BANGSA Indonesia seharusnya merayakan Hari Anak Nasional pada Senin 23 Juli 2012 ini. Sayangnya, hari paling bersejarah bagi anak-anak itu diabaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peringatannya sendiri akan dilakukan pada September mendatang.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan Presiden SBY minta agar perayaan hari anak diundur sampai September. Sungguh miris nasib anak-anak di negeri ini. Pemerintah yang seharusnya memberikan perhatian dan perlindungan penuh, justru sebaliknya.
Anak bangsa di negeri ini sadar, Presiden memiliki setumpuk urusan. Namun alangkah baiknya di tengah kesibukan tersebut, tokoh yang biasa diistilahkan RI 1 tersebut menyempatkan berbagi kasih dengan anak-anak yang menjadi generasi penerus negeri ini.
Penundaan Hari Anak Nasional ini menunjukan pemerintahan Presiden SBY tidak memiliki komitmen kuat memberikan perlindungan terhadap anak. Artinya, pemerintah masih menggap rendah keberadaan anak-anak Indonesia. Padahal, anak-anak juga menentukan maju atau tidaknya bangsa ini ke depan.
Mungkin pemerintah memang menggap remeh Hari Anak Nasional. Satu peringatan yang apabila dilaksanakan tidak akan memberikan dampak apapun bagi pemerintah. Hanya saja pemerintah lupa bahwa kejadian ini selalu terekam dalam benak anak-anak Indonesia.
Artinya jangan pernah menyalahkan anak-anak dengan setiap aktivitasnya. Setiap tumbuh kembang anak-anak sangat tergantung bagaimana pola orang tua dalam mendidiknya. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi mental anak-anak bila pemerintah menganggap Hari Anak Nasional kurang penting.
Wajar bila anak-anak merasa terluka dengan keputusan pemerintah ini. Tapi, anak-anak Indonesia tidak perlu bersedih dengan kondisi ini. Tetap semangat menatap ke depan dan lupakan perilaku pemerintah yang ditunjukkan hari ini.
(fmh)