news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » BBM Naik, Hanya Ada Satu Kata "Lawan"

getting time ...

CATATAN REDAKSI

BBM Naik, Hanya Ada Satu Kata "Lawan"

Syukri Rahmatullah - Okezone
Jum'at, 30 Maret 2012 13:19 wib

Begitu teriakan yang seringkali terdengar dari orator mahasiswa dan buruh yang belakangan ini meramaikan jalanan.

24 jam belakangan ini aksi mahasiswa semakin massif dan radikal. Di sejumlah kota, mahasiswa “menggempur” barikade polisi yang menghalangi mereka saat melakukan demontrasi. Seperti di Makassar, Palu, dan juga Jakarta.

Akibatnya korban pun berjatuhan baik dari mahasiswa dan aparat kepolisian, baik karena lemparan batu hingga korban terjangan peluru karet seperti yang dialami Agung, mahasiswa YAI dan Kapolsek Senen yang ditendang mahasiswa.

Ada beberapa dugaan pemicu kenapa kekerasan itu bisa terjadi. Pertama adalah kebijakan pemerintah menaikkan BBM. Kedua, pengerahan pasukan TNI dalam mengamankan demontrasi. Hal ini mengingatkan kembali dengan pengamanan demontrasi 1998 lalu. Ketiga, sikap represif aparat keamanan di lapangan yang memancing mahasiswa dan buruh melakukan tindakan anarkistis. Keempat, sikap keras kepala dan ketidaksabaran mahasiswa di lapangan.

Mungkin sikap keras kepala mahasiswa tersebut memiliki alasan. Mereka belajar dari pengalaman sebelumnya, aksi yang biasa saja tidak akan didengar pemerintah. Terhitung pemerintah SBY sudah tiga kali menaikkan harga BBM dan aksi-aksi mahasiswa saat itu sama sekali tidak digubris pemerintah.

Dahulu sebelum Presiden SBY menjabat, harga BBM Rp1.810. Setelah tiga kali dinaikkan dan dua kali diturunkan menjelang Pemilu 2009, harga BBM kini Rp4.500. Pemerintah merencanakan BBM akan naik lagi menjadi Rp6.000.

Sayangnya pola aparat kepolisian dalam menjaga demonstrasi tetap tidak berubah. Seringkali terdengar pernyataan pejabat polisi yang mengatakan “siap mengawal” aksi demonstrasi mahasiswa, tapi yang terjadi bukan mengawal tapi membarikade. Sebab itulah, bentrokan terjadi di dekat Stasiun Gambir beberapa waktu lalu.

Sejatinya, mengawal adalah berada di samping bukan berada di depan barisan mahasiswa. Pola penanganan demonstrasi seperti ini tak ubahnya pola penanganan demonstrasi 1998, yang sangat berpotensi besar dalam terjadinya bentrokan yang semestinya dapat dihindari.

PKS jadi kuda hitam


Sikap keras kepala mahasiswa tampaknya berhasil memengaruhi sikap partai di DPR. Partai Golkar yang tergabung dalam Setgab Partai Koalisi pendukung mengubah haluan dan ikut menolak kenaikan BBM. Peta partai menolak kenaikan BBM menjadi PDIP (94 kursi), Gerindra (26 kursi), dan Hanura (17 kursi). Jika Golkar (106 kursi) ikut bergabung, maka yang menolak kenaikan BBM menjadi 243 kursi.

Sedangkan pendukung kenaikan BBM adalah Partai Demokrat (148 kursi), PAN (46 kursi), PPP (38 kursi) dan PKB (28 kursi), total suara 260 suara.

PKS yang memiliki 55 kursi di DPR, belum menentukan sikap apakah menolak atau mendukung kenaikan harga BBM. Sikap PKS sangat menentukan arah kebijakan kenaikan BBM, jika PKS mendukung maka secara otomatis upaya pemerintah menaikkan BBM akan lancar, begitu juga ketika PKS bersikap abstain atau menciptakan opsi pilihan ketiga. Namun, jika PKS ikut menolak maka rencana pemerintah menaikkan BBM akan kandas.

Paripurna saat ini tengah berjalan. Tinggal tunggu, apakah PKS akan tergerak dengan demonstrasi di luar gedung parleman atau tetap berada dalam barisan pendukung pemerintah dalam menaikkan BBM?
(uky)

RESENSI »

Antologi Kisah Hidup Orang Sukses
Antologi Kisah Hidup Orang Sukses

Buku bersampul kuning ini kelanjutan Top Words 1. Konsep penulisan Billy Boen tidak jauh berbeda, ia sekadar menggali inspirasi dari para orang sukses. Tujuannya untuk membakar semangat kaum muda bisa berprestasi juga.

SUARA KEBON SIRIH »

Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com
Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com

Macet, jalur alternatif, posko mudik dan semua informasi mengenai mudik yang dibutuhkan akan tersaji dengan fresh dari situs berita www.okezone.com.

CATATAN REDAKSI »

Bersih-Bersih ala Kepala Daerah
Bersih-Bersih ala Kepala Daerah

Langkah sejumlah kepala daerah untuk menertibkan aparat di lingkungan kerja mereka perlu untuk didukung.

ETALASE »

Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'
Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'

Ihwal Gampong Pande atau Kampung 'Seribu Nisan' bermula saat Sultan Johan Syah mendirikan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya di tepian Sungai Aceh atau Kuala Naga, pada 1 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205 Masehi.

OPINI »

Deny Humaedi Muhammad
Berkah Korupsi Birokrasi
Berkah Korupsi Birokrasi

Dunia publik baik di ranah entertainment  maupun parlement selalu menjadi pusat perhatian masyarakat.