news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Lapangan Kosong Calon Presiden

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Lapangan Kosong Calon Presiden

M Budi Santosa - Okezone
Senin, 09 Juli 2012 11:37 wib

SEJUMLAH media massa pada Senin (9/7/2012) memuat berita yang menyebutkan bahwa hingga kini belum ada calon presiden yang mendapatkan dukungan secara meluas. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, nama-nama kandidat yang muncul saat ini ternyata belum memiliki electoral yang tinggi.

Ungkapan yang cukup bagus disampaikan oleh Ketua Umum Partai NAsDem Patrice Rio Capella, yang menyebutkan bahwa persaingan calon presiden untuk Pemilu 2014 sekarang ini seperti main di lapangan kosong. Belum tampak kandidat-kandidat yang kuat yang memang menunjukkan kemungkinan dipilih secara massif oleh publik.

Saat ini sebenarnya sudah bermunculan nama-nama kandidat capres yang dibicarakan di publik seperti Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Surya Paloh, Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Hatta Rajasa, dan lainnya. Dilihat dari usia, tentu nama-nama yang muncul juga bervariasi. Ada yang sudah dibilang senior, ada juga yang masih dibilang muda. Tentu itu hanya ukuran usia. Soal elektabilitas dan juga kemampuan lainnya tentu tidak bisa begitu saja dilekatkan dengan faktor usia.

Memang benar, waktu pemilihan umum masih dua tahun lagi. Namun diyakini tensi politik sudah pasti akan makin meninggi menjelang 2013 mendatang -- setahun sebelum Pemilu 2014. Jika kita lihat, sejumlah partai sudah pasang kuda-kuda. Bahkan banyak kasus yang melibatkan petinggi partai pun sudah mulai dikorek-korek. Tujuannya sudah pasti untuk mendelegitimasi dan menurunkan elektabilitas partai. Jika hal itu berhasil, sudah pasti, partai bersangkutan tidak akan mampu mengusung kandidat capres sendirian. Lha wong untuk menang Pemilu saja sulit.

Sejumlah nama yang muncul -- sebagai kandidat capres-- tentu masih memiliki waktu yang relatif cukup untuk melakukan langkah-langkah campaign agar elektabilitasnya menanjak. Langkah sistematis dalam hal pencitraan bisa saja mampu mendongkrak elektabilitas mereka. Namun jangan salah, jika mereka tidak mampu menunjukkan performance yang "kinclong" dalam waktu dua tahun ini, bukan mustahil mereka akan terjerembab ke bawah. Kampanye pencitraan akan sia-sia saja. Publik makin pintar meminta ada performance konkret yang ditunjukkan.

Satu hal lagi yang pantas untuk diberikan catatan dari masih rendahnya elektabilitas para kandidat yang sudah ada sekarang adalah masih terbuka peluang bagi kandidat lain untuk muncul. Tentu saja kandidat di luar nama yang sering disebut orang, bisa langsung menohok ke peringkat atas, jika mampu dikemas dengan baik dan tentu saja mampu menyakinkan orang bahwa memang dia memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin negeri ini.

Munculnya banyak nama dalam bursa kandidat Capres-Cawapres tentu bisa dimaknai positif. Dengan banyaknya nama yang muncul, publik akan disuguhi banyak pilihan. Publik bisa memilah dan memilih dengan menggunakan berbagai parameter yang ada seperti track record dan performance kerja  kandidat. Jika kemudian harus mengerucut, publik pun sudah memiliki pengetahuan yang cukup. Tidak ada lagi ada pemeo: membeli kucing dalam karung.

Kita masih memiliki waktu dua tahun untuk merenungkan dan kemudian mendorong tokoh yang dinilai layak dan pantas memimpin negeri dengan penduduk terbesar nomor empat di dunia ini. Tentu saja kita semua akan berharap, kelak dengan pemimpin yang baik, negeri ini akan makin gemah ripah loh jinawi, adil paramarta, rukun sentosa, maju untuk menjadi kebanggaan seluruh anak negeri.

(mbs)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Bukan Pabrik Sarjana
Bukan Pabrik Sarjana

TAHUN ajaran baru sudah datang. Saat ini para orang tua siswa tengah sibuk mencari lembaga menimba ilmu perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Fathur Anas
MP3EI dan Kemajuan Ekonomi Nasional
MP3EI dan Kemajuan Ekonomi Nasional

Pemerintah, melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011, telah menetapkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menjadi arah pembangunan ekonomi Indonesia hingga tahun 2025.