Seolah tak ada habisnya, bentrok antarkelompok pemuda terus berulang. Kejadian di Hotel Planet Holiday Batam menambah panjang rentetan peristiwa tak beretika dan jalanan di Tanah Air.
Para kelompok pemuda bagaikan sedang hidup di hutan belantara di mana aturannya hanya satu, yang kuat maka dialah yang bisa bertahan dan berkuasa. Kenapa aturan hukum rimba itu bisa berlangsung di perkotaan? Bukankah warga di kota lebih beradab dibandingkan penghuni hutan?
Rasanya kelompok yang bentrok itu merasakan kalau yang kuat adalah yang berkuasa. Berkuasa demi eksistensi kelompok atau bisa jadi juga urusan perut. Mau pakai hukum manusia? Kejadian di Batam jelas bahwa sudah ada keputusan hukum yang tetap jika penguasaan atas bangunan diserahkan kepada satu kelompok. Tapi, rasa tidak puas masih muncul yang memicu kelompok lainnya melawan keputusan hukum tersebut.
Dari situ sudah bisa tergambar kuncinya ada pada kekecewaan terhadap aturan hukum yang ada. Hukum tidak lagi dihormati kelompok manusia. Kalau begitu wajar jika mereka menggunakan hukum rimba untuk menyelesaikan persoalan. Kalau mau selesai, jadikan hukum apakah aturan atau aparatnya berwibawa.
(ahm)
Online di Okezone">