news okezone.com
Okezonenews » Home » next on » Fanatisme oh Fanatisme...

getting time ...

NEXT ON

Fanatisme oh Fanatisme...

Achmad Firdaus - Okezone
Senin, 28 Mei 2012 14:32 wib
Fans Timnas Indonesia (Foto: Okezone)
Fans Timnas Indonesia (Foto: Okezone)

Pekan ini, kita disuguhkan dengan eforia yang terjadi dalam dunia sepakbola. Namun, sayang tak semua hingar-bingar tersebut membuahkan kesenangan, karena ternyata juga berujung duka.

Sejak tanggal 22 Mei 2012, kemarin, publik sepakbola khususnya pecinta klub elite Italia, Inter Milan larut dalam eforia kehadiran tim kesayangannya dalam tour pramusim bertajuk Inter Indonesia Tour 2012.

Dari mulai Bandara Soekarno Hatta, para interisti sebutan fans Inter terus mengawal tim kesayangannya hingga ‘membiru-hitamkan’ Stadion Utama Gelora Bung Karno, saat I Nerazzurri menang 3-0 atas Tim Liga Selection, 24 Mei.

Beberapa hari berselang, nuansa Biru-hitam kembali membanjiri stadion kebanggaan publik Indonesia. Kali ini, sekira 30 ribu lebih Interisti berduyun-duyun menyaksikan kebolehan tim kesayangannya menundukkan tim Indonesia Selection 4-2, Sabtu (26/5/2012).

Tak ayal, dukungan penuh fans membuat para punggawa Inter terkesan. Kapten tim Javier Zanetti bahkan sampai mau berjalan mengitari lapangan demi memberikan apresiasi dan terima kasihnya atas sambutan luar biasa yang diberikan fans Inter atau pecinta sepakbola pada umumnya.

Sehari berselang, Minggu (27/5/2012), euforia sepakbola kembali berlanjut. Masih dari kawasan Senayan, kali ini gegap gempita terdengar dari Istora, saat digelarnya laga EPL Master 2012.

Kali ini, giliran pemain-pemain legendaris dari Inggris yang memberikan hiburan. Mantan-mantan bintang klub elite Premier League, seperti Robbie Folwer, John Barnes, Dietmar Hammann (Liverpool), David May, Jesper Blomqvizt (Manchester United) hingga Ray Parlour (Arsenal) sukses menghibur fans sepakbola, dalam gelaran indoor soccer.

Di turnamen eksebisi ini, ada juga pemain-pemain legendaris Indonesia seperti Kharis Yulianto, Bima Sakti, Kurniawan Dwi Julianto, Kurnia Mega, Yeyen Tumena yang turut memberikan hiburan bagi penonton yang hadir.

Di luar bintang-bintang EPL yang hadir, eksistensi para fans juga tak bisa dikesampingkan.  Ada suporter dari klub Liverpool, Manchester United hingga Newcastle United yang begitu semangat memberikan dukungan kepada para pemain legenda mereka.

Dukungan pun ditunjukkan dengan cara yang unik, bahkan kreatif. Fans Liverpool misalnya, meski hanya berjumlah ratusan, namun mereka kompak dalam mengumandangkan yel-yel khas Liverpool. Kubu fans United juga tak mau ketinggalan dengan menyurakan yel-yel dukungan.

Meski sempat terjadi saling ejek antar suporter, namun saat acara selesai, mereka semua keluar dengan damai. Tak ada insiden keributan, mereka semua pulang dengan tertib.

Namun di hari bersamaan dan berdekatan pula, wajah berbeda dari fans fanatik sebuah tim, justru memberikan kesan kelam bagi sepakbola. Adalah laga dua musuh bebuyutan, Persija Jakarta kontra  Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam lanjutan kompetisi ISL, yang jadi magnetnya.

Seperti kita semua tahu, dua klub ini memang punya sejarah panjang dalam hal rivalitas, dan sama-sama punya supporter yang fanatik. Persija dengan The Jakmania, sementara Persib dengan Viking atau Bobotoh yang jadi sebutan fans mereka.

Sepanjang pertandingan, fans Persija yang bisa dikatakan menguasai seisi stadion, tak lelah memberikan dukungan kepada Bambang Pamungkas cs, serta sesekali menebar teror verbal kepada para pemain Persib.

Hingga pada akhirnya laga berkesudahan 2-2, di mana bek Persib Maman Abdurahman menggagalkan kemenangan Persija saat laga menyisakan dua menit.

Dalam laga itu, lemparan mercon serta kembang api, silih berganti menerjang stadion. Hasilnya, dua pewarta foto pun jadi korban. Keduanya harus mendapatkan perawatan karena terkena mercon nyasar.

Di luar stadion, bahkan muncul kabar memilukan. Terpisah dari serunya pertandingan, seseorang harus meregang nyawa akibat dikeroyok segelintir orang.

Korban meninggal kemudian diketahui bernama Lazuardi, pemuda 29 tahun. Dia meninggal di depan area kolam renang, Parkir Timur. Belum jelas apa penyebab meninggalnya Lazuardi, apakah karena dikeroyok fans atau hal lain. Dugaan awal Polisi, Lazuardi tewas dikeroyok karena mengenakan kaus lengan panjang biru, yang notabene warna khas suporter Persib (Viking). Di TKP juga ditemukan balok dan batu.

Selang beberapa jam, masih di area Senayan, ada dua orang lagi yang jadi korban. Kedua pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kedua juga diduga jadi korban pengeroyokan.

Selain ketiga korban tewas ini, ada juga beberapa fans yang harus mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka memar dan lebam.

Insiden ini jelas mencoreng wajah sepakbola yang sangat menjunjung tinggi sikap sportif dan fair play. Jika sudah begini, siapa yang bisa disalahkan? Fanatisme buta????

Jadi, sudah menjadi tugas kita sebagai pecinta sepakbola atau pun suporter sebuah tim, untuk sama-sama menjaga situasi kondusif serta bersikap dewasa. Mulai sekarang, kita harus bisa belajar menerima hasil pertandingan dengan legowo, tanpa harus bersikap anarkistis sebagai bentuk kekecewaan. Fanatisme juga seharusnya tidak menjadi justifikasi siapa pun untuk melakukan kekerasan.

Sebab, tak ada lagi tempat buat kekerasan dalam event olahraga khususnya, Sepakbola, terlepas apapun dalihnya. Jika begini terus kejadiannya, kapan majunya sepakbola kita…??
(acf)

RESENSI »

Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan
Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan

Di tengah berkelumitnya kehidupan, seakan makin sulit bagi kita untuk memadukan rasa dan pikiran.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Sambut Bulan Ramadan
BBM Naik Sambut Bulan Ramadan

Ada yang berbeda menjelang Ramadan tahun ini di Indonesia. Pemerintah “berbaik hati” dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sepekan sebelum bulan puasa dimulai.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Tommy Maulana
PAN dan Impian Kemenangan
PAN dan Impian Kemenangan

Sebelum menyambut pesta demokrasi 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan 12 partai nasional untuk mengikuti pemilihan umum 2014 dan 3 partai lokal Aceh.