DIDAULAT menjadi abang Jakarta bukanlah hal mudah untuk diraih. Tidak semua orang bisa mendapatkan gelar sosial ini. Paling tidak, syaratnya harus memiliki paras menawan, pribadi santun dan kemampuan intelektual yang mumpuni. Jika syarat tadi terpenuhi, itu pun masih harus bersaing dengan yang lain.
Mereka yang beruntung mendapatkan gelar Abang atau None Jakarta seringkali memiliki karir mulus khususnya di dunia entertain. Namun, siapa sangka ternyata ada juga mantan Abang Jakarta yang rela memberikan separuh hidupnya untuk negara dengan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Orang itu bernama Cucu Ahmad Kurnia.
Pria kelahiran Jakarta 41 tahun silam ini sangat populis di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya para wartawan. Betapa tidak, Cucu seringkali mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dalam berbagai kesempatan. Nama Cucu juga kerap terpampang di media massa yang memberitakan persoalan Jakarta. Maklum saja, saat ini dia menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan atau yang lebih dikenal dengan Juru Bicara Pemprov DKI.
Cucu memiliki pengalaman kerja di berbagai bidang baik swasta maupun pemerintah. Dimulai dengan menjadi model iklan untuk media cetak maupun elektronik pada tahun 1994 hingga 2002. Pada tahun 1995, suami dari Irnawaty Rasyid ini terpilih sebagai Abang Jakarta. Mulai saat itu pula Cucu aktif di berbagai kegiatan seperti advertising agency dan event organizer.
Setelah menyelesaikan sarjana Tehnik Perminyakan di Universitas Trisakti Jakarta pada 1997, Cucu direkrut oleh Pemprov (kala itu Pemda) DKI untuk menjadi pegawai honorer di Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, dia diberikan prioritas untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1998 di Subdinas Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta yang secara aktif terlibat langsung dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata Jakarta baik dalam maupun luar negeri.
Pada Maret 2004, ayah dari ayah dari Safiera Amalia Kurnia dan Wildan Fadilah Kurnia dilantik menjadi Kepala Seksi Promosi Luar Negeri Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. Selang tiga tahun, dia beralih tugas ke Biro Administrasi Perekonomian sebagai Kasubag Usaha Jasa Pariwisata dan kembali ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada akhir tahun 2008 sebagai Kepala Seksi Promosi Luar Negeri.
Hingga akhirnya pada Oktober 2009, Cucu dipromosikan menjadi Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan, yang salah satu tugasnya adalah sebagai juru bicara Pemprov DKI Jakarta. Jabatan itu dia emban hingga saat ini.
Lantas, apa yang memotivasi Cucu memilih berkarir menjadi Jubir Pemprov DKI ketimbang fokus di dunia model dan bisnis yang pernah digelutinya pada masa lalu?
"Menjadi PNS itu amanah Almarhum Bapak saya yang kebetulan beliau pegawai negeri di Pemda Tangerang. Beliau ingin salah satu anaknya jadi pegawai negeri. Kebetulan saat menjadi Abang Jakarta, saya memiliki kesempatan mengamati dan bergaul dengan pegawai pemda dari mulai Pak Fauzi Bowo (saat itu masih kepala Dinas Pariwisata) sampai level staf yang mendampingi para abang none bertugas. Dari situlah saya mulai tertarik menjadi pegawai negeri," kata Cucu saat berbagi kisah kepada Okezone belum lama ini.
Menjadi Juru Bicara Pemprov DKI Jakarta bukanlah pekerjaan mudah.
Pasalnya, Jakarta adalah Ibukota yang memiliki beragam persoalan. Hal itu diakui Cucu. Tak jarang dia harus stand by selama 24 jam dalam tujuh hari, terlebih apabila persoalan krusial tengah menghinggapi Pemprov DKI Jakarta.
"Dulu waktu di Dinas Pariwisata, saya hanya berkonsentrasi di bidang pariwisata, tetapi sekarang sebagai Jubir dan Humas Pemprov saya dituntut harus 'tahu' segalanya tentang Pemprov seperti banjir, macet, dan persoalan lainnya. Saya menyukai profesi ini karena banyak memiliki teman baru dari berbagai kalangan. Meski terkesan berat, tapi saya harus ikhlas karena ini bagian dari konsekwensi pekerjaan," tegas pria yang pernah mengenyam ilmu pendidikan di Nanyang Business School Singapore dan International Advance Majemen Program di MIT Sloan School Of Management di Cambridge USA tersebut.
Mendampingi Fauzi Bowo selama bertahun-tahun tidak mungkin kalau tidak meninggalkan kesan di hati Cucu. Menurut dia, Foke (sapaan Fauzi Bowo) adalah sosok pemimpin yang sangat memahami sederet persoalan Jakarta. Karena itu, Cucu mengaku sangat bersyukur bisa dekat dengan Foke.
Pasalnya, selain sebagai atasan, Foke juga menjadi guru bagi Cucu dalam berbagai hal khususnya soal organisasi pemerintahan.
"Beliau tokoh yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk Kota Jakarta. Bisa dilihat dari lebih dari separuh hidupnya beliau mengabdi untuk Jakarta. Beliau bekerja tanpa kenal lelah dari subuh hingga dini hari. Beliau bekerja dengan tulus untuk Jakarta," puji lelaki yang juga penggila sepakbola ini.
Kini, jalan hidup telah menakdirkan Cucu menjadi orang penting dan sibuk mengurus negara. Lantas bagaimana Cucu membagi waktu dengan istrinya yang seorang doker dan kedua buah hatinya?
"Ini memang memerlukan seni tersendiri dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Yang terpenting saling pengertian dan tentunya komunikasi antara saya, istri dengan anak anak saya. Alhamdulillah mereka memahami keadaan saya. Bahkan kadang-kadang saya ajak mereka ikut ke lapangan untuk melihat saya bekerja," pungkas Cucu yang berharap kelak dapat menunaikan ibadah haji bersama keluarganya tersebut.
@bangcucu
(teb)