news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Hanya 1/3 Wilayah Pemekaran yang Berhasil

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Hanya 1/3 Wilayah Pemekaran yang Berhasil

M Budi Santosa - Okezone
Senin, 18 Juni 2012 10:42 wib

EUFORIA reformasi ternyata tidak semuanya berbuah manis. Permasalahan otonomi daerah yang kemudian menimbulkan maraknya pemekaran wilayah ternyata dianggap tidak semanis yang dibayangkan. Jika awalnya pemekaran wilayah dibayangkan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ternyata banyak yang gagal mewujudkannya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengakui, berdasarkan evaluasi departemennya, selama tiga tahun terakhir, 78 persen daerah pemekaran gagal, dan hanya 22 persen (sepertiganya) yang berhasil. Ironis memang. Ongkos sosial dan ongkos politik untuk pemekaran wilayah ini terlanjur begitu besar dikeluarkan. Bahkan, tidak jarang, pemekaran wilayah ini menimbulkan konflik di akar rumput.

Selama ini kita juga sering mendengar analisis atau juga obrolan warung kopi yang menyebutkan bahwa pemekaran wilayah hanyalah proyek dari elit-elit daerah saja. Tujuan mereka mengusulkan pemekaran wilayah dinilai tidak murni untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Mereka sedang menyiapkan agenda politiknya, yakni merebut posisi kepala daerah.

Mendagri berjanji, ke depan usulan pemekaran daerah akan dikaji secara selektif dan superketat. Bahkan kementeriannya akan mengambil langkah strategis dengan menggabungkan kembali wilayah pemekaran yang gagal ke wilayah induknya. Hal itu dilakukan untuk lebih menjamin efisiensi anggaran belanja pegawai dan juga untuk menjamin keberlangsungan pembangunan di daerah tersebut.

Fakta banyaknya daerah pemekaran yang gagal ini tentu harus menjadi cerminan kepada semua pihak, agar menyudahi euforia ini. Kepentingan rakyat harus didahulukan. Jangan lagi mengatasnamakan rakyat namun di balik itu sebenarnya ada agenda tersembunyi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kiranya jangan ada lagi gerakan-gerakan pemaksaan untuk melakukan pemekaran wilayah, jika secara hitungan ekonomis, ketersediaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia tidak mendukung. Karena bisa jadi jika dipaksakan justru akan lebih menyengsarakan rakyat di daerah tersebut.

Kasus gagalnya pemekaran wilayah ini hanyalah satu dari sekian sekarut tata kelola pemerintahan daerah. Sebab, saat ini sedang "booming" dugaan-dugaan -- yang mesti dibutuhkan investigasi-- yakni daerah menjadi sarang penyamun baru. Daerah telah menjadi sumber bancakan dan bagi-bagi dana. Singkatnya, sumber korupsi yang semula terkonsentrasi di pusat, kini dengan pemekaran dan desentralisasi, justru memberikan ruang adanya korupsi di daerah-daerah. Tentang benar tidaknya anggapan itu, kita bersama pantas untuk mendorong dilakukan investigasi oleh aparat penegak hukum.

(mbs)

RESENSI »

Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan
Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan

Di tengah berkelumitnya kehidupan, seakan makin sulit bagi kita untuk memadukan rasa dan pikiran.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Sambut Bulan Ramadan
BBM Naik Sambut Bulan Ramadan

Ada yang berbeda menjelang Ramadan tahun ini di Indonesia. Pemerintah “berbaik hati” dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sepekan sebelum bulan puasa dimulai.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Tommy Maulana
PAN dan Impian Kemenangan
PAN dan Impian Kemenangan

Sebelum menyambut pesta demokrasi 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan 12 partai nasional untuk mengikuti pemilihan umum 2014 dan 3 partai lokal Aceh.