news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Korupsi dalam Naungan Politik

getting time ...

RESENSI

Korupsi dalam Naungan Politik

Jum'at, 27 Juli 2012 08:26 wib

Judul: Negeri di Kepung Koruptor
Penulis: Emerson Yuntho
Penerbit: Intrans Publishing
Cetakan: Desember, 2011
Tebal: xii + 161 halaman
ISBN: 978-602-35805-3-1

Bagi bangsa ini, kata korupsi seolah-olah tak pernah lenyap. Korupsi sudah menjadi jamak untuk didengar oleh telinga rakyat sehari-hari, namun menjadi sangat bias bagi para penguasa di negeri ini, termasuk penguasa di daerah-daerah. Parahnya lagi, mayoritas pemimpin negeri ini tak malu dan segan lagi untuk melakukannya, bahkan seringkali kongkalikong demi “memuluskan” perbuatan amoral ini.

Semenjak tumbangnya rezim pemerintahan yang otoriter, hingga kini sudah sewindu lebih isu pemberantasan korupsi selalu didengungkan oleh para elemen masyarakat di Indonesia. Namun hasilnya hingga kini tak bisa dilihat, dengan kata lain kabur bahkan cenderung “gelap”.

Korupsi yang terjadi di negeri ini sudah bukan persoalan sederhana lagi. Kelakuan penyalahgunaan wewenang ini telah mengakar hingga sedemikian jauh dan menjaring hampir ke setiap sendi kehidupan bangsa. Tak hanya menyangkut lembaga kenegaraaan, lembaga swasta pun turut serta. Instansi atau lembaga negara seperti lembaga hukum, kejaksaan, kepolisian, dan berbagai badan atau departemen lainnya tak berdaya melawan korupsi yang menggurita. Perusahaan-perusahaan milik negara, swasta maupun asing menjadi lahan garapan atau proyek strategis bagi tindak kejahatan korupsi yang dilakukan oleh para elite politik beserta oknum-oknum yang terlibat di dalamnya.

Membaca buku ini seperti melihat negeri yang tengah dikepung koruptor. Ironi memang, bumi pertiwi yang subur beserta perbendaharaan alamnya yang melimpah-ruah malah menjadi lahan “eksplorasi” besar-besaran oleh sekelompok tak bertanggung jawab.

Pragmatisme dan Oligarki Politik

Hampir demikian apa yang ingin dijelaskan dari sebagian isi buku ini. Sebagian lainnya menyoroti masalah sebab musabab terjadinya korupsi. Pragmatisme serta oligarki politik menjadi dasar merebaknya dan berkembang suburnya praktik tindak kejahatan ini. Sifat dan perilaku yang mengutamakan hanya dari segi kepraktisan oleh para kaum elite menjadi kebiasaan bahkan “keharusan” yang tak boleh tertinggal oleh mereka.

Sistem Demokrasi bangsa ini yang digembor-gemborkan ternyata malah menimbulkan sistem pemerintahan yang oligarki atau pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. Betapa tidak, negeri ini memang sedang dipimpin oleh mereka yang abai terhadap kepentingan rakyat. Banyaknya nasib rakyat yang masih tertindas oleh kemiskinan ternyata tak jua menyadarkan mereka untuk tidak melakukan korupsi.

Politik menjadi semacam wadah pergumulan dalam melakukan aksi korupsi. Aksi ini jika diketahui oleh para penegak hukum menjadi hal sangat sulit untuk diselesaikan. Mereka yang terjerat korupsi dan memiliki hubungan-kepentingan politik saling melindungi dan bekerja sama, maka dengan segala cara dilakukan agar sebisa mungkin dapat terlepas dari jeratan hukum. Politik seolah-olah menjadi tempat naungan aksi korupsi yang tengah mengepung negeri.

Begitulah, buku ini merupakan cerminan terhadap kondisi bangsa dengan berbagai catatannya yang kelam dalam penuntasan korupsi. Korupsi tanpa kelas, dimanapun terjadi. Baik di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat, kepala daerah, korupsi disektor swasta, ilegal logging, pembalakan liar yang kesemuanya belum banyak dituntaskan dari negeri ini. Bahkan banyak kasus mulai rezim orde baru hingga sekarang yang “menguap”dan tak pernah terselesaikan.

Emerson Yuntho, penulis buku ini yang merupakan anggota Indonesia Corruption Watch (ICW). Ia menyajikan data beserta analisis yang hampir menyentuh setiap korupsi yang pernah terjadi di Indonesia. Mulai orde baru hingga reformasi sekarang ini, data korupsi disajikan dengan apik.  Hal ini akan memberikan penjelasan yang gamblang bagi pembaca. Tak luput dari penjelasannya, Emerson memberikan berbagai gagasan sebagai sebuah jalan “penuntasan” terhadap  permasalahan korupsi. Namun, terlepas dari keapikan buku ini, beberapa tulisan yang dihadirkan Emerson merupakan tulisan dari media massa yang kajiannya kurang mendalam.

Kehadiran buku ini setidaknya akan menambah khazanah koleksi buku di negeri ini dalam hal penuntasan kasus korupsi. Permasalahan yang dibahas didalamnya begitu kental akan perkara korupsi yang terjadi di negeri ini. Dalam pada itu, buku ini merupakan upaya memahamkan bangsa akan ancaman korupsi dan sebuah upaya membangun bangsa yang jauh dari korupsi.

Rohman Kusriyono, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang

(//mbs)

RESENSI »

Novel Anak Tentang Persahabatan dan Kepedulian Sosial
 Novel Anak Tentang Persahabatan dan Kepedulian Sosial

Dunia anak adalah dunia masa kecil yang unik dan penuh dengan warna. Dunia di mana mereka tengah mereguk indahnya masa kecil yang polos dan menyenangkan bersama keluarga, juga teman-teman sebaya.

CATATAN REDAKSI »

Mendorong Bank Nasional Jadi Raja
Mendorong Bank Nasional Jadi Raja

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor industri yang sudah dibuka lebar oleh pemerintah Indonesia, agar asing masuk.

ETALASE »

Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung
Lika-Liku Tradisi Bawa Kabur Gadis ala Adat Lampung

Tradisi sebambangan, membawa kabur gadis yang akan dinikahi ke tokoh adat, sudah memudar seiring perkembangan zaman.

OPINI »

Fathur Anas
Menimbang Energi Alternatif
Menimbang Energi Alternatif

Dunia kini sedang dilanda kebingungan akan krisis energi yang makin memperihatinkan. Di mana ketersediaan cadangan berbagai jenis energi mulai menipis, khususnya energi yang berbahan bakar minyak (BBM).