news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Gara-Gara Kondom

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Gara-Gara Kondom

Rani Hardjanti - Okezone
Jum'at, 22 Juni 2012 12:45 wib

BERBAGAI media massa belakangan ini secara vulgar menuliskan kata "kondom" di halaman mukanya. Ya, alat kontrasepsi itu memang tengah menjadi perbincangan hangat publik, menyusul sosialisasi yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

Di awal kepemimpinannya, Menkes berupaya mencegah dan mengendalikan penyebaran virus HIV/AIDS. Caranya dengan mensosialisasikan penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko (pekerja seks komersial/PSK). Namun program tersebut menimbulkan polemik. Maksud Nafsiah Mboi ini diterjemahkan secara luas.

Kondisi serupa juga pernah terjadi di Inggris. Pada tahun 2009, Menteri Kesehatan Negara Monarki Dawn Primarolo, menyosialisasikan penggunaan kondom, yang menyasar pada wanita berusia 20-an agar membawa kondom. Program tersebut berusaha menancapkan stigma bahwa kondom membuat perempuan terlihat lebih seksi. Bahkan, wanita diminta untuk merayu pria untuk mau memakai kondom. Ini semua dilakukan demi mencegah penularan virus HIV/AIDS.

Lain di Inggris lain pula di Indonesia. Bila di Inggris sudah awam dengan kehidupan budaya barat, di Indonesia masih mengacu kepada budaya timur di mana perilaku seks pranikah masih tabu.

Namun, kita tidak bisa menutup mata, bahwa tingkat perilaku seks di kalangan remaja secara diam-diam terus meningkat. Berdasarkan data BKKBN, sebanyak dua juta remaja melakukan aborsi. Artinya, generasi muda telah melakukan hubungan seks berisiko.

Gara-gara kondom ini berbagai kalangan pun angkat bicara, seperti legislator dan berbagai lembaga agama. Berbagai multiintepretasi mengenai program kondom ini pun merebak. Ada yang mempermasalahkan cara sosialisasi yang dinilai vulgar, ada juga yang mempermasalahkan bagi-bagi kondom secara gratis.

Yang menarik adalah pandangan yang menyoroti persoalan sosialisasi kondom justru menginspirasikan kalangan remaja untuk berperilaku seks bebas secara aman.

Wajar saja, program kondom ini dikhawatirkan salah sasaran ke remaja. Sebab berbagai instrumen yang mendukung terjadinya seks berisiko bagi remaja, dapat ditemukan dengan mudah. Seperti toko obat dan alat seks, yang menjamur di pinggir jalan. Video porno pun mudah diakses.

Pada kelompok remaja, penanganannya harus berbeda dengan kelompok seks berisiko pada kelompok PSK. Tentunya bukan dengan sosialisasi penggunaan kondom, namun lebih tepat dengan pendekatan pendidikan yang persuasif dan efektif serta yang terpenting adalah penanaman nilai agama.

Pada dasarnya semua juga sepaham bahwa perilaku seks bebas adalah hal yang dilarang. Dari sisi medis, seks bebas dapat menularkan penyakit mematikan. Apalagi dari perspektif ideoligi, semua agama pun melarang perilaku zina. 

Alangkah bijaknya jika kita menyadari bahwa pengendalian seks bebas dimulai dari diri sendiri. Perlaku seks dengan aman juga bukan sekadar menggunakan kondom, namun lebih kepada akidah dan moral.

(rhs)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Cerita Menimbun BBM
Cerita Menimbun BBM

PEMERINTAH katanya akan menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Bambang Arianto
Nasib PKS dalam Politik BBM
Nasib PKS dalam Politik BBM

Polemik kenaikan BBM nyaris menyulut perseteruan parpol koalisi yang dinahkodai Demokrat versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).