news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Stand-Up Comedy: Media Berdemokrasi Warga Indonesia

getting time ...

RESENSI

Stand-Up Comedy: Media Berdemokrasi Warga Indonesia

Rabu, 19 September 2012 10:55 wib

Judul : Merdeka Dalam Bercanda
Penulis : Pandji Pragiwaksono
ISBN :978-602-8811-77-4
Penerbit : Bentang
Terbitan : Juni 2012
Tebal : xxiv+192 hlm

Program acara canda tawa dalam beberapa dekade ini terus mewarnai ruang publik. Program hiburan ini seperti menjadi bagian penting dalam mengisi aktifitas keseharian masyarakat tanah air. Pada mulanya program acara hiburan yang bersifat canda tawa ini biasa saja. Tetapi pada akhirnya menjadi program acara yang menarik hati pemirsa (publik).

Ada sejumlah program hiburan 'pengocok perut' yang bisa ditonton di stasiun televisi tanah air. Salah satu program acara ini Stand-Up Commedy. Stand-Up Commedy sendiri adalah sebuah genre di dalam komedi, biasanya satu orang di atas panggung melakukan monolog lucu. Dalam Stand-Up Commedy seseorang melontarkan pengamatan dan pendapatnya dengan bahasan yang jenaka. Stand-Up  commedy Indonesia sendiri dalam sejarahnya memang sudah ada di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Namun, program hiburan canda tawa ini baru menyeruak beberapa tahun terakhir ini. (hlm 4-5)

Pada mulanya Stand-Up Commedy belum menjadi hiburan yang mendapat hati masyarakat Indonesia. Semua itu karena keberadaan Stand-Up Commedy memang belum dimunculkan sebagai salah satu program acara iyang bisa dinikmati pemirsa televisi. Tetapi, lambat laun para komedian membawa Stand-Up Commedy ke tengah-tengah pemirsa televisi tanah air.  Dimulai dari Kompas TV, Stand-Up Commedy akhirnya menarik sejumlah stasiun televisi seperti Metro TV. Dari lirikan stasiun televisi yang ada ini Stand-Up Commedy akhirnya menjadi program hiburan yang enak ditotnton ribuan pemirsa.

Dari Stand-Up Commedy ini juga melahirkan komedian handal berbakat.  Pentas hiburan canda tawa yang terkemas dalam Stand-Up Commedy tak hanya menjadi tambhan program acara televisi. Stand-Up Commedy ini secara tidak langsung menjadi tanda kehidupan demokrasi yang semakin mapan. Mengapa tidak? Lewat Stand-Up Commedy ini seseorang (komedian) bisa menyampaikan kritik sosial secara tajam. Para Komedian menjadikan  Stand-Up Commedy ini sebagai media perjuangan memerdekakan pikiran. Manfaat inilah yang kemudian menjadikan Stand-Up Commedy Indonesia memiliki makna dimensional, sebagai program hiburan dan media perjuangan. (hlm 148). Buku ini menjadi referensi penting perjalanan Stand-Up Commedy Indonesia. Pandji Pragiwaksono penulis buku sekaligus komedian ini memncoba membuka pengetahuan baru akan makna Stand-Up Commedy. Meski berbentuk rekaman perjalanan Stand-Up Commedy Indonesia, namun di dalam buku ini diselipkan langkah tekhnis bagaimana menjadi Komedian handal.

Untuk bisa menjadi ahli komedi hebat harus berjuang. Perjuangan itu bisa dilakukan dengan niat yang mantap. Yaitu, komedian senantiasa belajar kepada komedian yang sudah terkenal. Pengalaman para senior akan menjadi pelajaran berharga memasuki dunia Stand-Up Commedy ini. (hlm 149).

Diakhir halaman buku ini penulis juga mencantumkan nama-nama komunitas Stand-Up Commedy yang  ada di belahan tanah air. Jadi, pembaca yang memiliki bakat menjadi komedian bisa membaca buku ini. Siapa tahu, anda bagian dari Komedian Indonesia yang akan tenar namanya. Selamat membaca!

Peresensi: Zaitur Rahem
ZAITUR RAHEM, Mahasiswa Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya.


(//mbs)

RESENSI »

Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan
Menyingkap Kristal-Kristal Hikmah Kehidupan Kosmopolitan

Di tengah berkelumitnya kehidupan, seakan makin sulit bagi kita untuk memadukan rasa dan pikiran.

SUARA KEBON SIRIH »

Awak Media Dotcom "Berguru" Ilmu Online di Okezone
Awak Media <i>Dotcom</i> Online di Okezone">

BERBAGI ilmu tidak hanya berlaku untuk guru kepada muridnya saja, sesama teman, sahabat, rekan kerja pun bisa. Bahkan, di dunia bisnis pun berlaku demikian. Saling berbagi ilmu tanpa "menjatuhkan" satu sama lain.

CATATAN REDAKSI »

Bukti Lagi Parpol Tak Punya Kaderisasi
 Bukti Lagi Parpol Tak Punya Kaderisasi

SEJUMLAH Partai politik peserta Pemilu 2014 dinyatakan tak bisa menyertakan daftar calon anggota legislatifnya karena tak memenuhi unsur quota perempuan.

ETALASE »

Gelombang Tujuh Hantu di Sungai Kampar
Gelombang Tujuh Hantu di Sungai Kampar

Tak cuma laut, sungai juga bisa menghasilkan gelombang tinggi mencapai enam meter. Dahsyat dan membahayakan. Gelombang tinggi terjadi setiap hari, namun yang paling dahsyat di akhir tahun.

OPINI »

Ardi Winangun
Gebrakan-Gebrakan Taufiq Kiemas
Gebrakan-Gebrakan Taufiq Kiemas

Kepergian Ketua MPR Taufiq Kiemas untuk selamanya pada 8 Juni, Sabtu petang, di Singapore General Hospital, Singapura, membawa rasa sedih bagi seluruh rakyat Indonesia.