news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Korupsi Berbalut Olahraga

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Korupsi Berbalut Olahraga

Fetra Hariandja - Okezone
Selasa, 04 September 2012 11:07 wib

MASIH melekat dalam ingatan ketika Gubernur Riau Rusli Zainal dengan berapi-api menyatakan proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 tidak akan dikorupsi. Kepastian tersebut disampaikan dalam tatap muka bersama para pemimpin media massa olahraga nasional di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, 27 Januari 2011.

Rusli menjelaskan, proyek pembangunan venue PON diawasi langsung badan terkait seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan auditor independen. Artinya, sangat sulit bagi instansi terkait untuk mencari celah korupsi dalam proyek ini.

Keteguhan dan janji Rusli akhirnya tinggal celoteh belaka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan indikasi dugaan suap Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau. Belum cukup sampai di situ. Badan antikorupsi di Indonesia ini mengembangkan kasus tersebut ke arah pelanggaran hukum pengadaan barang dan jasa PON.

Dalam kasus ini, aparatur negara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kalangan swasta saling bahu membahu memperkaya diri. Sinergi yang benar-benar dilaknat agama dan melanggar undang-undang, terutama terkait tidak pidana korupsi. Terlebih korupsi memanfaatkan momentum agenda olahraga yang menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.

Para individu yang terlibat benar-benar bak setan yang tengah mencari teman menuju neraka. Mereka tidak peduli bagaimana dampak dari korupsi tersebut. Individu yang berbalut pendidikan tinggi itu tanpa berpikir untung dan rugi, merampok uang negara yang berasal dari rakyat Indonesia.

Koruptor seperti bek dalam sepakbola. Sapu bersih bola bila ada di sektor pertahanan. Bedanya, koruptor tetap menyapu bersih, namun merampas uang yang seharusnya diperuntukan untuk kesejahteraan rakyat. Tragisnya, sapu bersih tersebut dilakukan para koruptor dalam PON Riau.

Sebenarnya, korupsi berbalut olahraga bukan hanya terjadi pada PON Riau. KPK juga menemukan indikasi korupsi pada peroyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 dan proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang, Bogor. Pantas bila kita mengklaim, para koruptor di negeri ini menerapkan strategi sapu bersih.

Melihat kondisi ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partai yang memiliki wakil di gedung dewan harus ekstra ketat melakukan pengawasan. Tindak semua aparatur negara dan anggota dewan sesuai aturan belaku. Bangsa ini sudah muak dengan ulah sebagian aparatur negara dan anggota dewan yang bersenang-senang meraup uang negara di tengah penderitaan rakyat.

Meski demikian, PON Riau tetap harus berjalan dengan sukses. Atlet, pelatih dan semua perangkat pertandingan tidak boleh dijadikan tumbal. Negara harus menjamin PON tetap berlangsung, meski sedikitnya 10 orang yang terlibat dalam PON sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Pemerintah dalam hal ini tidak boleh menunda atau bahkan menghentikan agenda PON. Bukan atlet, pelatih dan perangkat pertandingan yang salah. Semua berawal dari aparatur negara yang memiliki mental korupsi. Jadi, negara tidak bisa mengorbankan persiapan atlet, pelatih dan perangkat pertandingan dengan alasan apapun. Harus diingat, korupsi dilakukan aparatur negara, bukan atlet, pelatih dan perangkat pertandingan.

PON Riau harus digelar untuk mencari duta-duta olahraga Merah Putih. Selain kunjungan kenegaraan, olahraga lah yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di negara lain.
(fmh)

RESENSI »

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi
Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Setengah abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri?

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Korupsi Lagi dari Lembaga Bernama Pajak
 Korupsi Lagi dari Lembaga Bernama Pajak

Sudah terjadi berulangkali korupsi yang terjadi di lembaga yang bernama pajak. Patgulipat atau kerjasama di bawah tangan sering dilakukan agar lolos dari kewajiban membayar pajak negara.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ahmad Bhumi Nalaputra
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina

Tindakan unilateral Rusia dalam menduduki daerah Crimea yang merupakan bagian dari negara Ukraina, merupakan preseden buruk bagi kedaulatan negara dan penegakan hukum internasional.