news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Stand-Up Comedy: Media Berdemokrasi Warga Indonesia

getting time ...

RESENSI

Stand-Up Comedy: Media Berdemokrasi Warga Indonesia

Jum'at, 07 September 2012 10:20 wib

Judul : Merdeka Dalam Bercanda
Penulis : Pandji Pragiwaksono
ISBN :978-602-8811-77-4
Penerbit : Bentang
Terbitan : Juni 2012
Tebal : xxiv+192 hlm
Peresensi : Zaitur Rahem

Program acara canda tawa dalam beberapa dekade ini terus mewarnai ruang publik. Program hiburan ini seperti menjadi bagian penting dalam mengisi aktifitas keseharian masyarakat tanah air. Pada mulanya program acara hiburan yang bersifat canda tawa ini biasa saja. Tetapi pada akhirnya menjadi program acara yang menarik hati pemirsa (publik).
 
Ada sejumlah program hiburan 'pengocok perut' yang bisa ditonton di stasiun televisi tanah air. Salah satu program acara ini Stand-Up Commedy. Stand-Up Commedy sendiri adalah sebuah genre di dalam komedi, biasanya satu orang di atas panggung melakukan monolog lucu. Dalam Stand-Up Commedy seseorang melontarkan pengamatan dan pendapatnya dengan bahasan yang jenaka. Stand-Up  ommedy Indonesia sendiri dalam sejarahnya memang sudah ada di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Namun, program hiburan canda tawa ini baru menyeruak beberapa tahun terakhir ini. (hlm 4-5)
 
Pada mulanya Stand-Up Commedy belum menjadi hiburan yang mendapat hati masyarakat Indonesia. Semua itu karena keberadaan Stand-Up Commedy memang belum dimunculkan sebagai salah satu program acara yang bisa dinikmati pemirsa televisi. Tetapi, lambat laun para komedian membawa Stand-Up Commedy ke tengah-tengah pemirsa televisi tanah air.  Dimulai dari Kompas TV, Stand-Up Commedy akhirnya menarik sejumlah stasiun televisi seperti Metro TV. Dari lirikan stasiun televisi yang ada ini Stand-Up Commedy akhirnya menjadi program hiburan yang enak ditonton ribuan pemirsa.

Dari Stand-Up Commedy ini juga melahirkan komedian handal berbakat.  Pentas hiburan canda tawa yang terkemas dalam Stand-Up Commedy tak hanya menjadi tambhan program acara televisi. Stand-Up Commedy ini secara tidak langsung menjadi tanda kehidupan demokrasi yang semakin mapan. Mengapa tidak? Lewat Stand-Up Commedy ini seseorang (komedian) bisa menyampaikan kritik sosial secara tajam. Para Komedian menjadikan  Stand-Up Commedy ini sebagai media perjuangan memerdekakan pikiran. Manfaat inilah yang kemudian menjadikan Stand-Up Commedy Indonesia memiliki makna dimensional, sebagai program hiburan dan media perjuangan. (hlm 148). Buku ini menjadi referensi penting perjalanan Stand-Up Commedy Indonesia.

Pandji Pragiwaksono penulis buku sekaligus komedian ini memncoba membuka pengetahuan baru akan makna Stand-Up Commedy. Meski berbentuk rekaman perjalanan Stand-Up Commedy Indonesia, namun di dalam buku ini diselipkan langkah tekhnis bagaimana menjadi Komedian handal.

Untuk bisa menjadi ahli komedi hebat harus berjuang. Perjuangan itu bisa dilakukan dengan niat yang mantap. Yaitu, komedian senantiasa belajar kepada komedian yang sudah terkenal. Pengalaman para senior akan menjadi pelajaran berharga memasuki dunia Stand-Up Commedy ini. (hlm 149).
Diakhir halaman buku ini penulis juga mencantumkan nama-nama komunitas Stand-Up Commedy yang  ada di belahan tanah air. Jadi, pembaca yang memiliki bakat menjadi komedian bisa membaca buku ini. Siapa tahu, anda bagian dari Komedian Indonesia yang akan tenar namanya. Selamat membaca!

Peresensi: ZAITUR RAHEM
Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya.


(//mbs)

RESENSI »

Antologi Kisah Hidup Orang Sukses
Antologi Kisah Hidup Orang Sukses

Buku bersampul kuning ini kelanjutan Top Words 1. Konsep penulisan Billy Boen tidak jauh berbeda, ia sekadar menggali inspirasi dari para orang sukses. Tujuannya untuk membakar semangat kaum muda bisa berprestasi juga.

SUARA KEBON SIRIH »

Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com
Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com

Macet, jalur alternatif, posko mudik dan semua informasi mengenai mudik yang dibutuhkan akan tersaji dengan fresh dari situs berita www.okezone.com.

CATATAN REDAKSI »

Bersih-Bersih ala Kepala Daerah
Bersih-Bersih ala Kepala Daerah

Langkah sejumlah kepala daerah untuk menertibkan aparat di lingkungan kerja mereka perlu untuk didukung.

ETALASE »

Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'
Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'

Ihwal Gampong Pande atau Kampung 'Seribu Nisan' bermula saat Sultan Johan Syah mendirikan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya di tepian Sungai Aceh atau Kuala Naga, pada 1 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205 Masehi.

OPINI »

Deny Humaedi Muhammad
Berkah Korupsi Birokrasi
Berkah Korupsi Birokrasi

Dunia publik baik di ranah entertainment  maupun parlement selalu menjadi pusat perhatian masyarakat.