news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Awal Ramadan Jangan Diperdebatkan

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Awal Ramadan Jangan Diperdebatkan

Fetra Hariandja - Okezone
Rabu, 18 Juli 2012 13:40 wib

UMAT muslim dunia sudah bersiap menghadapi bulan suci Ramadan. Bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah, dengan berkah dan ampunan berlimpah. Serangkaian aktivitas keagamaan seperti berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, dan memperbanyak membaca Alquran dilakukan umat Islam.

Tidak hanya itu. Para pengikut Nabi Muhammad ini mengakhiri ibadah tersebut dengan membayar zakat fitrah dan perayaan Idul Fitri. Tidak heran bila Ramadan sangat dinantikan umat muslim di jagat raya ini. Bahkan mereka berdoa untuk selalu melalui bulan Ramadan berikutnya.

Namun sucinya bulan Ramadan terkadang menjadi miris dengan apa yang dilakukan umat muslim di Tanah Air. Perdebatan mengenai 1 Ramadan atau awal puasa selalu terjadi setiap tahunnya. Beberapa organisasi masyarakat (ormas) berbeda dengan penentuan awal puasa yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Pada akhirnya masyarakat yang menjadi bingung dengan ulah para pemuka agama ini. Mereka bimbang memilih keputusan siapa yang tepat. Akibat perbedaan ini juga mencuatkan penilaian sinis bahwa organisasi ini tidak benar atau pemerintah tidak perlu diikuti.

Padahal perbedaan 1 Ramadan tidak perlu diperdebatkan. Setiap kelompok harus saling menghargai pilihan kelompok lainnya. Tidak perlu mengklaim bahwa puasa 29 hari lebih benar dibanding 30 hari atau sebaliknya. Perlu ditanamkan dalam memori umat muslim, bahwa benar atau salah dalam menentukan 1 Ramadan hanya milik Allah SWT. Allah SWT yang paling tahu mana yang benar atau salah, bukan manusia.

Bulan suci Ramadan diciptakan Allah SWT bukan untuk diperdebatkan. Namun Allah memberi kesempatan emas bagi umat manusia untuk memperbaiki dan meningkatkan ketaqwaannya. Sehingga, manusia yang menjalankan ibadah selama Ramadan tidak menjadi golongan orang yang merugi.

Artinya, tidak ada landasan bagi manusia menilai satu kelompok atau seseorang salah dalam menentukan 1 Ramadan. Apalagi tidak ada satu manusia pun yang tahu apakah ibadahnya selama Ramadan diterima atau tidak. Yang bisa dilakukan manusia adalah memohon ridho Allah dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

Sekarang, masih pantaskah Anda sebagai manusia mendahului keputusan Allah SWT terkait penentuan 1 Ramadan? Jadi, jalankanlah keyakinan Anda dan menghormati keyakinan orang lain.
(fmh)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Cerita Menimbun BBM
Cerita Menimbun BBM

PEMERINTAH katanya akan menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Bambang Arianto
Nasib PKS dalam Politik BBM
Nasib PKS dalam Politik BBM

Polemik kenaikan BBM nyaris menyulut perseteruan parpol koalisi yang dinahkodai Demokrat versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).