news okezone.com
Okezonenews » Home » Opini » Upaya Penyelamatan Bumi

getting time ...

OPINI

Ferry Ferdiansyah

Upaya Penyelamatan Bumi

Selasa, 22 Januari 2013 11:08 wib

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan penanaman pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, Selasa (8/1/2013). Gerakan yang diwacanakan SBY tahun 2010 lalu, sempat diremehkan beberapa pihak. Namun hanya dalam dua tahun, target 1 miliar pohon ini pada akhirnya  tercapai, bahkan bisa melampaui target.

Secara nasional capaian realisasi gerakan menanam pohon selama tiga tahun terakhir telah melebihi target penanaman, pada 2010 tertanam sebanyak 1,3 miliar pohon atau 130 persen. Tahun 2011 tertanam 1,5 miliar pohon atau 150 persen dan sampai  dengan akhir bulan oktober 2012, realisasi penanaman telah mencapai 732 juta batang (70%).

Antusias aksi penanaman pohon pada tahun 2007, sudah serentak bergulir dinegeri ini. Seperti, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Kecil Menanam Dewasa Memanen. Pada tahun 2008, telah dilakukan pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional melalui Keputusan Presiden  (Kepres) nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Kepres ini sekaligu menetapkan setiap tanggal 28 November sebagai “Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI)”, dan Desember sebagai “Bulan Menanam Nasional”.

Sejak adanya Keppres tersebut maka pada tahun 2009 terdapat gerakan “One Man One Tree” (OMOT). Selanjutnya sejak tahun 2010 menjadi Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon atau “One Billion Indonesian Trees” (OBIT). Tahun ini, gerakan menanam kembali telah dilakukan di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Bahkan, gerakan menanam pohon sudah digalakkan untuk seluruh kabupaten di Indonesia.

Kesadaran akan kondisi bumi yang semakin mengenaskan mengugah kesadaran dari masyarakat Indonesia akan eksitensi bumi bagi kelangsungan hidup umat manusia. Seperti penulis ketahui, manfaat pohon untuk kelangsungan hidup semua mahluk  yang menempati bumi ini. Langkah ini sangat penting, dan tidak bisa di kesampingkan.
Pohon yang ditanam oleh manusia, bukan hanya sebatas melindungi dari kerusakan lingkungan. Namun memberi sumber penghidupan bagi semua makhluk hidup, terbukti dengan adanya tanaman disekitar kita mampu menyerap karbonmonoksida dan memproduksi oksigen. Tanpa adanya tanaman dalam kehidupan, akan menciptakan ketidakseimbangan dalam lingkungan yang berdampak bagi kehidupan manusia.

Di mata internasional, Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang berkomitmen melestarikan lingkungan. Bahkan negara yang memiliki hutan cukup luas di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat keberadaan hutan  yang di miliki Indonesia  lebih dari 67 persen keberadaan hutan di dunia.
 
Hutan di Indonesia, tidak hanya berguna bagi Indonesia, tetapi seluruh dunia, sehingga Indonesia dianggap sebagai paru-paru dunia. Tidak mengherankan dari kenyataan ini sampai diadakannya perjanjian Indonesia dengan negara lain dalam upaya penyelamatan hutan.

Upaya melestarikan hutan genjar secara massif didengungkan Pemerintah Indonesia dalam berbagai forum baik yang bersifat regional maupun internasional, seperti dalam forum Komisi Tingkat Tinggi Rio+20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 20-22 Juni 2012 lalu, SBY dengan tegas memberikan sumbangkan pemikiran, pandangan, dan rasa kepedulian dirinya terhadap pentingnya pertumbuhan berkelanjutan dan berkeadilan bagi tatanan global.

Komitmen Indonesia untuk mengubah model pembangunan Indonesia ke arah ekonomi hijau dengan menekankan pada pertumbuhan kesejahteraan tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan. Konsep ini, menitik beratkan pada pembangunan yang diarahkan untuk mencapai tiga sasaran besar, yaitu pertumbuhan ekonomi yang akan menjamin lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan, perlindungan lingkungan, khususnya fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta keadilan sosial.

Konsep ekonomi hijau yang selama ini didengungkan menunjukan kepedulian bangsa ini terhadap lingkungan. Sejumlah pendekatan pembangunan ekonomi hijau itu sendiri, diwujudkan dalam sejumlah komitmen antara lain rencana penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 26 persen sampai 41 persen, melalui pembangunan ekonomi rendah emisi karbon.

Lingkungan selama ini, memiliki arti penting bagi manusia. Guna memelihara bumi, diperlukan sebuah kesadaran yang cukup besar. Penulis akui, untuk mengubah cara pandang seseorang tidak lah mudah apa lagi untuk mengembangkan kebijakan berbasis lingkungan.

Konsep menjaga dan melestarikan lingkungan, diperlukan sebuah kesadaran yang kuat dari individu masing-masing. Sudah menjadi kewajiban bersama, bukan sebatas tanggung jawab pemerintah, agar konsep ini dapat terlaksana dengan baik, untuk itu diperlukan  kesadaran dalam diri setiap manusia.

Selain dari kesadaran itu sendiri, dibutuhkan komitmen politik untuk melaksanakan agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berkeadilan. Campur tangan negara sangat dibutuhkan, tujuannya untuk mengontrol guna menjaga keseimbangan antara masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan hidup.
Filsuf Norwegia, Arne Naess, yang terkenal dengan konsep deep ecology pernah menyatakan, krisis lingkungan hidup yang terjadi dewasa ini hanya bisa diatasi dengan cara mengubah secara fundamental dan radikal cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungannya. Kerusakan lingkungan memang tidak bisa dipandang secara parsial.

Dalam pemikiran antroposentris, manusia dianggap sebagai pusat dalam mengatasi berbagai masalah. Namun, sesuai dengan konsep deep ecology Arne Naess, upaya mengatasi persoalan lingkungan hidup tidak dapat hanya berpusat pada manusia melainkan harus berpusat pada makhluk hidup secara keseluruhan. Ideologi kerakusan. Tidak terpenuhinya hak-hak dasar manusia dan terus terjadinya ketidakadilan lingkungan menjadikan bumi  semakin rentan.

Pernyataan ini dapat diartikan sebagai pemahaman akan penanaman sebuah etika didalam lingkungan kehidupan yang pada akhirnya menuntun umat manusia berinteraksi dengan dengan lingkungan hidup secara sehat.
Dapat dibayangkan, jika secara keseluruhan gerakan penanaman pohon yang dicanangkan Yudhoyono dilakukan di seluruh dunia, maka akan menjadi kekuatan yang bisa menjaga bumi dari kerusakan. Ajakan menanam pohon serta melestarikan lingkungan yang digerakan kepala negara, setidaknya menyadarkan kita sebagai penghuni bumi ini akan arti penting melestarikan alam yang merupakan tanggung jawab bersama. Tanggung jawab ini, selayaknya diwariskan oleh anak cucu kita di masa akan datang.

Ferry Ferdiansyah
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Mercubuana (UMB) Jakarta
Program Studi Magister Komunikasi


(//mbs)

RESENSI »

Antologi Kisah Hidup Orang Sukses
Antologi Kisah Hidup Orang Sukses

Buku bersampul kuning ini kelanjutan Top Words 1. Konsep penulisan Billy Boen tidak jauh berbeda, ia sekadar menggali inspirasi dari para orang sukses. Tujuannya untuk membakar semangat kaum muda bisa berprestasi juga.

SUARA KEBON SIRIH »

Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com
Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com

Macet, jalur alternatif, posko mudik dan semua informasi mengenai mudik yang dibutuhkan akan tersaji dengan fresh dari situs berita www.okezone.com.

CATATAN REDAKSI »

Mudik Santun demi Nyawa
Mudik Santun demi Nyawa

Mudik secara santun sama artinya Anda sangat menghargai mahalnya nyawa.

ETALASE »

Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'
Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'

Ihwal Gampong Pande atau Kampung 'Seribu Nisan' bermula saat Sultan Johan Syah mendirikan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya di tepian Sungai Aceh atau Kuala Naga, pada 1 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205 Masehi.

OPINI »

Sulaiman
Menunggu Kenegarawanan Aktor Politik
Menunggu Kenegarawanan Aktor Politik

Patut tersenyum lega, akhirnya pemilu 9 Juli berjalan seperti didamba. Setidaknya jutaan rakyat Indonesia yang terbelah ke dalam dua kubu akibat preferensi politik masing-masing tidak terpicu pada tindakan-tindakan anarkis.