news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Putus Mata Rantai Bullying

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Putus Mata Rantai Bullying

Rani Hardjanti - Okezone
Rabu, 01 Agustus 2012 12:57 wib

KATA bullying belakangan ini menjadi sangat popular, menyusul jatuhnya korban bullying siswa SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta.
 
Praktik bullying menimpa setidaknya tujuh siswa SMA. Mereka mengalami kekerasan oleh kakak kelasnya, mulai dari sundutan rokok, dipaksa meminum bir dan narkoba, ancaman pisau, dan berbagai macam intimidasi psikis dan psikologis lainnya.
 
Dulu, kata bullying belumlah dikenal. Namun, praktik seperti itu sudah kerap terjadi sejak 20-30 tahun silam, di mana ada sebuah tradisi seorang senior mengerjai adik kelasnya. Soal penyebutan, berbeda-beda, mulai dari pemaksaan ikut tawuran oleh kakak kelas, plonco untuk masuk sebuah komunitas atau geng, dipalak, hingga kekerasan dalam ospek. Jenis praktik "penyiksaan" sangat beragam, namun kini dikemas dalam satu kata "bullying".
 
Jika ditilik lebih dalam, tragedi bullying Don Bosco ini merupakan refleksi, di mana masih terjadi celah ketidakselamatan anak. Ini terbukti, sebab berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terdapat 273 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur selama Januari hingga Juli 2012.
 
Salah satu dari ratusan kasus tersebut yang terdata, yakni tewasnya sejumlah tahanan anak di beberapa tempat seperti di Tulung Agung dan Surabaya, pada Januari lalu. Kemudian, pemerkosaan terhadap anak yang dilakukan oleh anggota DPRD, aparat, hingga ayah kandung korban sendiri.
 
Jika sudah begini, solusinya yakni controlling. Perlu adanya pengawasan ekstra oleh orangtua dan keluarga. Juga pihak sekolah, di mana masa sekolah merupakan waktu yang rentan terjadinya bulllying. Pihak sekolah harus peka dan cepat bertindak jika menemukan gejala bullying, baik dari segi pendekatan agama maupun pendekatan persuasif. Begitu juga lembaga yang menaungi anak-anak, khususnya di usia remaja.
 
Mengapa remaja? Sebab, remaja merupakan usia titik rawan manusia. Masa remaja berada dalam masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa rawan ini memungkinkan adanya ketidakjelasan arah pemikiran dan tingkah lakunya.
 
Apapun bentuk bullying, tentu tragedi ini jangan sampai terulang di kemudian hari. Perlu adanya pemutusan mata rantai praktik bullying. Jika tidak akan menjadi keberlanjutan tidak berujung.
 

(rhs)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Cerita Menimbun BBM
Cerita Menimbun BBM

PEMERINTAH katanya akan menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Bambang Arianto
Nasib PKS dalam Politik BBM
Nasib PKS dalam Politik BBM

Polemik kenaikan BBM nyaris menyulut perseteruan parpol koalisi yang dinahkodai Demokrat versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).