news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Data Intelijen, Presiden Bakal Digoyang

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Data Intelijen, Presiden Bakal Digoyang

M Budi Santosa - Okezone
Selasa, 05 Maret 2013 09:44 wib

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum berangkat melawat ke Jerman dan Hungaria, Minggu (3/3/2013) menyitir laporan intelijen, bahwa ada elit politik yang mencoba menggoyang kepemimpinan nasional. Bahasa lugasnya ada gerakan untuk impeachment Presiden.

Pernyataan Presiden tentu saja memiliki makna yang dalam dan penting. Bagaimanapun Presiden adalah representasi dari Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Tentu saja, apa yang dialami seorang Presiden, akan berdampak luar biasa pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sitiran Presiden SBY atas data intelijen, bukan kali pertama. Sewaktu marak isu terorisme, SBY juga pernah menyebutkan bahwa dirinya menjadi target serangan kelompok teroris.

Pernyataan Presiden yang begitu gamblang bahwa data yang disampaikan merupakan data intelijen, tentu memberikan pengaruh kuat. Bagaimanapun data intelijen A1, akan sangat mempengaruhi keamanan dan ketahanan negara. Tentu saja, karena begitu pentingnya data intelijen itu, biasanya tidak diungkap ke publik secara terbuka. Cukup data itu sebagai bahan analisis dan kemudian diterjemahkan dalam berbagai program kontra-intelijen ataupun program lain yang sifatnya untuk menekan dan menghilangkan dampak negatifnya.

Maksud Presiden mengungkapkan data intelijen ini tentu saja bisa dimaknai beraneka ragam. Yang paling sederhana, pernyataan Presiden adalah untuk memberikan psywar kepada lawan politiknya, bahwa gerakan mereka untuk "impeachment" sudah diketahui dan tentunya diharapkan mereka mundur teratur. Makna berikutnya, bisa dibayangkan bahwa Presiden sedang memberikan dampak stimulus kepada masyarakat bahwa dirinya sedang terancam. Bangsa ini terancam. Apa sebabnya? Karena Presiden akan digoyang. Tafsiran lainnya tentu masih banyak lagi.

Data intelijen yang disampaikan Presiden itu tentu saja valid, karenanya hal yang harus disampaikan kepada para elit politik adalah, janganlah membuat kekacauan baru di negeri ini. Bangsa ini sudah tidak menerima lagi gerakan-gerakan extraordinary sebagaimana people power 1998 silam. Bangsa ini membutuhkan ketertiban dan keteraturan untuk terus melaju dan membangun. Ongkos politik dan ongkos sosial dari gerakan-gerakan extraordinary begitu besar. Dan, siapapun yang kemudian memenangkan "pertarungan" itu belum tentu akan mendapatkan dukungan rakyat.

Hal yang perlu dilakukan saat ini adalah, menyiapkan kader bangsa untuk mengisi posisi-posisi strategis di saat Pesta Demokrasi pada 2014 mendatang. Tahun 2013 dan Tahun 2014 harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyejukkan. Suasana politik yang sudah memanas, mesti diimbangi kesadaran penuh dari kalangan elit politik untuk bisa menahan diri dan keinginan kuat menciptakan harmoni demi keutuhan bangsa dan negara ini.
(mbs)

RESENSI »

Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!
Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!

Ketika membaca, mendengar atau mengatakan kata Dajjal, yang pertama terpikirkan adalah apakah Dajjal sudah dekat?

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi
BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi

Baru-baru ini, anggota Tim Transisi Jokowi melontarkan pernyataan mengejutkan soal kenaikan harga BBM.

ETALASE »

"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

OPINI »

Media dan "Revolusi Mental"
Media dan

ADA satu istilah baru yang menarik dalam konstelasi politik belakangan ini, yakni Revolusi Mental.