news okezone.com
Okezonenews » Home » Opini » PIlkada Putaran Kedua, Yes or No

getting time ...

OPINI

Moh. Ghufron Cholid

PIlkada Putaran Kedua, Yes or No

Jum'at, 20 Juli 2012 09:11 wib

Pilkada DKI putaran kedua bisa diibaratkan dengan panggung peralihan kekuasaan yang semakin memanas, karena dalam putaran kedua ini, nasib DKI sangat dipertaruhkan. Segala kemungkinan bisa terjadi tanpa bisa diduga oleh siapapun.

Pilkada DKI semakin menjadi hotnews yang terus diikuti oleh masyarakat. Tak hanya lewat media cetak bahkan lewat media elektronik. Musim pencitraan yang dilakukan oleh masing-masing calon dengan pendukung bervariasi amatlah menentukan nasib atau keberhasilan masing-masing calon dalam meraih suara terbanyak.

Cuaca dan pikiran bolehlah panas seperti dipanggang api namun hati harus selalu tetap dingin, tidak mudah terpancing provokasi baik secara nyata ataupun secara serangan rahasia.

Permasalahan banjir, kemacetan yang menjadi senandung hidup bagi DKI senantiasa dibahas dan menjadi sorotan utama, langkah-langkah dari masing-masing kandidat sudah mulai ditampakkan. Merakyat atau istilahnya membaur dengan masyarakat adalah suatu sunnatullah yang takkan pernah terhapus masa di masa-masa yang menegangkan (masa-masa perekrutan pendukung masing-masing calon), maka kejelian masyarakat sangat dibutuhkan untuk menangkap segala gejala yang akan datang tak terduga.

Berbicara pilkada DKI tak hanya membahas DKI secara khusus karena DKI merupakan cermin secara ke seluruhan dari tatanan hidup bermasyarakat. DKI adalah poros kehidupan Indonesia maka sikap yang tangkas dalam menangkap gejala harus terus dilakukan, jangan sampai lengah.

Pilkada DKI putaran ke-2 akan semakin menuai pro-kontra sebab kalangan masyarakat sudah mulai pandai berpikir dan menelaah permasalahan. Pilkada DKI putaran ke-2 akan menelan biaya yang tak sedikit, maka melanjutkan putran ke-2 sesungguhnya pilihan terrumit daripada mencukupkan pada putaran pertama. Paling tidak ada dua cara yang bisa dilaksanakan jika memang putaran ke-2 ini terpaksa diadakan yakni:

Langkah pertama, para kandidat haruslah lebih bersikap terbuka dalam memaknai segala peristiwa yang akan menyapa, karena tidak menutup kemungkinan akan ada pihak ketiga yang akan mengambil untung atas ketidak iramaan dan ketidak sepahaman para kandidat untuk memimpin DKI. Siapa pun yang menjadi pemimpin harus memperhatikan aspirasi dari para calon pemimpin yang gagal agar tidak timbul gejolak.

Langkah kedua, para kandidat jika terpaksa mengadakan kampanye atau menarik massa yang lebih besar dari yang dimiliki di putaran pertama haruslah dilakukan di suatu tempat yang sama, semacam mengadakan dialog kembali antara para kandidat dengan para masyarakat pemilihh untuk memikirkan masa depan DKI menuju ke arah yang lebih baik sehingga siapa pun yang terpilih dan tidak terpilih akan merasa puas dan lega atas hasil pencapaian yang diraih di putaran kedua kelak.

Moh. Ghufron Cholid
Alumnus PP Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura


(//mbs)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Bukan Pabrik Sarjana
Bukan Pabrik Sarjana

TAHUN ajaran baru sudah datang. Saat ini para orang tua siswa tengah sibuk mencari lembaga menimba ilmu perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Fathur Anas
MP3EI dan Kemajuan Ekonomi Nasional
MP3EI dan Kemajuan Ekonomi Nasional

Pemerintah, melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011, telah menetapkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menjadi arah pembangunan ekonomi Indonesia hingga tahun 2025.