news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Parkir Mobil Petaka

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Catatan Redaksi

Parkir Mobil Petaka

Ismoko Widjaja - Okezone
Selasa, 22 Januari 2008 14:48 wib
Sistem parkir bertingkat di Wolfsburg, Jerman (Foto: Ist)
Sistem parkir bertingkat di Wolfsburg, Jerman (Foto: Ist)

MOBIL yang dimiliki warga Jakarta semakin lama semakin meningkat. Permasalahan yang timbul akibat bertambahnya mobil di Ibu Kota juga mulai bermunculan. Permasalahan yang langsung terlihat dan dirasakan langsung yakni, kemacetan dan kesulitan lokasi parkir.

Dua masalah itu kerap ditemui warga Jakarta di berbagai pelosok yang tersebar. Kemacetan sudah jelas dirasakan hampir setiap detik oleh warga DKI. Meski demikian, beberapa solusi atas kemacetan pun sudah ditawarkan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kemacetan antara lain, penerapan jalur 3 in 1, penertiban bagi pengendara motor roda dua, hingga pengoperasian sarana transportasi massa, busway alias transjakarta.

Kini, masalah lain akibat membengkaknya jumlah kendaraan di Jakarta adalah lahan parkir. Pemakaian mobil yang semakin meningkat ternyata tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas area parkir. Lahan parkir bagi mobil sangat membutuhkan area yang sangat luas. Berbeda dengan parkiran motor, mobil lebih memakan space lebih banyak.

Solusi dari keterbatasan area parkir adalah salah satunya dengan cara pembangunan lahan parkir di gedung bertingkat. Area parkir yang berada di gedung-gedung bertingkat seolah-olah menjadi tren baru di gedung-gedung Jakarta. Area parkir di gedung bertingkat sangat terlihat jelas di bagian-bagian gedung perkantoran hingga pusat perbelanjaan.

Lahan parkir di gedung bertingkat juga dirasa masih kurang menampung jumlah mobil di Jakarta. Apalagi, pada saat jam-jam tertentu, jumlah kendaraan yang terparkir di gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan mulai terlihat menyesakkan. Pada jam sibuk kerja, area parkir di gedung pasti melonjak. Kalau di pusat perbelanjaan, lahan parkir akan penuh ketika liburan atau akhir pekan tiba.

Tetapi, lahan parkir di gedung-gedung bertingkat harus mendapatkan perhatian khusus. Fasilitas dan kelaikan struktur serta gaya arsitektur bangunan, sangat mempengaruhi keamanan dan keselamatan si empunya kendaraan. Belum lagi, ketinggian lahan parkir yang dinilai lebih beresiko. Bila faktor keamanan dan keselamatan diabaikan, maka lokasi lahan parkir akan berbuah petaka.

Pengguna kendaraan yang memarkirkan mobilnya di gedung-gedung bertingkat, harus lebih waspada bila dibanding pengguna kendaraan yang parkir di bawah atau tanah. Kecelakaan di lokasi lahan parkir gedung bertingkat di Jakarta, tercatat sudah tiga kali terjadi.

Pada Kamis, 17 Mei 2007, pukul 13.00 WIB, sebuah mobil Honda Jazz berwarna hitam terjun bebas dari Gedung Parkir lantai 6 ITC Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Honda Jazz bernomor polisi B 1792 EV terlihat dalam kondisi remuk dan terbalik di atas tanah.

Tiga orang penumpang yang juga satu keluarga, ayah-ibu dan anak, tewas seketika dalam Honda Jazz tersebut. Mereka yang tewas yakni pasangan Afandi Rusli alias Topan (32), Trisna Priyatna (29), dan anak mereka, Samuel (12). Keluarga yang bernasib nahas ini tinggal di Kemandoran RT 08/11 Gandaria Utara Kebayoran, Jakarta Selatan.

Kamis, 6 Desember 2007, sebuah mobil nyaris terjatuh dari lantai 5 areal parkir di lokasi yang sama, Mal ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan. Memang tidak ada korban jiwa atas insiden serupa kedua di lokasi yang sama ini. Tetapi, reruntuhan tembok parkiran mobil itu menimpa sebuah mobil lainnya yang berada di bawah. Mobil Nissan X-Trail bernopol B 263 KW mengalami penyok ke dalam pada bagian kaca depan sebelah kiri. Bemper depan bagian sebelah kiri mobil juga terlihat rusak. Belum lagi, sisa-sisa puing dan reruntuhan masih berada dii atap mobil Nissan X-Trail itu.

Satu lagi kejadian serupa di kota tetangga, Bogor, Jawa Barat. Minggu, 14 Januari 2007, pukul 21.15 WIB. Satu mobil boks Isuzu Panther bergambar Toko Buku Gunung Agung, terjun bebas juga dari parkirarn Mal Pangrango Bogor.

Mobil boks bernopol B 9991 FA itu diparkir di lantai tiga dan ditumpangi dua orang pengendara. Dua pengendara itu yakni, Imam Maulana (22) dan Asep Mulyana (21). Untungnya, dua penumpang mobil nahas itu tidak tewas dan hanya mengalami luka. Mobil boks itu terjatuh dari ketinggian 20 meter ke Jalan Malabar. Posisi mobil terjungkal, dengan posisi bagian depan mobil ke bawah dan bagian belakang berdiri tegak.

Hari ini, Selasa (22/1/2008), tragedi mobil terjun bebas kembali terjadi. Sebuah mobil Honda Accord bernopol B 8722 FW jatuh dari lantai 8 Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sekira pukul 10.30 WIB. Heriawan, sopir mobil nahas yang juga Warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan tewas seketika di lokasi kejadian.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar tegas-tegas menyatakan, kondisi fisik areah parkir di Menara Jamsostek sangat tidak laik untuk digunakan. Parkiran di gedung Menara Jamsostek diketahui ternyata tidak ditembok. Pembatas area parkir dengan area udara lepas itu, hanya dibatasi pagar plat besi setinggi hampir 1 meter.

Selain karena faktor human error, penyebab terkuat lain kecelakaan dari area parkir gedung bertingkat adalah fasilitas yang kurang laik. Ini artinya, sangat sulit di negara ini khususnya Jakarta untuk membuat satu area parkir yang membuat pengemudi nyaman dan tenang. Jika memang demikian, maka sistem sarana pendukung perparkiran yang sangat baik, efisien, dan aman di Ibu Kota sangat sulit untuk dibangun.

Kini, masyarakat tinggal menunggu langkah Pemerintah Provinsi DKI untuk menindak tegas dan bersikap keras terhadap pengelola gedung yang bandel dan korup ketika mendirikan fasilitas tersebut. Bila pemprov tak juga membangun area parkir yang laik, dan tidak bersikap tegas kepada para pengelola gedung, maka yang terjadi adalah tinggal menunggu waktu timbulnya kecelakaan serupa. Bila pemprov tak mampu membangun parkir mobil yang aman, kini tinggal warga menggunakan fasilitas "Parkir Mobil Petaka".
(ism)

RESENSI »

Ingin Sarjana Sebelum Buta
Ingin Sarjana Sebelum Buta

Dokter memvonis tiga bulan lagi sepasang mata mahasiswi itu akan buta total. Sekarang, satu matanya memang sudah tidak bisa digunakan untuk melihat.

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

Pemimpin Cengeng di Negeri "Surga" BBM
Pemimpin Cengeng di Negeri

DALAM dua pekan terakhir bangsa Indonesia dihadapkan dengan pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

ETALASE »

Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai
Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai

Gizi buruk dialami sejumlah anak dari pengungsi korban tsunami Mentawai. Minimnya asupan makanan bergizi serta lingkungan yang kotor turut berkontribusi membuat anak-anak tumbuh secara tidak normal.

OPINI »

Ayipudin
Merajut Kembali Kemerdekaan Kita
Merajut Kembali Kemerdekaan Kita

Hari kemerdekaan ibarat lahirnya sang fajar ketika awan gelap membungkus negeri ini dengan pesimisme.