Judul Buku : BERBURU RAMUAN PINTAR
Penulis : Deny Wibisono
Penerbit : Dar! Mizan, Bandung.
Cetakan : I, 2011
Tebal : 152 hal.
ISBN : 978-979-066-656-6
Penulis : Deny Wibisono
Penerbit : Dar! Mizan, Bandung.
Cetakan : I, 2011
Tebal : 152 hal.
ISBN : 978-979-066-656-6
Menjadi pintar tentu menjadi harapan setiap anak yang sedang duduk di bangku sekolah. Mereka rela belajar dengan giat demi mendapatkan nilai yang memuaskan di sekolah. Namun, ada juga sebagian anak yang sangat malas untuk belajar tetapi ingin dapat nilai yang bagus. Tentu saja itu tak mungkin, bukan? Seperti kata pepatah “Rajin Pangkal Pandai, dan Malas Pangkal Bodoh".
Seperti itulah gambaran tokoh Vigo dalam novel anak yang ditulis oleh Deny Wibisono, yang seorang guru ini. Vigo sangat malas untuk belajar, tetapi dia ingin sekali mendapatkan nilai yang tinggi di kelasnya. Tapi, itu hanya harapannya, ia lebih sering mendapatkan nilai di bawah angka 50. Sebenarnya ia juga merasa malu pada teman-temannya, namun ia tak bisa menghilangkan rasa malasnya.
Sampai suatu hari, Vigo diajak berkunjung oleh Nando, teman sekelasnya, ke ruang kerja ayahnya yang seorang dosen dan ilmuwan. Di sana ada sebuah mesin waktu, hasil penemuan sang ilmuwan, yang bisa mengajak siapa saja pergi ke masa depan ataupun masa lalu.
Vigo berpikir di masa depan pasti ada ramuan yang bisa membuatnya pintar dalam sekejap tanpa harus belajar. Juga, ia membayangkan di masa depan pasti semua teknologi serba canggih. Ada mobil yang bisa terbang di angkasa, banyak manusia robot, dan gedung-gedung yang yang menjulang tinggi, seperti dalam gambaran film-film yang sering ditontonnya. Akhirnya, ia nekat menyelinap masuk ke rumah Nando dan pergi ke masa depan dengan mesin waktu untuk mencari ramuan pintar.
Di masa depan, ternyata tak seperti dugaannya. Tak ada mobil terbang, robot, ataupun teknologi super canggih. Bahkan, ia merasa cuaca di masa depan sangat panas, sehingga harus memakai lotion untuk pergi keluar rumah. Anak-anak di masa depan juga lebih sering bermain game dari pada belajar. Tetapi, ia tetap saja ingin mendapatkan ramuan pintar itu.
Novel bergenre petualangan fantasi ini sangat bagus dibaca oleh anak-anak. Banyak sekali pesan-pesan moral yang disisipkan oleh penulis. Dengan bahasa yang ringan, lancar, dengan alur yang mengalir, dan tanpa ada kesan menggurui.
Salah satunya, penulis ingin menanamkan kesadaran pada anak agar selalu menjaga lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya, atau menanam pohon untuk penghijauan, agar tak terjadi pemanasan global yang sangat parah, yang semakin membuat lapisan ozon cepat menipis.
Juga, pesan yang sangat ingin disampaikan penulis adalah menjadi pintar tidak bisa dengan cara cepat. Harus rajin belajar dan pantang menyerah. “....Kalian adalah anak-anak yang rajin dan pantang menyerah. Dengan rajin dan pantang menyerah, kalian akan menjadi anak yang pintar” (hal 122). Itulah sebenarnya ramuan pintar yang terkandung dalam novel ini.
Terakhir, membaca novel ini bukan hanya sekedar menghibur, tetapi anak juga akan mendapatkan nilai-nilai edukatif yang dikemas dengan apik. Dan anak tak akan bosan untuk membacanya hingga tuntas dengan jalinan cerita yang seru. Tak ada salahnya, orang tua membelikan novel ini untuk menemani sang buah hati di saat liburan ini. Selamat membaca.
Diresensi oleh: Muhammad Saleh
Penulis lepas dan penikmat buku, tinggal di Barabai, Kalimantan Selatan.
(//mbs)