news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Indonesia Menatap Kegagalan

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Indonesia Menatap Kegagalan

Fetra Hariandja - Okezone
Kamis, 21 Juni 2012 11:26 wib

KEKHAWATIRAN berbagai kalangan terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kroninya menjadi kenyataan. Dalam Indeks Negara Gagal 2012 atau {Failed State Index} (FSI) 2012, Indonesia turun peringkat ke posisi 63. Peringkat tersebut melorot satu tangga dari urutan 64 pada 2011 dengan skor 81.

Indeks dilakukan kepada 178 negara dengan menggunakan 12 indikator tekanan sosial, ekonomi, dan politik. Fund for Peace juga menggunakan lebih dari 100 subindikator. Termasuk isu pembangunan tidak merata, legitimasi negara, protes kelompok masyarakat, dan penegakan hak asasi manusia (HAM).

Penegakan HAM di Indonesia terbilang lemah dan cenderung memburuk dalam lima tahun terakhir. Indikator lain yang menurun dalam lima tahun terakhir adalah keluhan kelompok masyarakat dan tekanan demografis. Bahkan, enam indikator di bidang politik dan militer dinilai lemah.

Rilis FSI ini sebagai bukti bahwa pemerintah tidak sepenuh hati menjalankan fungsinya, yang merupakan amanah. Pemerintah yang dikomandoi SBY tidak menjalalankan empat fungsinya secara baik. SBY, dalam hal ini, terkesan lebih mementingkan urusan kelompoknya ketimbang persoalan kronis bangsa.

Dalam Undang-Undang (UU), pemerintah bertanggungjawab menjalankan fungsi pelayanan, pengaturan, pembangunan dan pemberdayaan. Bila dinlai gagal oleh FSI, lantas apa yang sudah dikerjakan pemerintah dalam lima tahun terakhir? Apakah masih pantas menjalankan roda pemerintahan?

Jawabnya hanya pemerintah sendiri yang tahu. Namun sadar atau tidak sadar, pemerintah juga mempertontonkan kegagalannya. Lihat saja bagaimana konflik antarkelompok, suku, dan konflik berbau agama terjadi di Tanah Air. Hingga kini pemerintah belum memiliki formula yang akurat dalam menangkal gejolak tersebut. Bahkan, terkesan ada pembiaran karena terjadi secara berulang.

Belum lagi tidak adanya rasa keadilan masyarakat. Tengok saja bagaimana penegak hukum hanya mengganjar sebagian besar koruptor dengan hukuman ringan. Di sisi lain, paea "dewa hukum" itu mengancam lima tahun penjara kepada masyarakat yang mencuri sandal bekas atau biji kopi yang sudah jatuh.

Kondisi ini diperparah dengan tugas komisi III DPR ini yang jauh dari harapan. Akibantnya,{law enforcement} atas peraturan perundang-undangan yang ada begitu lemah dan tebang pilih. Hukum, seakan hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Pemerihtah juga, sepertinya, enggan memperjuangkan hak para buruh. Hampir setiap tahun buruh menuntut kesejahteraan. Ujung-ujungnya, pemerintah tidak berani menginstruksikan para pengusaha untuk memberikan kesejahteraan buruh sesuai undang-undang berlaku.

Artinya, pantas bila Indonesia disematkan sebagai negara yang menuju kegagalan. Rilis dari FSI hendaknya dijadikan cambuk dan teguran bagi pemerintah dan elemennya agar Indonesia tidak menghuni jurang kegagalan.
(fmh)

RESENSI »

Berguru dari Anak Kampung Super Sukses
Berguru dari Anak Kampung Super Sukses

Tokoh inspiratif dan kharismatik—yang berpengaruh luas dalam banyak bidang—di Indonesia, tidak banyak. Berbagai tokoh, baik presiden, menteri, konglomerat, politikus, pengusaha mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri yang perlu diteladani.

CATATAN REDAKSI »

Kartu Jakarta Sehat
Kartu Jakarta Sehat

Terobosan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo adalah mencanangkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) bagi 1,7 juta penduduk di Ibu Kota yang dinilai layak untuk mendapatkan keringanan biaya pada saat berobat ke rumah sakit.

ETALASE »

Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung
Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung

Tradisi sebambangan, membawa kabur gadis yang akan dinikahi ke tokoh adat, sudah memudar seiring perkembangan zaman.

OPINI »

Irva Azlina
Problem Moralitas Bangsa Indonesia
Problem Moralitas Bangsa Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman, banyak kasus-kasus di negara ini yang bersifat amoral.