news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Politik Devide et Impera

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Politik Devide et Impera

M Budi Santosa - Okezone
Selasa, 12 Juli 2011 10:52 wib

PECAH BELAH. Itulah kata-kata yang sejak kecil selalu kita dengarkan manakala kita membaca dan mendengarkan dongeng tentang kekejamana zaman penjajahan. Bukti politik kotor pemerintahan kolonial Belanda bisa kita rasakan sampai saat ini. Misalnya saja bagaimana kerajaan Mataram Islam harus terpecah menjadi empat kerajaan yakni Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Pakualaman Yogyakarta.

Namun ada hal yang menarik dari politik pecah belah alias devide et impera ini. Semuanya berujung pada satu titik bahwa ternyata perseteruan politik, paham, pandangan, dan orientasi membuat pihak-pihak yang berbeda mudah untuk ditungganggi dan dikompori oleh pihak ketiga. Ujung-ujungnya perbedaan yang sebelumnya hanya dalam tataran wacana berubah menjadi aksi nyata untuk saling sikut.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat harus mengeluarkan pernyataan khusus terkait dengan kisruh di partai berlogo bintang mercy ini. SBY mengaku prihatin dengan situasi perpolitikan nasional yang justru mengarah ke politik pecah belah atau politik adu domba atau politik devide et impera ini. Jelas yang dia maksud adalah banyaknya pesan singkat (SMS) maupun pesan lewat Blackberry (BBM) yang berseliweran mengatasnamakan petinggi partai dan isinya "saling sikut." SBY yakin, ada pihak di luar partai yang ikut berperan soal kisruh ini.

Jika mencermati kondisi ini memang kemudian kita akan terbawa pada pandangan bahwa makin "mengerikan" situasi politik nasional. Orang awam akan makin terbengong-bengong kok antarelite partai saja saling jegal dan saling sikut sedemikian transparannya. Inilah yang sebenarnya harus dikhawatirkan. Politisi negeri ini makin mengedepankan low politic dibandingkan high politic.

Persoalan di tubuh Partai Demokrat bisa saja ulah dari orang dalam, namun bisa saja orang luar tengah memancing ikan di air keruh. Di dunia politik, tidak ada yang tidak mungkin. Semua rival Partai Demokrat pasti akan memanfaatkan momentum untuk ikut "menghabisi". Mereka semua berkeinginan menjadi pemenang pada Pemilu 2014.

Nah, dari sinilah ujian soliditas partai. Partai besutan SBY harus mampu menunjukkan sebagai partai berkelas dengan tidak mudah ditungganggi pihak-pihak lain yang  menginginkan Partai Demokrat terpuruk. Antarelite harus bisa menjaga sikap dan perilakuknya agar suara yang keluar tetap satu.

Situasi yang terjadi di Partai Demokrat sekarang sebenarnya mirip dengan apa yang dialami Partai Golkar saat skandal korupsi Gayus Tambunan mengemuka ke publik. Saat itu Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie pun santer diberitakan bertemu Gayus di Bali untuk melempangkan jalan agar kasus pajak perusahaannya tidak diungkap ke publik. Saat itu Aburizal Bakrie dan Golkar benar-benar "dihabisin".

Rupanya tensi politik menjelang Pemilu 2014 sudah mulai meninggi di tahun ini. Tentu ini wajar karena semua politisi tengah berjuang eksis di tahun 2014.

Satu hal yang harus tetap dijunjung oleh para politisi ini adalah janganlah jalan menuju kekuasaan di 2014 dilakukan dengan cara-cara liar yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokratisasi jangan dicederai. Hak kehidupan yang layak untuk anak negeri ini jangan dikebiri. Hak untuk mengenyam pendidikan yang baik jangan dinistakan. Rakyat negeri ini mendambakan kesejahteraan. Jangan karena perebutan "tahta" di 2014, rakyat negeri ini dikorbankan. Dan jangan pula ajak rakyat negeri ini untuk menikmati politik devide et impera yang sudah pasti menyengsarakan banyak pihak.
(mbs)

RESENSI »

Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!
Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!

Ketika membaca, mendengar atau mengatakan kata Dajjal, yang pertama terpikirkan adalah apakah Dajjal sudah dekat?

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi
BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi

Baru-baru ini, anggota Tim Transisi Jokowi melontarkan pernyataan mengejutkan soal kenaikan harga BBM.

ETALASE »

"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

OPINI »

Media dan "Revolusi Mental"
Media dan

ADA satu istilah baru yang menarik dalam konstelasi politik belakangan ini, yakni Revolusi Mental.