news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Politik Fiskal Tak Memihak Rakyat

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Politik Fiskal Tak Memihak Rakyat

M Budi Santosa - Okezone
Kamis, 29 Maret 2012 10:15 wib

SAAT ini pemerintah sedang berusaha keras mendapatkan dukungan dari parlemen agar rencana kenaikan harga BBM yang digadang-gadang akan dilakukan pada 1 April bisa terlaksana. Pemerintah selalu menyatakan bahwa kenaikan BBM ini tidak bisa ditawar-tawar karena APBN akan jebol akibat tidak sanggup menahan subsidi BBM yang membengkak.

Perdebatan di kalangan ekonom dan pelaku industri karuan saja menyeruak. Angka-angka bertebaran untuk menguatkan argumentasi. Ekonom anti-kenaikan BBM menyebutkan bahwa pemerintah memanipulasi data subsidi. Semestinya pemerintah tidak perlu menaikkan karena masih ada margin dari hasil penjualan BBM ke masyarakat. Ada juga yang menyatakan tidak logis pemerintah menaikkan harga BBM di saat pemerintah tidak kreatif mencari sumber pendanaan APBN dan juga daya serap anggaran begitu rendahnya.

Satu lagi data yang cukup bagus disampaikan oleh Indef. Lembaga ini menyebutkan bahwa  postur anggaran dalam RAPBN-P 2012 yang sudah ditetapkan dinilai belum memihak kepentingan rakyat. Buktinya, belanja pegawai dan belanja modal tidak seimbang.

Data RAPBN-P 2012 menunjukkan, belanja pegawai disepakati Rp212,242 triliun, belanja barang Rp186,555 triliun, dan belanja modal Rp168,875 triliun. Hal ini artinya persentase belanja modal hanya 10,9 persen dari total belanja negara yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar Rp1.548.3 triliun.

Menurut Indef, bila ingin menggenjot pembangunan sekaligus meningkatkan pendapatan perkapita, pemerintah seharusnya memberi alokasi belanja modal lebih besar. Akan tetapi yang terjadi sekarang ini, belanja untuk membayar gaji pegawai jauh lebih besar.

Disinilah sebenarnya titik puncak dari berbagai tafsiran mengenai anggaran dalam RAPBN-P. Politik fiskal memang seyogianya dikembalikan ke khitah-nya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata untuk kepentingan birokrasi.

Bukan berarti langkah perbaikan dan reformasi birokrasi mesti dikesampingkan. Yang dibutuhkan hanyalah keseimbangan di dalam postur anggaran. Jika dua hal ini bisa dijalankan, maka politik fiskal akan semakin memberikan pencerahan untuk keberpihakan pada rakyat.
(mbs)

RESENSI »

Kejar Mimpi, Sukses Didapat
Kejar Mimpi, Sukses Didapat

"Lentera jiwa takkan pernah redup bila kita sendiri tak menghendakinya.  Meskipun sumbunya kecil, nyalanya bisa menerangi kegelapan, menunjukkan kebahagiaan ke berbagai penjuru kalau kita mau menyalakannya.” ~Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Otak Atik Koalisi Menuju RI 1
Otak Atik Koalisi Menuju RI 1

HASIL Pemilihan Legislatif masih dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum. Jika berkaca dengan hasil penghitungan cepat atau quick count, maka PDI Perjuangan menjadi pemenang, disusul oleh Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ferry Ferdiansyah
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan

Setelah sempat mengalami tarik ulur, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Maret 2014 lalu, menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2014, tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial.