Penulis : Jostein Gaarder
Tahun : Edisi Gold, IV, Oktober 2011
Penerbit : Mizan
Tebal : 798 halaman.
ISBN : 978-979-433-474-1
Pertama seseorang mendengar kata filsafat pasti di dalam pikirannya sarat dengan pemikiran, penuh teka-teki, abstrak, bertele-tele, rumit, njilmet, memusingkan, dan untuk memahami harus mengernyitkan dahi. Namun tidak pada buku ini, filsafat yang dirasa sukar dipahami dipoles menjadi alur-alur cerita unik dan menarik. Bahasa yang digunakan juga terbilang sangat mudah dipahami untuk buku ukuran bernuansa “filsafat”.
Cerita berawal dari seorang gadis berumur 14 tahun yang berjalan pulang dari sekolahnya. Sophie Amundsen pada mulanya hidup sebagaimana anak seumurannya, suka bermain. Namun siang itu dia dikejutkan oleh surat kecil yang bertujukan padanya. Tertulis di kulit amplom “kepada : Hilde Moller Knag, d/a Sophie Amundsen”. Sangat aneh dan misterius, isinyapun hanya tertuang beberapa kalimat “Siapakah kamu?”. Hanya itu yang tertulis.
Surat pertama masih belum bisa dipecahkan jawabannya oleh Sophie, datang surat berikutnya, sama misteriusnya “Dari mana datangnya dunia?”. Dari pertanyaan inilah Sophie tanpa sadar telah mulai belajar filsafat. Para pembaca juga tanpa sadar telah mulai belajar filsafat. Pengirim surat juga masih misteri, tertera di muka amplop Alberto Knog. Misteri ini terjawab di lembar dua pertiga buku.
Dari buku ini kita tidak hanya belajar tentang filsafat tetapi juga belajar perjalanan filsafat mulai awal perkembangannya sebelum Socrates, yaitu Para Filosof Alam. Filosof yang berpikiran dari mana asalnya alam semesta. Kemudian filosof Democritus, Socrates, Athena, Plato, Aristoteles, Helenisme hingga Sigmud Freud dan Charles Darwin. Semua perjalanan para filosof dirangkai dengan jalan cerita menarik.
Tidak hanya itu Gaarder juga menyuguhi bukunya dengan hal menarik lainnya. Ungkapan permainan Lego adalah permainan paling cerdik di dunia, mengeluarkan kelinci dari topi pesulap, kutu yang ingin keluar dan ingin mengintip ke luar rerumputan yang menjulang. Hal-hal di luar teknis juga menambah misteriusan cerita, melihat bayangan matanya yang berkedip di kaca cermin atau melihat Socrates dan Plato secara langsung.
Sebagimana novel lainnya Gaarder membumbuhi bukunya dengan persahabatan Sophie dengan Joanna (teman sekelasnya) Hermes (hewan peliharaannya) dan tentu saja dengan ibunya juga. Pun, sayangnya filsafat tetaplah filsafat. Tidak semua orang menyukai bacaan filsafat. Meskipun ada kemungkinan orang yang tidak menyukai filsafat akan menyukai novel ini, tidak dapat dipungkiri pula bahwa filsafat membutuhkan pemahaman yang mendalam sehingga hanya membaca novel ini tidak dapat menjadikan seseorang mampu menjadi ahli filsafat. Namun jika kalian hendak menjadi seorang filosof sangat bijak kiranya dengan memulai membaca buku ini.
Hal terpenting bagi siapapun yang ingin menjadi seorang filosof adalah bertanya, keingintahuan yang kuat atau curiosity. Dan orang paling bijaksana di dunia adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, kata Socrates.
Jostein Gaarder adalah seorang penulis berkebangsaan Norwegia. Buku Dunia Sophie merupakan bukunya yang dianggap paling sukses setelah diterjemahkan ke dalam lima puluh tiga bahasa di dunia. Jadi, bagi kalian yang memang suka berpetualang di alam buku, Dunia Sophie dijamin memenuhi kualifikasi sebagai buku yang wajib untuk dibaca. Selamat berpetualang di dunia filsafat!
Achmad Marzuki
Peneliti di Farabi Institute, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang
(//mbs)