news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Mencari Jodoh Ideal dalam Pandangan Islam

getting time ...

RESENSI

Mencari Jodoh Ideal dalam Pandangan Islam

Rabu, 26 Desember 2012 10:50 wib

Judul buku : Tuntunan Melamar dan Menikah Secara Islami untuk Pria dan Wanita
Penulis    : M. Sanusi
Penerbit : Diva Press
Cetakan I : Oktober 2012
Tebal : 155 halaman

Selama ini mencari jodoh identik dengan pacaran. Hampir seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum mudah-mudi melakukan pacaran terlebih dahulu sebelum menikah. Padahal tidak demikian dalam ajaran Islam. Proses mencari jodoh memang bukan seperti “membeli kucing dalam karung”, tapi tidak juga dicoba dulu baru beli, kemudian “habis manis sepah dibuang”.
    
Islam mempunyai konsep yang jelas dan mudah dalam mencari jodoh. Agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan humanitas. Tuntunannya sudah jelas dalam Alquran dan hadits, mulai dari cara mencari jodoh, kriteria-kriteria yang harus diperhatikan, cara mengikat calon tersebut agar bisa berakhir di pelaminan, cara melamar yang baik dan benar, serta tentu saja tuntunan ketika seseorang mau melangsungkan pernikahan.
    
Dalam hal ini, Islam tidak hanya sekadar memberikan dalil, akan tetapi juga mencoba memahami perasaan cinta dan kasih sayang di antara lawan jenis, pria dan wanita. Sebab, nabi Sang penyampai Islam adalah manusia, yang juga menikah seperti manusia lainnya.
    
Atas dasar pentingnya perkara tersebut, M. Sanusi merangkum tuntutan dan kiat mencari jodoh yang ideal secara islami tersebut dalam buku Tuntunan Melamar dan Menikah Secara Islami untuk Pria dan Wanita. Buku ini cukup sistematis dan praktis, sehingga dapat mudah dipahami dan dipraktikkan oleh siapa saja yang ingin melangkah ke pelaminan.
    
Buku ini mencoba menghadirkan panduan tentang tata cara mencari jodoh, melamar, dan menikah secara islami. Termasuk dalam hal ini, aspek-aspek yang hendaknya dimiliki oleh setiap laki-laki dan perempuan saat sedang dalam tahap mencari jodoh, tahap khitbah atau melamar, serta tahap menuju pernikahan nantinya.
    
Pembahasan buku ini dimulai dengan menjelaskan tentang makna dan tujuan pernikahan itu sendiri. Karena tujuan inilah yang nantinya akan mempengaruhi langkah selanjutnya menuju pelaminan. Dalam menjelaskan tujuan pernikahan, penulis buku ini mengutip pendapat ulama terkemuka asal Mesir, Abdullah Nasikh ‘Ulwan. Menurutnya pernikahan bertujuan untuk; melestarikan keturunan, memelihara nasab, menyelamatkan masyarakat dari degradasi moral, dan sebagai tempat pembentukan rumah tangga ideal dan pendidikan anak yang penuh dengan cinta kasih (hlm. 13-17).
    
Pembahasan terpenting dalam buku setebal 155 halaman ini adalah tentang kriteria pasangan ideal itu sendiri. Perlu digarisbawahi bahwa memilih pasangan hidup tidak sama dengan memilih baju atau pakaian, yang langsung bisa dibuang jika tidak cocok. Persoalan mencari pasangan hidup atau calon pendamping hidup adalah persoalan yang berat (hlm. 21).
    
Dalam hal memilih jodoh tidak bisa sembarangan. Pasangan yang hendak dipilih harus benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh agama. Karena masalah pasangan hidup adalah masalah dunia dan akhirat. Mencari pasangan hidup tidak hanya sekarar untuk melampiaskan hawa nafsu, tapi juga untuk menjadikan sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah yang mampu melahirkan generasi yang baik.
    
Oleh sebab itu, memilih jodoh harus cermat. Sebab, apabila seorang muslim sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya, berarti ia menjadi bagian dari hidupnya. Wanita itu yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga, dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya. Demikian pula pria, ia menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya, dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak-istrinya.
    
Adapun kriteria ideal dalam mencari jodoh menurut Islam adalah teguh beragama (hlm. 22). Rasulullah SAW menjamin kebahagiaan dan keberuntungan bagi seseorang yang memilih calon pendamping hidup berdasarkan agamanya. Dalam sebuah haditsnya disabdakan, “perempuan dinikahi karena empat faktor; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, maka engkau akan beruntung”.
    
Kriteria yang tak kalah pentingnya adalah penyayang dan subur. Dengan kriteria ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang bisa melanjutkan perjuangan Islam sebagaimana tujuan pernikahan itu sendiri. Wanita yang sehat dan kuat fisiknya biasanya mampu melahirkan banyak anak. Selain dapat dapat memikul beban rumah tangga, ia juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak dan menjalankan tugas sebagai isteri yang sempurna (hlm. 31)
    
Selanjutnya adalah memilih perempuan yang perawan. Hal ini dikarenakan biasanya wanita perawan lebih mesra dan lebih mudah hamil dari pada yang janda. Kemesraan itu sendiri dapat menciptkan keharmonisan dalam rumah tangga. Sementara bagi kalangan wanita yang mencari pasangan suami hendaknya mengutamakan laki-laki yang mampu memberi nafkah, baik lahir maupun batin (hlm. 35). Namun demikian, ia tetap harus memperhatikan kebaikan agamanya dan memprioritaskannya dari pada kriteria yang lain.
    
Kriteria lain yang perlu diperhatikan adalah mengutamakan orang yang jauh dari kekerabatan, kafa’ah (sekufu), dan menyenangkan jika dipandang. Semua kriteria yang telah dijelaskan oleh Islam ini tidak lain untuk kepentingan pasangan suami istri itu sendiri baik di dunia maupun di akhirat. Agar mereka semua menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, seperti yang diinginkan oleh semua orang.
    
Singkat kata, buku ini mengajak pembaca semua untuk lebih hati-hati mencari pasangan hidup, apalagi di tengah-tengah kehidupan yang saat ini dilanda krisi moral. Maka dari itu, kembali kepada al-Quran dan hadits dalam memilih jodoh merupakan solusi terbaik dalam mencari pasangan demi menciptkan keluarga baik dan bahagia yang mampu melahirkan dan menciptakan generasi yang baik di masa mendatang.

Peresensi: Muhammad Rajab
Penikmat buku dan Staff Pengajar di Al-Izzah International Islamic Boarding School Batu

(//mbs)

RESENSI »

Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!
Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!

Ketika membaca, mendengar atau mengatakan kata Dajjal, yang pertama terpikirkan adalah apakah Dajjal sudah dekat?

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi
BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi

Baru-baru ini, anggota Tim Transisi Jokowi melontarkan pernyataan mengejutkan soal kenaikan harga BBM.

ETALASE »

"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

OPINI »

Media dan "Revolusi Mental"
Media dan

ADA satu istilah baru yang menarik dalam konstelasi politik belakangan ini, yakni Revolusi Mental.