news okezone.com
Okezonenews » Home » Tokoh - Politik » Mission Impossible Hendardji Soepandji

getting time ...

TOKOH - POLITIK

Mission Impossible Hendardji Soepandji

Catur Nugroho Saputra - Okezone
Selasa, 19 Juni 2012 15:32 wib
Hendardji Soepandji
Hendardji Soepandji

Mayor Jenderal (purn) Hendardji Soepandji dipastikan lolos mengikuti pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 11 Juli 2012. Dari enam calon gubernur (cagub) DKI Jakarta pada pemilukada DKI Jakarta 2012, hanya dia yang berasal dari kalangan militer.

Selain datang dari kalangan militer, Bang Adji -panggilan akrab Hendardji, merupakan satu dari dua calon gubernur yang  maju melalui jalur independen, yang baru pertama kali dalam Pemilukada DKI Jakarta.

Tak dipungkiri, nama Soepandji yang disandang Hendardji turut mendongkrak popularitasnya. Sebab, “dinasti” Soepandji lebih dahulu dikenal ketimbang nama Hendardji. Kakaknya, Hendarman Soepandji, dikenal sebagai mantan Jaksa Agung yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sedangkan adiknya, Budi Soesilo Soepandji, kini menjabat Gubernur Lemhanas.

Kini, anak keempat dari enam bersaudara pasangan (alm) Brigjen purn Soepandji dan Roesmiati itu ingin meneruskan "dinasti" Soepandji di pemerintahan RI, dengan mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Apa alasannya?

Menurut Pria kelahiran Semarang 10 Februari 1952 itu, alasannya mengikuti ajang Pemilukada DKI Jakarta, dikarenakan dorongan dari masyarakat. Katanya, banyak keluhan golongan masyarakat kelas bawah yang merasa tidak puas dengan kehidupan saat ini.

"Saya berada di depan masyarakat yang kehidupannya berada di wilayah kumuh dan berantakan di 267 kelurahan seluruh Jakarta," kata Bang Adji saat berbincang dengan Okezone di Bang Adji Center, Jalan Taman Gunawarman Barat No. 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mantan Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat (Aspam Kasad) periode 2008-2010 beranggapan kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya saat ini menginjak angka 3,2 persen. “Ini tidak baik untuk warga Jakarta. Pasalnya, angka itu normalnya hanya 0,2 persen,” katanya.

Tingginya angka kesenjangan sosial sebesar 3,2 persen di Jakarta terlihat secara kasat mata. Ada orang yang kaya sekali dan ada orang yang sangat miskin sekali. "Sudah lama sekali kesenjangan itu terjadi, namun saat ini terlihat semakin tajam, dan terkesan ditutup-tutupi oleh pemerintah," katanya.
Ketika ditanya, apakah Bang Adjie Sanggup menyelesaikan masalah kesenjangan sosial itu?

Dia mengatakan, pengalamannya selama ini bisa dijadikan pegangan untuk mengatasi persoalan kemiskinan di DKI Jakarta. “Saya sangat kental dengan masyarakat Jakarta kelas bawah. Saya sering melakukan kunjungan ke lapangan, sebelum diumumkan dan sesudah diumumkan menjadi cagub, saya selalu mengunjungi daerah-daerah kumuh di Jakarta,” ujarnya.

Latar belakang militer yang dimiliki Bang Adjie juga menjadi pertimbangannya untuk maju ke Pemilukada. “Sifat kemandirian saya sebagai seorang tentara masih dipegang teguh. saya tidak suka dikendalikan, apalagi tidak sesuai dengan hati nuraninya,” katanya.

Kata Hendardji, sifat kemadirian itu sudah didapat sejak lahir, dan tempaan kehidupan dari kedua orangtuanya. "Memang saya sejak lahir mandiri, lahir sendiri dari perut ibu saya tidak ditolong dokter, dan tidak ditolong perawat enggak ada yang menolong, lahir sendiri. Sore hari menjelang maghrib saya lahir sendiri, setelah itu baru ditolong oleh dokter dan perawat. Sejak kecil saya juga mandiri, ditanam oleh orangtua juga," katanya.

Diakui Bang Adji, ketika dirinya mencalonkan diri sebagai cagub independen, banyak suara-suara sumbang yang mengatakan independen tidak dapat lolos dari verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Namun hal itu, dibuktikan oleh Bang Adji yang berhasil mengumpulkan sekitar 400 ribu dukungan untuk dapat lolos dalam tahap verifikasi.

Untuk saat ini, Bang Adji mengklaim bahwa dirinya sudah didukung oleh 730 ribu dukungan warga Jakarta untuk menjadi gubernur. Tapi dia masih kekurangan sekira 500 ribu dukungan lagi untuk menduduki posisi DKI 1.

"Dulunya setiap orang mengatakan jalur independen itu, impossible, sekarang nyatanya bisa, impossible kok bisa disahkan sebagai calon gubernur. Saya kan bukan orang yang satu minggu, dan satu tahun di Jakarta, berbagai jabatan pernah saya duduki di Jakarta. Masa berbagai jabatan yang saya pernah emban tak satu orang pun kenal saya, kalau enggak ada, minimal anak buah kenal saya," tegasnya.

Pria lulusan AKABRI tahun 1974 itu pun memiliki misi untuk mewujudkan visi menjadikan Jakarta sebagai kota megapolitan yang ramah lingkungan, manusiawi, berbudaya, aman, nyaman, tertib, modern, dan sejahtera. Dia juga akan  menjalankan strategi pembangunan Kota Jakarta yang mengutamakan arah pengembangan ke utara sebagai water front city dan koridor timur barat serta membatasi pengembangan kota ke arah selatan sebagai barrier ekosistem.

Misi itu mungkin terkesan sulit dan Impossible, tapi Hendardji yakin bisa menjalankan semuanya.

Dikatakan Bang Adji, walaupun upaya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta dirasakan sangat berat, Bang Adji mengakui siap menghadapi setiap tantangan tersebut. Termasuk siap kalah dalam Pemilukada DKI Jakarta pada 11 Juni 2012 mendatang. "Saya rela kalah asalkan adil, namun kalau saya dicurangi saya akan menuntut," tambah pria yang rajin berpuasa senin-kamis.

Profil Hendardji

Nama : Mayjen TNI Purn Drs. H. Hendardji Soepandji, S.H.
Tempat Tanggal Lahir: Semarang, 10 Februari 1952
Status: Mayor Jenderal TNI Purnawirawan
Agama : Islam
Nama Istri: dr. Ratna Rosita, MPHM

Penghargaan

- Satya Lencana Kesetiaan VIII
- Satya Lencana Kesetiaan XIV
- Satya Lencana Kesetiaan XXIV
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Bintang Yudha Dharma Nararya
- Bintang Karika Eka Paksi Pratama
- Bintang Yudha Dharma Pratama

Jabatan Militer
- Dan Pom Kostrad Tahun (1995-1996)
- Dan Pom Dam Jaya Tahun (1997-1999)
- Paban I/Gaktib Suspom TNI (2000)
- Pamen Denma Mabesad (2001)
- Wadan Puspomad (2002-2006)
- Danpuspomad (2006-2007)
- Aspam Kasad (2008-2010)

Jabatan Non Militer
- Direktur Utama PPKK (2010-saat ini)
- Wakil Ketua Umum I Koni Pusat (2007-2011)
- Ketua Umum PB Forki (2010-2014)
- Presiden Karate se Asia Tenggara (2011-2015)
- Komisaris Independen PT Cahaya Kalbar tbk
  (Wilmar International Grup) (2010-saat ini)
- Ketua Alumni Lemhanas KRA XXXIV  (2002-saat ini)
(ugo)

RESENSI »

Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan
Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan

Di tengah berkelumitnya kehidupan, seakan makin sulit bagi kita untuk memadukan rasa dan pikiran.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Sambut Bulan Ramadan
BBM Naik Sambut Bulan Ramadan

Ada yang berbeda menjelang Ramadan tahun ini di Indonesia. Pemerintah “berbaik hati” dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sepekan sebelum bulan puasa dimulai.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Tommy Maulana
PAN dan Impian Kemenangan
PAN dan Impian Kemenangan

Sebelum menyambut pesta demokrasi 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan 12 partai nasional untuk mengikuti pemilihan umum 2014 dan 3 partai lokal Aceh.