news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Melacak Konspirasi Busuk Perbankan

getting time ...

RESENSI

Melacak Konspirasi Busuk Perbankan

Senin, 19 Maret 2012 10:22 wib

Judul Buku : Tidak Ada yang Tidak Bisa
Penulis : Dahlan Iskan
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit : Cetakan II, Februari 2012
Halaman : xvi + 263 halaman
ISBN : 978-602-00-1989-5

Penggelapan dana nasabah bank senilai Rp9,8 miliar dengan modus pengajuan kredit fiktif kembali terjadi. Kasus ini menimpa nasabah Bank BRI Pontianak, Kalimantan Barat. Beberapa waktu lalu, kasus Bank Century juga sempat mencuat ke ranah publik. Sejumlah nasabah dirugikan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Inilah sebagian kecil permasalahan yang melilit dunia perbankan kita hingga kini.
 
Praktik-praktik tidak sehat mungkin masih terjadi di sejumlah bank yang ada di Indonesia. Praktik bank dalam bank, deposito bodong, kredit fiktif, dan kejahatan perbankan lainnya kadang memaksa pemilik bank berhadapan dengan hukum. Kasus-kasus seperti itu sudah terjadi sejak tahun 60-an, ketika Karmaka Surjaudaja ikut andil mengurus Bank NISP milik mertuanya yang berada di ambang kebangkrutan. Karmaka dihadapkan pada berbagai persoalan. Namun, tak mudah memecahkan hal tersebut. Selain tidak memiliki ijazah sarjana, pada waktu itu ia masih berstatus sebagai Warga Negara Asing.

Ia menggunakan otaknya yang encer, pantang menyerah, punya rasa tanggung jawab yang tinggi. Berkat dorongan dari sang isteri, Karmaka mampu mengungkap penyelewengan demi penyelewengan yang terjadi di Bank NISP. Terjadi promosi yang merugikan perusahaan. Barang siapa yang mau membayar kontan ke rekening Bank NISP sebesar Rp1,8 juta untuk pembelian mobil second hand Impala, dalam waktu dekat nasabah tersebut bisa mendapatkan mobil Impala. Sekitar 3.000 nasabah tergiur dengan promosi ini.
 
Uang yang terkumpul dari nasabah digunakan untuk membeli karet. Mereka terjun ke perdagangan karet karena labanya sangat menggiurkan. Dengan demikian, mereka mendapat laba dari impor mobil Impala, sekaligus mendapat laba yang besar dari ekspor karet ke Malaysia dan Singapura.

Nasabah merasa kecewa setelah pihak manajemen menunda-nunda mobil Impala yang dijajikan. Adanya kecurangan ternyata diketahui pihak nasabah. Mereka marah dan memaki-maki pihak NISP. Sebagian nasabah mulai menarik dananya yang semula diinvestasikan pada bank tersebut.

Kasus Impala itu bukan satu-satunya penyelewengan yang terjadi. Beberapa pemimpin nakal itu ternyata juga mulai memiliki perusahaan lalu mengambil kredit di NISP dengan prosedur yang tidak benar. Kredit-kredit tersebut banyak yang gagal dan macet.

Andaikan Karmaka dengan mudah menduduki jabatan manajemen, mungkin dengan mudah pula ia bisa membongkar dan mengatasi permasalahan yang dihadapi bank tersebut. Namun, semangatnya yang luar biasa untuk memperbaiki sistem yang amburadul, mampu membangun kekuatan dengan nasabah dan memecat pihak manajemen yang telah melakukan penyelewengan.

Sosok Karmaka adalah contoh pemegang dan pelaksana amanah; amanah orang tua sebagai anak sulung dan amanah mertua menyelamatkan Bank NISP secara mati-matian. Karmaka juga contoh yang memiliki semangat berkorban untuk keluarganya, adik-adiknya, karyawan, dan perusahaannya. Inilah cermin pemimpin yang mampu menghadapi berbagai krisis.

Suhairi Rachmad, pecinta buku tinggal di  Sumenep, Madura.


(//mbs)

RESENSI »

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi
Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Setengah abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri?

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Melanggar Hukum di Sekolah Asing
Melanggar Hukum di Sekolah Asing

SEKOLAH adalah wadah untuk mendidik anak-anak. Tujuannya, mengajarkan anak untuk menjadi individu yang mampu memajukan bangsa.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ahmad Bhumi Nalaputra
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina

Tindakan unilateral Rusia dalam menduduki daerah Crimea yang merupakan bagian dari negara Ukraina, merupakan preseden buruk bagi kedaulatan negara dan penegakan hukum internasional.