news okezone.com
Okezonenews » Home » Opini » Perbaiki Transportasi Jakarta, Maka Anda yang Pantas Memimpin

getting time ...

OPINI

Maulana Ishak, S.Pi.

Perbaiki Transportasi Jakarta, Maka Anda yang Pantas Memimpin

Selasa, 27 Maret 2012 10:20 wib

Setiap warga yang bermukim di Jakarta baik permanen maupun periodik tentu merasakan betapa panasnya suhu Jakarta yang diakibatkan laju pencemaran udara yang membentuk efek rumah kaca. sumber utama pencemaran udara di daerah perkotaan menyumbang 70% emisi NOx, 52% emisi VOC dan 23% partikulat (Department of Environment & Conservation, 2005).

Data pelayanan STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunjukkan setiap harinya ada 1.500 penerbitan STNK motor baru. Apabila diasumsikan 1.500 motor baru menempuh jalan 50 km saja per hari, maka dapat diperkirakan kekuatan emisi (emission strength) yang menunjukkan volume emisi yang dikeluarkan per satuan waktu. Kekuatan emisi gas buang yang dihasilkan 1.500 sepeda motor yang dipakai setiap harinya berupa NOx sebesar 710,22 kg/detik; CH4 sebesar 355,11 kg/detik; NMVOC sebesar 8.519,648 kg/detik; CO sebesar 42.598,24kg/detik; N2O 3,99 kg/detik; CO2 259.136,54 kg/detik. Betapa besarnya pencemaran di Jakarta yang yang disebabkan oleh peningkatan pengguna kendaraan sepeda motor, walaupun dalam perhitungan belum memasukan penambahan pengguna mobil pribadi yang setiap harinya sebesar 300 mobil.

Secara nasional upaya reduksi emisi dari kendaraan bermotor telah diantisipasi pemerintah dengan keluarnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 141 tahun 2003, tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor yang sedang diproduksi, yang  menyatakan bahwa standar Euro2 akan diterapkan mulai Januari 2005 untuk kendaraan tipe baru dan Januari 2007 untuk kendaraan tipe produksi yang sudah beredar. Hal ini dilakukan untuk menekan emisi gas buang dari kendaraan bermotor dikarenakan pada konsentrasi yang berlebihan zat-zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia atau hewan, menyebabkan kerusakan tanaman, atau material, serta gangguan lainnya seperti berkurangnya jarak pandang, sedangkan bau konsentrasi zat pencemar di udara bebas dipengaruhi beberapa faktor seperti  volume bahan pencemar; karakteristik zat; iklim (terutama curah hujan, arah dan kecepatan angin) serta topografi (Manik, 2007). Namun usaha yang telah dibangun sejak tahun 2005 terancam kandas akibat carut marut pengelolaan, terlebih lagi setelah maraknya kejahatan dalam angkutan umum yang menimbulkan keengganan dari warga Jakarta untuk menggunakan angkutan umum, dan memilih kendaraan pribadi sebagai alternatif sarana transportasi.

Ketidaknyamanan penggunaan angkutan umum ditambah kasus kejahatan pemerkosaan dalam angkutan berimbas terhadap penurunan pengguna jasa angkutan umum, di mana pada tahun 2002, pengguna angkot mencapai 38,2 persen masyarakat Jakarta. Jumlah itu terus menurun menjadi 12,9 persen pada 2010. Bahkan Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan memprediksi pengguna angkutan umum di tahun 2012 akan terus menurun sampai pada angka 10 persen saja. Padahal salah satu upaya untuk menekan laju pencemaran udara dan penghematan BBM yang kini akan menghadapi kenaikan adalah dengan menghadirkan angkutan umum (angkutan masal) yang  nyaman, aman, dan murah bagi warga Jakarta. Sehingga kecenderungan menggunakan kendaraan pribadi berubah menjadi menggunakan angkutan umum. Apabila 1500 pengendara sepeda motor dikonversi ke dalam sebuah bus dengan muatan 50 orang/mobil, maka akan menenakan kekuatan emisi gas buang 60 kali lipat dengan kekuatan emisi NOx sebesar 11,837 kg/detik; CH4 sebesar 5,918 kg/detik; NMVOC sebesar 141,994 kg/detik; CO sebesar 709,971 kg/detik; N2O 0,007 kg/detik; CO2 4.318,942 kg/detik, disamping itu mengurangi penggunaan bensin sebesar 6 kali lipat, sehingga dapat menhemat pengeluaran subsidi bahan bakar bensin sebesar Rp 5.847.300/hari dan Rp 2.134.264.500/tahun. Apabila dana efisiensi ini dipergunakan untuk memberi beasiswa kepada siswa yang kurang mampu sebesar Rp 6.000.000/tahun maka dalam setahun pemerintah kota Jakarta mampu memberikan beasiswa kepada 355 siswa kurang mampu setiap tahunnya.

Dengan pembenahan transportasi masal secara serius dengan menghadirkan transportasi masal yang murah, aman dan nyaman tentu akan berpengaruh positif pada perbaikan kualitas udara yang sangat sering dikeluhkan warga Jakarta, dengan ungkapan paling fenomenal “Neraka Bocor”, ditambah lagi mampu memberikan efisiensi subsidi BBM yang sangat besar dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Wahai para Calon Gubernur, PERBAIKI TRANSPORTASI JAKARTA: MAKA ANDA YANG PANTAS MEMIMPIN. Masyarakat dapat menilai keberhasilan anda dalam memimpin dan menyelesaikan masalah transportasi di tahun 2012-2017, adapun indikator keberhasilan yang dapat digunakan adalah terjadinya peningkatan persentase masyarakat yang menggunakan angkutan umum dan menurunnya jumlah STNK kendaraan pribadi yang diterbitkan perharinya.

Maulana Ishak, S.Pi.
Staff Khusus Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS


(//mbs)

RESENSI »

Kejar Mimpi, Sukses Didapat
Kejar Mimpi, Sukses Didapat

"Lentera jiwa takkan pernah redup bila kita sendiri tak menghendakinya.  Meskipun sumbunya kecil, nyalanya bisa menerangi kegelapan, menunjukkan kebahagiaan ke berbagai penjuru kalau kita mau menyalakannya.” ~Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Otak Atik Koalisi Menuju RI 1
Otak Atik Koalisi Menuju RI 1

HASIL Pemilihan Legislatif masih dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum. Jika berkaca dengan hasil penghitungan cepat atau quick count, maka PDI Perjuangan menjadi pemenang, disusul oleh Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ferry Ferdiansyah
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan

Setelah sempat mengalami tarik ulur, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Maret 2014 lalu, menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2014, tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial.