news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Tokoh Teknologi Pangan Indonesia

getting time ...

RESENSI

Tokoh Teknologi Pangan Indonesia

Jum'at, 30 Maret 2012 10:00 wib

Judul Buku: FG Winarno: Bapak Teknologi Pangan Indonesia
Penulis : J.B Soedarmanta
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-7796-8
Terbit : Desember 2011
Tebal : 216 halaman
Harga : Rp73.000

Saat membaca judul sampul buku, FG Winarno: Bapak Teknologi Pangan Indonesia, saya langsung bisa menebak bahwa buku ini adalah sebuah buku biografi. Lebih tepatnya biografi tentang Prof Dr Florentinus Gregorius Winarno, seorang ahli ilmu dan teknologi pangan yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor, dan beliau juga menjabat sebagai  Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta periode 2007-2011, berakhir di Desember 2011.

Jujur saya katakan ketika membaca buku ini pikiran saya melayang, seakan-akan seluruh seluk beluk kehidupan FG Winarno ini tergambar secara nyata di alam bawah sadar. Entah kerasukan setan dari mana, setelah membaca buku ini semangat saya untuk belajar bertambah dan saya mulai mengerjakan segala sesuatu itu dengan optimistis.

Mungkin orang akan berkata, itu karena buku ini bercerita tentang seorang tokoh terkenal yang dalam banyak hal telah memperoleh prestasi dalam hidupnya. Memang pernyataan itu benar, tapi bagi saya yang menjadikan buku ini sangat menarik adalah cara penulisan biografi yang digunakan oleh penulisnya yaitu saudara J.B. Soedarmanta sangat sistematik dan memakau. Karena se-terkenal apapun tokohnya, FG Winarno,  jika ditulis oleh orang yang tak berkompeten dalam penulisan biografi tentu saja hasilnya tidak akan menarik untuk dibaca.

Menurut pengamatan saya ada empat pasal yang digunakan oleh J.B Soedarmanta dalam menulis biografi ini. Pertama, adanya pengungkapan kepribadian tokoh FG Winarno, yang mana tokoh FG Winarno digambarkan sebagai sosok yang sangat optimistis dan bersemangat, yang dari sejak kecilnya  tokoh FG Winarno sudah bercita-cita menjadi orang besar. Kedua, adanya penggambaran latar sosial atau latar kultural di mana sang tokoh FG Winarno hidup.

Ketiga, sensibilitas. Yang dimaksud dengan sensibilitas adalah kekuatan emosional pada sebuah kurun sejarah. Misalnya ketika kita menulis tokoh-tokoh pergerakan nasional, sensibilitasnya adalah nasionalisme dan kolonialisme. Dalam buku ini sensibilitas yang digunakan penulis adalah  nasionalisme dan optimisme.

Dan pasal keempat, adanya pengungkapan penulis pada titik-titik kisar atau poin-poin dimana sang tokoh, FG Winarno, berubah. Digambarkan oleh penulis bahwa tokoh FG Winarno berubah pada saat dimana dia beralih dari profesi sebagai seorang dokter hewan kemudian menekuni bidang pangan. Itulah titik kisar dalam hidup FG Winarno. Titik kisar itu penting dicantumkan untuk jadi penanda kenapa sang tokoh bisa berubah.

Empat pasal itulah menurut saya yang menjadi poin dasar penulis, J.B Soedarmanta, dalam menulis buku biografi, FG Winarno: Bapak Teknologi Pangan Indonesia, sehingga kemudian menghasilkan sebuah karya yang sangat menarik ini.  Tidak ada yang bisa saya katakan untuk mangajak kawan-kawan membaca buku ini selain bahwa dengan membaca buku ini alur-alur kehidupan sang tokoh FG Winarno akan menginspirasi alur dan sikap kita dalam memandangi kehidupan.

Taufik Wiraatmadja, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk., Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., Alumni Fatemeta IPB Angkatan 14, berkomentar tentang buku ini, Long lasting impression” adalah ungkapan yang dapat saya ucapkan tentang Prof. F. G. Winarno. Tidak hanya impresi awal tentang kepiawaian Pak Win dan filosofi beliau tentang bagaimana meraih sukses yang besar dengan memiliki mimpi yang besar, tetapi juga impresi yang berlanjut sampai saat ini, di mana perjalanan hidup mempertemukan Pak Win dan saya dalam ruang lingkup pekerjaan sekarang ini.    

Saya percaya buku ini akan membuat banyak orang mengenal Pak Win lebih mendalam dan akan terinspirasi untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Setelah 33 tahun, ajaran, disiplin, humor, wisdom, dan dukungan Pak Win akan selalu melekat di hati saya. Saya percaya Pak Win masih memiliki mimpi-mimpi dan “grand design lanjutan” dalam perjalanan hidup beliau lebih lanjut."        

Peresensi: Teuku Saifullah, mahasiswa fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang


(//mbs)

RESENSI »

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi
Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Setengah abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri?

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Melanggar Hukum di Sekolah Asing
Melanggar Hukum di Sekolah Asing

SEKOLAH adalah wadah untuk mendidik anak-anak. Tujuannya, mengajarkan anak untuk menjadi individu yang mampu memajukan bangsa.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ahmad Bhumi Nalaputra
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina

Tindakan unilateral Rusia dalam menduduki daerah Crimea yang merupakan bagian dari negara Ukraina, merupakan preseden buruk bagi kedaulatan negara dan penegakan hukum internasional.