Kuatnya opini kasus Hambalang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membuat sejumlah pendiri dan deklator Partai Demokrat miris. Mereka rapatkan barisan agar Demokrat bisa kembali bersih seperti saat memenangkan Pemilu 2009 lalu. Mereka membentuk forum agar Demokrat kembali berjaya. Benarkah? Ataukah hanya upaya menggulingkan Anas?
Anas Urbaningrum yang baru masuk Partai Demokrat pada 2004 lalu, langsung mengkilap karirnya di Demokrat usai menduduki jabatan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Demokrat. Mantan Ketua Umum HMI itu langsung mencalonkan diri dalam pemilihan ketua umum Demokrat pada 2010 silam. Anas pun terpilih sebagai ketua umum Demokrat. Dengan jeda "pengabdian" yang masih singkat, tentu wajar jika terpilihnya Anas membuat sejumlah aktivis senior partai berlambang Mercy itu kebakaran janggut. Anas memang sempat meredam gejolak dengan menunjuk Edhie Baskoro sebagai sekjen partai.
Namun, perasaan tidak puas masih terbenam di hati orang-orang yang merasa Anas masih belum layak duduk di kursi singgasana. Tahap awal, kelompok yang kurang puas dengan Anas mengehembuskan kabar kalau ada hubungan yang tidak harmonis antara Anas dengan SBY. Kabar itupun akhirnya dibantah.
Upaya menggoyang kursi Anas tidak berhenti sampai di situ. Terbongkarnya kasus Nazaruddin yang membuat gempa politik di tubuh Partai Demokrat, dijadikan peluru bagi kubu yang berseberangan untuk menembak Anas. Posisi awal Anas yang diam, sempat membuat dia terpojok. Sampai akhirnya SBY meminta agar Anas berbicara dan membantah beberapa tudingan yang digulirkan Nazaruddin. Seperti diketahui, salah satu isu yang digulirkan Nazar adalah adanya money politics ketika pemilihan ketum Demokrat yang dimenangkan Anas.
Pertemuan di Cikeas pada Selasa 12 Juni malam, bisa menjadi puncak dari sebuah gerakan anti-Anas yang bergulir sejak pria berkacamata itu terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat. SBY memanggil para pimpinan DPD Partai Demokrat dan ironinya tanpa dihadiri Anas Urbaningrum. Dalam pertemuan tersebut SBY mengorek informasi dari para pemimpin DPD terutama tentang keloyalan terhadap partai. Bisa jadi juga masuk pertanyaan pergantian ketua umum, meski itu dibantah Hayono Isman. Dia membantah bahwa pertemuan antara Ketua DPD dengan SBY membicarakan tentang evaluasi Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum.
Selain itu, Hayono juga membantah adanya isu penggulingan Anas dari kursi Ketua Umum Parrtai Demokrat, termasuk isu adanya Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut dia pertemuan tersebut hanya evaluasi biasa yang tidak perlu diartikan lain. Meski ada juga pernyataan berbeda keluar dari petinggi Demokrat yang lain.
Apapun makna pertemuan para sesepuh dan pendiri Demokrat, yang jelas pertemuan itu tanpa mengundang ketua umum yang memiliki posisi strategis di partai. Rasanya Anas pun harus ingat istilah yang menyebutkan kalau sesuatu yang dimulai dengan cara tidak baik, maka akhirnya pun akan tidak baik.
(ahm)