news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Kalau Masih Bentrok, Gabung Saja TNI/Polri

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Kalau Masih Bentrok, Gabung Saja TNI/Polri

Ahmad Dani - Okezone
Selasa, 24 April 2012 15:52 wib

Bentrokan antara aparat TNI dengan Kepolisian di Gorontalo mencoreng citra baik institusi pelindung masyarakat. Bukannya memberikan rasa aman, mereka justru saling bentrok satu sama lain.  
Hal itu membuktikan masih kurang sehatnya aparat kemanan di negara ini. Polisi yang ditugasi sebagai keamanan sipil dan TNI yang ditugaskan sebagai pelindung negara, justru melakukan tindakan yang kontradiktif. Tindakan yang berlawanan dengan tugas dan fungsinya sebagai pengaman negara.
 
Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan, pascareformasi, peran TNI telah jauh berkurang sehingga muncul kesan Polri sebagai penguasa bidang keamanan di dalam negeri. Sementara TNI hanya difokuskan kepada sektor pertahanan.
 
Menurut Bambang, ada kecemburuan dan ketersinggungan TNI terhadap Polri, yang tak bisa dipungkiri juga kerap menjadi beking usaha-usaha tertentu.
 
Sementara itu, pengamat dari President University Anak Agung Banyu Perwita menyoroti porsi anggaran terhadap kedua institusi yang dinilainya terlalu njomplang.
 
Berdasarkan catatan Okezone, anggaran TNI untuk tahun 2012 sebesar Rp72,5 triliun termasuk remunerasi untuk Kementerian Pertahanan. Selain itu, masih ada juga alat utama sistem persenjataan sebesar USD6,6 miliar. Sementara anggaran Polri mencapai Rp39,78 triliun.
 
Bayangkan saja TNI hanya mendapatkan anggaran Rp63 triliun dan itu harus dibagi empat, yaitu Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kementrian Pertahanan. Sedangkan Polri mendapatkan sekira Rp30 triliun dan hanya dipakai sendiri. Jelas ini tidak adil.
 
Namun demikian semua anggapan itu dibantah polisi. Bagi institusi Bhayangkara itu, kecemburuan itu tidak masuk akal.  "Ah itu terlalu berlebihan, penyebabnya apa sedang diselidiki dan ada pemeriksaan tim independen," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/4/2012).
 
Tentu selain faktor kecemburuan, ada lagi hal lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Mulai dari gengsi kesatuan hingga soal kesejahteraan yang belum tuntas sejak ABRI dipisah menjadi TNI/Polri. Tapi, apapun faktor yang melatarbelakangi bentrok TNI/Polri, semua itu pasti bersumber dari satu persoalan yang mungkin harus segera diselesaikan pada tataran elite dua kesatuan tersebut. Kalau masih bentrok juga, sebaiknya digabungkan saja lagi seperti dulu.

(ahm)

RESENSI »

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi
Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Setengah abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri?

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Korupsi Lagi dari Lembaga Bernama Pajak
 Korupsi Lagi dari Lembaga Bernama Pajak

Sudah terjadi berulangkali korupsi yang terjadi di lembaga yang bernama pajak. Patgulipat atau kerjasama di bawah tangan sering dilakukan agar lolos dari kewajiban membayar pajak negara.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

L Tantri Kristiani Rahmatianing
Menyambut Perubahan di Bumi Papua
Menyambut Perubahan di Bumi Papua

Demokrasi adalah keadaan negara di mana kedaulatan atau kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Istilah demokrasi sendiri berasal dari kata Latin, yaitu Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang berarti pemerintahan, sehingga sering juga diasosiasikan sebagai pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.