MUSIBAH kebakaran di Jakarta sepertinya sudah menjadi hal biasa. Selama 2012 ini, terjadi sekira 560 kebakaran di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebagian besar kebakaran karena kelalaian penggunaan listrik.
Artinya, kebakaran yang selalu merenggut nyawa dan kerugian besar disebabkan karena kelalaian manusia. Seperti kebakaran di perumahan padat penduduk kawasan Tambora, Jakarta Barat. Korsleting listrik digadang-gadang menjadi penyebab kebakaran hebat tersebut.
Sebenarnya, korsleting listrik kemungkinan besar tidak akan terjadi bila semua pihak menjalankan aturan yang sudah baku. Aturan dimaksud berlaku bagi masyarakat pengguna listrik maupun regulator dalam hal ini PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).
Kelalaian yang ditunjukkan sebagian masyarakat adalah dengan mencuri aliran listrik. Aksi kriminal tersebut ternyata menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran. Tanpa instalasi yang benar, korsleting tinggal menunggu waktu.
Masyarakat juga mengacuhkan imbauan PLN agar menggunakan kabel standar untuk instalasi listrik di rumah. Sebagian besar warga berdalih, tidak ingin rugi dengan mengganti kabel baru. Sehingga, kabel yang sudah rentan masih tetap digunakan. Bukan untung, masyarakat justru buntung karena kebakaran tersebut.
Ibarat amplop dan perangko, PLN sebagai regulator pun demikian. PLN tidak tegas dalam menindak pelanggaran seperti pencurian listrik. Bahkan, ada oknum PLN yang justru melindungi pencurian listrik yang dilakukan warga demi beberapa lembar uang.
Sudah saatnya semua pihak bisa sama-sama membantu agar aliran listrik benar-benar menjadi sahabat manusia. Caranya, masyarakat tidak melakukan pencurian listrik yang justru berbuah petaka. Kemudian mengganti instalasi listrik di rumah sesuai prosedur yang sudah ditetapkan.
Kemudian, PLN juga dituntut super tegas menghadapi masyarakat yang bandel dan nekat. Ketegasan PLN secara konsisten, justru bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Ke depan, masyarakat akan berpikir ulang mencuri listrik. Dengan kata lain, aksi berkesinambungan dan ketegasan PLN bisa menyadarkan kelalaian yang dilakukan masyarakat maupun oknum PLN yang nakal.
(fmh)