan mindset yang lama dan perilaku yang lawas juga.Perubahan logo adalah perubahan perilaku.Jangan sampai investasi besar dalam bentuk dana,waktu, pikiran, dan energiyangtelahdilakukan terbuang percuma.(*)

Dr. Ningky Munir
Senior Core Faculty PPM School of Management   


(Sindo Pagi//sjn)

RESENSI »

Antologi Kisah Hidup Orang Sukses
Antologi Kisah Hidup Orang Sukses

Buku bersampul kuning ini kelanjutan Top Words 1. Konsep penulisan Billy Boen tidak jauh berbeda, ia sekadar menggali inspirasi dari para orang sukses. Tujuannya untuk membakar semangat kaum muda bisa berprestasi juga.

SUARA KEBON SIRIH »

Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com
Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com

Macet, jalur alternatif, posko mudik dan semua informasi mengenai mudik yang dibutuhkan akan tersaji dengan fresh dari situs berita www.okezone.com.

CATATAN REDAKSI »

Bersih-Bersih ala Kepala Daerah
Bersih-Bersih ala Kepala Daerah

Langkah sejumlah kepala daerah untuk menertibkan aparat di lingkungan kerja mereka perlu untuk didukung.

ETALASE »

Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'
Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'

Ihwal Gampong Pande atau Kampung 'Seribu Nisan' bermula saat Sultan Johan Syah mendirikan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya di tepian Sungai Aceh atau Kuala Naga, pada 1 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205 Masehi.

OPINI »

Deny Humaedi Muhammad
Berkah Korupsi Birokrasi
Berkah Korupsi Birokrasi

Dunia publik baik di ranah entertainment  maupun parlement selalu menjadi pusat perhatian masyarakat.