news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Di Balik Fenomena Mudik

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Di Balik Fenomena Mudik

Rani Hardjanti - Okezone
Jum'at, 17 Agustus 2012 15:45 wib

MOMENTUM Hari Raya Lebaran identik dengan mudik dan silaturahmi. Bagi para perantau, ritual pulang ke kampung merupakan hal wajib yang dilakukan setiap tahun.  
Mudik dilakukan agar bisa merayakan hari kemenangan bersama orangtua, sanak saudara dan handai taulan di tanah kelahiran. Bagi umat muslim, kemenangan memang sangat pantas setelah satu bulan menjalankan perjuangan puasa dan menjalankan ibadah selama Ramadan.
 
Sosiolog Umar Kayam menjelaskan, mudik sudah terjadi berabad-abad lalu. Awalnya merupakan tradisi primordial masyarakat yang terus terjadi setiap tahun.
 
Kini, berbagai cara dilakukan agar bisa berlebaran di kampung. Bahkan, ada yang nekat menggunakan sepeda motor atau menyulap truk menjadi transportasi massal. Kebanyakan dari mereka rela mejalani perjalanan mudik yang terkadang mengabaikan keselamatan demi sampai di tanah kelahiran.
 
Selama jelang Lebaran khususnya musim mudik, belanja masyarakat pun melonjak tajam. Sebut saja kebutuhan membeli bensin, tiket, oleh-oleh, salam tempel, baju baru, kue, makanan khas hari raya, dan sejumlah atribut Lebaran lainnya.
 
Jika diakumulasikan secara nasional, angkanya pun tidak sedikit. Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadan dan Idul Fitri 2012 sebesar Rp89,4 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar Rp9,1 triliun dibandingkan dengan realisasi outflow periode Ramadan dan Idul Fitri tahun sebelumnya.
 
Momentum ini juga digadang-gadang pemerintah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Jika pada umumnya pertumbuhan ekonomi disokong oleh pergerakan pusat, seperti faktor investasi dan belanja pemerintah, kali ini yang mendominasi justru ekonomi daerah. Anomali ini terjadi lantaran transaksi keuangan banyak di lakukan di daerah.
 
Pergeseran arah perputaran uang ini menjadi bagian hikmah mudik bagi pelaku ekonomi di daerah. Fenomena ini seolah rejeki pun bersilahturahmi hingga pelosok.
 

(rhs)

RESENSI »

Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya
Membaca Gus Dur Lewat Kesufiannya

Bagaimana membaca sepak terjang Gus Dur yang sepertinya tak terbentuk, sehingga sebagaian kalangan menyebutnya The Drunken Mastes van Indonesia? Banyak yang telah membahas spectrum atau dimensi sepak terjang yang sedemikian luas.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Cerita Menimbun BBM
Cerita Menimbun BBM

PEMERINTAH katanya akan menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

ETALASE »

Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu
Peselancar Dunia pun Mencoba Taklukkan Gelombang Tujuh Hantu

Demi memperbaiki catatan rekor di Guiness Book of Rercord, peselancar kawakan asal Inggiris menjajal Gelombang Tujuh Hantu di Kabupaten Pelalawan, Riau.

OPINI »

Bambang Arianto
Nasib PKS dalam Politik BBM
Nasib PKS dalam Politik BBM

Polemik kenaikan BBM nyaris menyulut perseteruan parpol koalisi yang dinahkodai Demokrat versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).