news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Historitas dan Solusi Politik Muslim

getting time ...

RESENSI

Historitas dan Solusi Politik Muslim

Senin, 12 Maret 2012 11:01 wib

Judul : Fiqh Politik; Doktrin, Sejarah, dan Pemikiran
Penulis : Drs. Yusdani, M.Ag.
Penerbit : Amara Books
Cetakan : 1, 2011
Tebal : viii + 347 halaman
ISBN : 978-602-8783-11-8

Fiqh politik sebagai disiplin ilmu studi keislaman dalam sejarahnya adalah suatu disiplin ilmu yang penuh dinamika. Dinamika itu ditandai oleh munculnya pelbagai perbedaan, pertentangan, dan aliran. Timbulnya berbagai perbedaan aliran ini merupakan suatu hal yang wajar karena Islam dalam bidang siyasah (fiqh politik muslim) tidak memberikan ketegasan yang bersifat “clear cut explanation”, terutama tentang sistem, format baku, dan model kenegaraan dan pemerintahan yang ideal bagi muslim. Demikian papar Drs. Yusdani, M.Ag., dosen tetap Fakultas Ilmu Agama Islam UII, dalam pengantar bukunya.

Masalah yang pertama kali muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad adalah masalah politik, bukan masalah teologis. Problem mengenai politik dalam Islam seperti dilukiskan Syahrastani (478-548 H) sebagai pertentangan yang paling besar, al-fitnah al-kubra (hal. 1). Persoalan konsepsi mengenai Negara dan pemerintahan (politik) menimbulkan diskusi yang panjang dan kontroversi di kalangan pemikir muslim serta memunculkan sejumlah perbedaan pandangan yang cukup tajam.

Buku yang baru terbit ini mengkaji dengan detail terkait masalah “khilafah” (kepemimpinan dalam Islam). Menurut Yusdani, Alquran tidak memberikan batasan yang jelas tentang bentuk Negara, konsepsi kekuasaan, kedaulatan, dan ide tentang konstitusi secara baku dan siap pakai.

Ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah khilafah merupakan ayat-ayat dhanni yang memungkinkan interpretasi (tafsiran) yang beragam. Oleh karenanya, konsep kenegaraan dalam Islam sejatinya adalah perkara teknis yang sepenuhnya menjadi hak manusia untuk memformulasikannya, asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam yang universal.

Buku ini terdiri dari VIII bab yang terdiri dari pendahuluan pada bab I. Selanjutnya adalah pengertian, dasar pembentukan, dan sumber pemikiran fiqh politik muslim. Bagian ini mengkaji terkait historitas fiqh politik muslim secara detail dan runtut. Bab III membahas tentang kedudukan, ruang lingkup, dan kerangka pendekatan studi fiqh politik muslim. Tidak kalah menarik bab IV yang menawarkan pemikiran segar tentang terma, paradigma, nalar dan aliran politik muslim.

Bab V mencoba memasukkan kata kunci etis sebagai sandaran moral untuk menjelaskan tentang, Islam, etika, dan tujuan pendirian Negara, dan teori kedaulatan. Selanjutnya, bab VI yang memaparkan tentang pemikiran dan praktik politik muslim dalam sejarah. Islam dan isu-isu politik kontemporer juga menjadi kajian penting dalam buku ini.

Dengan sandaran yang kuat dan argumentatif penulis berusaha menawarkan konsep pemikiran terkait HAM, fundamentalisme, kepemimpinan perempuan, penegakan syariat, pengafiran (takfir), dan budaya (culture). Dan yang terakhir adalah penutup sebagai “closing statement” penulis terkait poin-poin penting isi buku.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, buku ini dapat dijadukan rujukan yang “excellent” dalam studi politik muslim (siyasah). Terkait dengan pemerintahan, buku ini juga membahas tema “good governance” yang dapat dijadikan pedoman (solusi) dalam menjalankan pemerintahan dengan baik.
Sebagai sebuah karya ilmiah buku ini juga sangat menjaga tradisi ilmiah yang menjadi pedoman dalam penulisan. Namun selaiknya penulis tidak mengutip pendapat pakar dalam satu kajian secara beruntut. Semoga buku ini dapat bermanfaat!

Samsul Zakaria
Pemimpin Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa Pilar Demokrasi (LPM PD) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) DI Yogyakarta

(//mbs)

RESENSI »

Meneladani Pribadi Mulia Hoegeng
Meneladani Pribadi Mulia Hoegeng

Saat ngobrol-ngobrol santai dengan para wartawan, di Rumahnya, Ciganjur, Gus Dur melontarkan lelucon soal polisi.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Melanggar Hukum di Sekolah Asing
Melanggar Hukum di Sekolah Asing

SEKOLAH adalah wadah untuk mendidik anak-anak. Tujuannya, mengajarkan anak untuk menjadi individu yang mampu memajukan bangsa.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Amril Jambak
Mungkinkah Koalisi Tak Bagi-Bagi Kursi Menteri?
Mungkinkah Koalisi Tak Bagi-Bagi Kursi Menteri?

Akhir-akhir ini seluruh partai politik (Parpol) peserta pemilu legislatif (Pileg) sontak membahas pernyataan calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Tentu ada pro dan kontra.