news okezone.com
Okezonenews » Home » next on » Setelah Riedl Datang, Apalagi?

getting time ...

NEXT ON

Setelah Riedl Datang, Apalagi?

Windi Wicaksono - Okezone
Rabu, 11 April 2012 11:36 wib
Alfred Riedl (Foto: Heru Okezone)
Alfred Riedl (Foto: Heru Okezone)

Alfred Riedl datang lagi ke Indonesia, dia akan kembali melatih Timnas Indonesia, tentu saja bukan Timnas yang sah dan diakui FIFA, tapi Timnas yang dibentuk oleh PSSI versi La Nyalla Matalitti, karena PSSI sudah hampir pasti ditangani Nil Maizar.
 
Dengan dalih, “meski Riedl tak berhasil membawa Indonesia juara Piala AFF 2010, tapi berhasil mengembalikan gairah sepakbola Indonesia”, seolah jadi pembenaran bahwa bule asal Austria ini pantas kembali menangani Tim Merah Putih. Padahal, bila seorang pelatih bisa dianggap hebat, hasil nyatanya adalah mutlak menjadi juara, tak ada pengecualian. Toh, prestasi sebagai runner-up bukan barang baru bagi Garuda.
 
Banyak yang menilai, sosok Riedl dikedepankan oleh kubu La Nyalla untuk mengambil simpati masyarakat. Bahkan bule asal Austria ini sesumbar, tak akan ada diskriminasi dalam pemanggilan pemain, termasuk dari break away league, saat dirinya nanti kembali menjabat pelatih Timnas. Pernyataan yang seperti menjilat ludah sendiri, mengingat ketika dia melatih Timnas di bawah rezim Nurdin Halid, Riedl menolak memanggil pemain dari kompetisi LPI, yang kala itu menjadi break away league.
 
Tapi, tentu saja kita tak perlu mempertanyakan inkonsistensi Riedl, mengingat dia adalah korban dari konflik PSSI. Riedl memang diberhentikan sepihak tak lama setelah Djohar Arifin Husin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Riedl juga sempat menyebut, dia masih menuntut haknya yang diklaimnya belum sepenuhnya dibayar oleh PSSI.
 
Lalu, bila PSSI versi La Nyalla yang banyak disebut berada di bawah bayang-bayang Nirwan Bakrie, telah mulai bergerilya dalam membentuk Timnasnya sendiri, sikap PSSI langsung bisa ditebak, induk organisasi sepakbol tanah air ini mengabaikan kembalinya Riedl ke Indonesia. Koordinator Timnas Bob Hippy mengganggap kedatangan Riedl tak lebih seperti warga negara asing yang tengah jalan-jalan ke Indonesia.
 
Seperti tak mau kalah, PSSI juga mengangkat pelatih Semen Padang Nil Maizar menjadi pelatih Timnas senior Indonesia. Meski Nil mengaku harus izin terlebih dahulu dengan direksi Kerbau Sirah, julukan Semen Padang, tapi pengangkatan Nil tinggal menunggu waktu.
 
Menarik bagaimana sikap Nil nantinya menghadapi dilema, pemilihan pemain-pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL), kendati Bob Hippy dan Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong sudah mengisyaratkan PSSI siap memanggil pemain ISL dengan dasar, bila adanya persetujuan FIFA dan AFC, serta pengakuan legal ISL saat Kongres PSSI di Palangkaraya 18 Maret lalu.
 
Sikap yang sesungguhnya bisa dibilang cukup terlambat dari PSSI pimpinan Djohar Arifin yang sering disebut didukung pengusaha Arifin Panigoro. Tapi tentu saja lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Turnamen di Palestina pada 13 Mei sampai 24 Mei 2012 menjadi tes kesungguhan PSSI dalam memanggil para pemain ISL. Tentu saja harus ada niat tulus dari klub-klub ISL untuk mengikhlaskan pemainnya membela Timnas, jangan sampai ketika pemain sudah bisa membela Merah Putih, tapi ada larangan dari klub. Lagi-lagi itu juga menjadi persoalan. Sejumlah klub ISL sudah menarik garis penolakan dan akan setia kepada PSSI kubu La Nyalla Matalitti yang menaungi kompetisi ISL.
 
Dan sekali lagi, pemain lah yang menjadi korban dalam konflik berkepanjangan di dalam tubuh persepakbolaan Indonesia. Dibutuhkan, kerendahan hati dua sosok sentral kedua kubu, Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro untuk menjalin rekonsiliasi demi masa depan Timnas dan para pemain yang berada di dalamnya.
 
Tentu kita tak ingin melihat ada dua Timnas yang datang ketika Indonesia bermain di laga internasional, seperti yang terjadi pada Arema Malang. Tentu kita juga tak ingin melihat Indonesia terkena sanksi larangan bermain di kancah internasional dari FIFA, akibat keegoisan para pengurus olahraga bola sepak ini, yang seharusnya bertanggung jawab memajukan persepakbolaan, bukan menghancurkannya.
 

(win)

RESENSI »

Novel Anak Tentang Persahabatan dan Kepedulian Sosial
 Novel Anak Tentang Persahabatan dan Kepedulian Sosial

Dunia anak adalah dunia masa kecil yang unik dan penuh dengan warna. Dunia di mana mereka tengah mereguk indahnya masa kecil yang polos dan menyenangkan bersama keluarga, juga teman-teman sebaya.

CATATAN REDAKSI »

Mendorong Bank Nasional Jadi Raja
Mendorong Bank Nasional Jadi Raja

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor industri yang sudah dibuka lebar oleh pemerintah Indonesia, agar asing masuk.

ETALASE »

Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung
Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung

Tradisi sebambangan, membawa kabur gadis yang akan dinikahi ke tokoh adat, sudah memudar seiring perkembangan zaman.

OPINI »

Fathur Anas
Menimbang Energi Alternatif
Menimbang Energi Alternatif

Dunia kini sedang dilanda kebingungan akan krisis energi yang makin memperihatinkan. Di mana ketersediaan cadangan berbagai jenis energi mulai menipis, khususnya energi yang berbahan bakar minyak (BBM).