news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Jerat Ketidakpastian Kenaikan Harga BBM

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Jerat Ketidakpastian Kenaikan Harga BBM

M Budi Santosa - Okezone
Senin, 07 Mei 2012 11:47 wib

KEBIJAKAN pemerintah menyangkut kenaikan harga BBM, yang tidak kunjung pasti, rupanya menjadi catatan tersendiri bagi lembaga pemeringkat. Sebut saja S&P yang hingga kini belum juga menaikkan rating Indonesia ke investment grade. S&P menilai, ketidakjelasan kenaikan harga BBM, membuat struktur anggaran di APBN makin kedodoran dan tidak menentu arahnya.

Catatan dari S&P ini selayaknya menjadi perhatian. Mengingat tidak hanya masalah rating yang terimbas plin-plan nya kebijakan soal BBM ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun ditengarai akan melambat. Rupanya proses politik anggaran di legislatif yang terlihat kasat mata mempertontonkan tarik-menarik "kepentingan politik" berimbas sangat tidak bagus bagi perekonomian nasional. Bahkan jika tidak waspada, rating investment grade yang diberikan Fitch Ratings dan Moody's Investor Service bakalan diturunkan juga.

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan dari pemerintah yang poco-poco terkait respons keputusan paripurna DPR ini. Awalnya pada Mei 2012 ini pemerintah akan mulai melakukan pembatasan BBM. Cara yang akan dipakai adalah dengan membatasi BBM subsidi. Mobil yang memiliki CC di atas 1.500 tidak diperkenankan menggunakan premium, melainkan pertamax. Namun kebijakan ini pun hingga kini belum diterapkan. Menko Perekonomian Hatta Rajasa berujar bahwa pemerintah belum menetapkan pada Mei kebijakan ini akan diterapkan. Pemerintah masih mengkaji opsi lain dan melihat waktu yang paling pas menerapkannya.

Dampak lain yang sebenarnya sudah dirasakan masyarakat, meski kenaikan harga BBM belum diberlakukan, adalah kenaikan bahan kebutuhan pokok, meski diyakini tidak terlalu signifikan. Bank Indonesia pernah melansir, jika dilakukan pembatasan BBM, dampak inflasi tidak terlalu besar dan hanya menyumbang tambahan dampak inflasi 0, 3 persen. Sementara, jika ada kenaikan BBM Rp1.500 per liter maka tambahan dampak ke  inflasi 2,2 persen dengan catatan ada kompensasi untuk transportasi Rp5 triliun.

Kenaikan harga BBM belum jelas. Dampak ikutannya sudah jelas. Pemerintah pun seperti ragu-ragu mengambil keputusan. Ujung-ujungnya yang terjadi adalah ketidakpastian. Padahal semestinya pemerintah segera mengambil kebijakan yang tegas dan jelas terkait solusi anggaran ini. Jangan sampai kemudian pemerintah tersandera oleh politik anggaran di parlemen. Bahkan jika ingin ekstrem, langsung saja diputuskan tidak ada kenaikan BBM, namun pemerintah harus mencari alternatif kebijakan yang bisa mengatasi aspek membengkaknya subsidi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kepastian itu.

Lagi-lagi semuanya terpulang ke pemerintah. Selayaknya langkah cepat dan jelas perlu diambil. Hal itu menjadi kunci agar ekonomi nasional terus tumbuh tidak hanya 6,3 persen seperti yang diprediksi banyak pihak dan lansiran BPS hari ini.
(mbs)

RESENSI »

Kisah-Kisah Inspiratif Seputar Ramadan
Kisah-Kisah Inspiratif Seputar Ramadan

Ramadan sudah berlalu. Bulan penuh berkah dan ampunan itu adalah bulan di mana orang-orang Muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh.

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

Belajar dari Karen Agustiawan
Belajar dari Karen Agustiawan

SOSOK Karen Agustiawan belakangan ini menjadi fenomenal. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu secara tiba-tiba menyatakan mengundurkan diri.

ETALASE »

Yadnya Kasada di Mata Wong Tengger
Yadnya Kasada di Mata <i>Wong</i> Tengger

Rela bolos sekolah serta rela menunda atau meninggalkan pekerjaan demi melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo. Lantas, apa itu Yadnya Kasada di mata orang Tengger?

OPINI »

Sahat Martin Philip Sinurat
Cita-Cita Kemerdekaan Kita
Cita-Cita Kemerdekaan Kita

Rakyat Indonesia selama beratus-ratus tahun telah merasakan getirnya ketidakadilan, kemiskinan, dan peperangan. Keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan adalah cita-cita yang hanya bisa hadir di mimpi sebagian besar rakyat Indonesia.