news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Filosofi Catur dan Cinta dalam Segelas Kopi

getting time ...

RESENSI

Filosofi Catur dan Cinta dalam Segelas Kopi

Kamis, 01 Maret 2012 15:41 wib

Judul : Cinta di Dalam Gelas (Novel kedua dwilogi Padang Bulan)
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : Kedua, 2011
Tebal : xvi + 266 halaman

Para pecinta karya-karya Andrea Hirata yang telah khatam kisah dalam novel Padang Bulan, tentu masih ingat bagaimana kisah seru, lucu dan harunya para tokoh di dalamnya. Enong, yang dengan penuh cinta dan semangat berjuang menggantikan posisi ayahnya dengan mendulang timah. Sebuah pekerjaan yang hanya lazim dilakukan oleh kaum lelaki di Belitong. Namun, Enong jadi pencatat sejarah sebagai penambang perempuan pertama yang berjibaku mengais rejeki dari serpih-serpih timah, demi menyambung hidup keluarganya.

Dalam Cinta di Dalam Gelas, novel kedua dari dwilogi Padang Bulan, Andrea Hirata kembali mengisahkan kisah-kisah heroik para tokohnya. Enong, yang bernama asli Maryamah itu masih mendominasi kisah dalam novel kedua ini.
Maryamah benar-benar menjadi tokoh yang kuat dan sabar. Demikianlah deskripsi Andrea dalam novel ini.

Betapa tidak, Maryamah telah ikut membesarkan adik-adiknya dengan keringat yang diperasnya di ladang tempat mendulang timah. Hingga adik-adiknya semua berkeluarga dan diboyong oleh suaminya masing-masing. Tinggal Maryamah sendiri yang masih sendirian, belum juga menikah. Maryamah sangat memahami kesedihan Syalimah, ibunya. Ia harus segera menuntaskan kebahagiaan yang diharapkan ibunya dengan satu-satunya jalan; menikah.

Akhirnya Maryamah menerima lamaran Matarom. Meskipun akhirnya rumah tangganya harus kandas karena ia diperlakukan dengan tidak baik oleh suaminya tersebut. Maryamah akhirnya pasrah dan kembali kepada ibunya. Mencoba bertahan, menemani hari-hari tua ibunya yang semakin ringkih dan sakit-sakitan.

Novel ini, selain mengisahkan kisah getir Maryamah, juga menampilkan kisah-kisah jenaka yang kadang membuat pembacanya tersenyum dan tertawa sendiri. Seperti kisah Detektif M. Nur yang tak pernah lepas dari Jose Rizal, merpati kesayangannya. Atau tokoh-tokoh lain yang digambarkan Andrea dengan deskripsi dan dialog-dialog cerdas. Kadang satir, kritis, dan jenaka penuh tawa. Semua dikisahkan dengan apik khas Andrea Hirata.

Dalam novelnya kali ini, Andrea menuliskan secara detail gambaran sosial-budaya orang Melayu yang penuh dengan kejutan. Sebuah novel penuh riset yang tidak main-main. Misal, tentang kebiasaan orang Melayu bermain catur. Andrea dengan detail menjelaskan filosofi permainan catur, yang konon hanya bisa dimainkan oleh ‘orang-orang cerdas’ itu. Trik-trik bermain catur dengan penuh gamblang disajikan, hingga para pembaca yang selama ini awam catur akan mengangguk-anggukkan kepala. Bahwa permainan catur, bukanlah permainan sia-sia yang hanya buang waktu secara percuma di warung kopi.

Tentang filosofi kopi pun dalam novel ini berhasil Andrea gambarkan dengan penuh istimewa. Hingga bagaimana cara orang Melayu memegang gelas di warung-warung kopi. Di sinilah pembaca akhirnya berhasil menguak ‘tabir’ makna di balik judul novel Cinta di Dalam Gelas.

Seperti halnya dalam buku pertama, novel ini secara keseluruhan memotret kehidupan orang-orang Melayu yang penuh dengan impian dan harapan. Sebuah novel yang sangat layak diapresiasi. Bukan hanya karena novel ini karya pengarang yang ‘melegenda’ di jagat perbukuan nasional, bahkan internasional, lewat karyanya Laskar Pelangi. Tapi karya-karyanya memang penuh dengan motivasi dan inspirasi. [*]

Untung Wahyudi
Cerpenis dan esais, tinggal di Sumenep, Madura.


(//mbs)

RESENSI »

Kisah-Kisah Inspiratif Seputar Ramadan
Kisah-Kisah Inspiratif Seputar Ramadan

Ramadan sudah berlalu. Bulan penuh berkah dan ampunan itu adalah bulan di mana orang-orang Muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezoners Berpakaian Eksentrik
<i>Okezoners</i> Berpakaian Eksentrik

Tiga orang karyawan Okezone.com keluar sebagai pemenang lomba berpakaian unik dalam rangka merayakan Kemerdekaan RI ke-69.

CATATAN REDAKSI »

Merdeka Setengah Tiang
Merdeka Setengah Tiang

BANGSA Indonesia baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-69.

ETALASE »

Yadnya Kasada di Mata Wong Tengger
Yadnya Kasada di Mata <i>Wong</i> Tengger

Rela bolos sekolah serta rela menunda atau meninggalkan pekerjaan demi melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo. Lantas, apa itu Yadnya Kasada di mata orang Tengger?

OPINI »

Sahat Martin Philip Sinurat
Cita-Cita Kemerdekaan Kita
Cita-Cita Kemerdekaan Kita

Rakyat Indonesia selama beratus-ratus tahun telah merasakan getirnya ketidakadilan, kemiskinan, dan peperangan. Keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan adalah cita-cita yang hanya bisa hadir di mimpi sebagian besar rakyat Indonesia.