Azis Syamsudin (foto: okezone.com)
MENJELANG perhelatan akbar di DKI Jakarta, nama Azis Syamsudin muncul sebagai salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta. Apa dan bagaimana tiba-tiba wakil ketua Komisi III DPR ini berniat menjadi DKI 1, sebutan untuk Gubernur DKI Jakarta.
“Saya ingin jadi pemain, bukan penonton,” kalimat pendek penuh makna ini dilontarkan pria kelahiran Jakarta 31 Juli 1970 ini.
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar berumur 41 tahun ini mengaku geram dengan penanganan permasalahan klasik yang terjadi di Jakarta. Kemacetan lalu lintas, infrastuktur, dan tata kota.
“Capek saya jadi penonton, kayak nonton bola. Ditendang ke sana-ke sini, karena itu saya ingin jadi pemain,” tegasnya.
Karena itulah Azis Syamsudin membulatkan tekadnya untuk memperebutkan tiket Partai Golkar bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Namun, dalam merebut tiket ini Azis tidak sendirian, ada anggota DPR Komisi I Tantowi Yahya dan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Prya Ramadhani.
Tantowi Yahya populer karena sebelum terjun menjadi politisi dia adalah pembawa acara ternama di televisi. Prya Ramadhani, semua orang tahu pria ini adalah besannya Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Bagaimana tantangan ini bagi Azis?
“Bagi saya tidak ada yang berat. Yang berat hanya Tuhan bagi saya. Enggak apa-apa, namanya juga bersaing, kalah dan menang itu sudah resiko. No heart feeling, tidak ada sakit hati. Kalau tidak dapat rekomendari partai, saya akan berjuang dengan partai dengan cara lain,” tukasnya.
Karenanya putra pasangan H Syamsudin Rahim dan Hj Choisiah Hayum ini pun punya strategi tersendiri dalam meraih tiket partai beringin tersebut, yaitu turun ke kantong-kantong rakyat untuk meraih dukungan. “Turun terus ke kantong rakyat, bikin fogging, ambulans gratis, bikin buku, bikin pertemuan dengan Habib, ulama, kaum muda, dan yang terpenting ada kekuatan Tuhan yang tidak bisa dibandingkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Azis menilai ada dua masalah besar di dalam pemerintahan DKI Jakarta, yaitu tranparansi dalam menjalankan tugas dan reformasi birokrasi. Kemacetan? “Itu sudah otomatis di dalamnya,” ujarnya.
Karenanya Azis berniat membereskan permasalahan DKI Jkarta, kesejahteraan masyarakat DKI, menciptakan budaya metropolitan, dan menjadi DKI sebagai kebanggaan bangsa dan negara.
Dalam kacamatan Azis, untuk memimpin DKI Jakarta tidak perlu seorang ahli tata kota.
“Yang dibutuhkan adalah orang yang mampu mengatur dan memimpin para ahli,” sergah Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini.
Pria yang mengambil kuliah di dua kampus berbeda dalam waktu bersamaan, Hukum di Trisaksi dan Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana di tahun 1990-1994 ini mengakui dirinya bukanlah ahli dalam penataan tata kota seperti Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, tapi dia pernah mengambil managemen di Unkris yang memastikannya mampu mengelola para ahli untuk mengatasi masalah Jakarta.
Putra Nusantara
Isu putra daerah kerap kali menjadi ancaman bagi calon bukan putra daerah seperti Azis Syamsudin. Karena dia bukanlah keturunan Betawi, yang notabene penduduk asli DKI Jakarta. Azis mengaku dirinya adalah putra nusantara.
“Saya ini kelahiran Jakarta, besar di Singkawang, ada di Balai Karimun (Riau), ada di Jember, Padang, saya ini anak Nusantara. Saya lahir dan besar di Jakarta. Kalau saya ditanya saya suku mana, saya suku nusantara,” katanya.
Dalam pandangan Azis, Jakarta adalah kota yang pluralis banyak suku yang tinggal di Jakarta, bukan hanya satu suku saja. Karena itulah dia mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
“Jakarta ini pluralism banyak suku, makanya saya mau maju. Buat saya, siapa yang yakin tentang calon, maka dia yang akan terpilih,” ujarnya optimis.
Pada pemilu sebelumnya, Azis mengetahui banyak pemilih yang bukan putra daerah yang merupakan pendukung potensial bagi dirinya. Karenanya dia percaya diri, meski bukan putra daerah, dia optimis tetap akan mampu meraih tiket untuk bertarung di pemilukada DKI Jakarta.
Nama : HM Azis Syamsudin SE, SH, MH.
TTL : Jakarta, 31 Juli 1970.
Agama : Islam
Istri : Hj Nurlita Zubaedah
Anak :1. Syafira Harum Syamsudin.
2. Karim Nugroho Syamsuddin
Orangtua : H. Syamsuddin Rahim & Hj. Chosiah Hayum.
(uky)
Online di Okezone">