news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Buah Kepasrahan dalam Teka-Teki Cinta

getting time ...

RESENSI

Buah Kepasrahan dalam Teka-Teki Cinta

Senin, 11 Maret 2013 09:37 wib

Judul buku : Air Mata Nayla; Kaukah Bidadari Itu?
Penulis : Muhamad Ardiansha el-Zhemary
Penerbit : Najah
Cetakan I : Okteober 2012
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-7641-73-0

Semua orang tentu paham bahwa jodoh urusan Tuhan. Tidak ada yang tahu, siapa, kapan dan di mana jodoh tersebut. Terlepas dari takdir itu, semua orang pasti berharap orang yang dicintainya-lah yang akan menjadi jodohnya. Namun, terkadang jodoh yang diharapkan itu belum tentu sesuai dengan kenyataan. Banyak hal yang menyebabkannya demikian, misal karena paksaan perjodohan orang tua. Inilah kisah menegangkan tentang teka-teki jodoh yang penuh misteri.

Novel Air Mata Nayla; Kaukah Bidadari Itu? ini menyajikan cerita apik tentang perjuangan seorang lelaki bernama Hanif dalam mencari cinta. Kesabaran dan kepasrahan terhadap takdir cinta ia lakukan demi kepatuhan kepada kedua orang tuanya yang telah menjodohkannya dengan seorang wanita. Inilah yang menjadi salah satu kunci kekuatan Hanif dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan teka-teki. Karena tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi dalam alur cerita kehidupan ini kecuali Yang Maha Mengetahui.

Alkisah bermula saat Hanif, seorang pemuda yang mengalami amnesia sangat merasa tersiksa dan harus berjuang keras agar ingatannya kembali. Kejadiaan ini berawal ketika Hanif pergi ke Kalimantan untuk mewujudkan perjodohan yang diinginkan keluarganya. Dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi Hanif mengalami kecelakaan  hingga membuatnya terdampar dan kehilangan segalanya termasuk ingatannya.

Beruntung masih ada orang yang berbaik hati, Pak Aziz yang menemukannya memberinya nama baru, Ahmad Leonardo. Selain mendapatkan kasih sayang layaknya anak sendiri, Hanif juga disekolahkan di salah satu sekolah terdekat. Di sekolah barunya inilah kisah baru di mulai. Hanif menemukan setitik cinta dalam dirinya. Hanif bertemu dengan seorang gadis cantik bermata indah, Nayla. Wanita tersebut selalu menghiasi hidupnya hari demi hari.

Di saat kisah cinta baru saja di mulai, ingatan  Hanif kembali hadir setelah Hanif dianiaya hingga tak sadarkan diri. Kembalinya ingatan Hanif ini harus dibayar mahal dengan hilangnya memori keluarga baru saat amnesia. Keadaan ini membuat Hanif berada dalam suasana yang sangat membingungkan. Pilihan antara harus menjalani perintah dari keluarganya dan menjalani hari-hari indah saat bersama keluarga barunya.

Bayangan tentang Nayla pun belum juga dapat hilang dari benak Hanif, entah kenapa air mata yang meleleh dari kelopak mata gadis itu membuat Hanif  terus membeku dalam ketakutan. Hati kecil yang tengah sepi selalu berbisik dalam takut (hal. 156). Air mata Nayla membuat Hanif sadar bahwa ia sangat mencintai Nayla, hingga tak sampai hati meninggalkannya begitu saja untuk menjemput bidadari lain yang belum pernah ia temui. Kekuatan cinta di balik air mata Nayla Inilah menjadikan Ardiansha mengabadikannya dalam judul novel ini.

Di sinilah ujian paling berat bagi Hanif dalam pengalaman cintanya. Ia dihadapkan pada dua pilihan, antara memilih Nayla atau wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya. Ia harus memilih harus taat kepada keinginan orang tuanya atau mempertahankan cintanya bersama Nayla. Perasaan bersalah selalu menggeluti pikiran Hanif kepada Nayla karena telah mengenal dan mencintainya. Akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf kepada gadis bermata indah itu karena harus meninggalkannya. Permintaan maaf Hanif dibalas dengan kata sayang dari Nayla yang diiringi linangan air mata (hal. 194-196).

Berbekal keyakinan dalam hati, tawakkal,  kepasrahan, dan berserah diri kepada Sang Pemilik Jagad Raya, Hanif akhirnya memilih berangkat ke rumah kyai Jazuli, ayah dari Neng Afiya, wanita yang dijodohkan oleh keluarganya. Di sinilah buah dari kepasrahan Hanif dalam teka-teki cinta yang dihadapinya mulai nampak. Yakni sebuah kejutan menggemberikan bagi Hanif.

Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu, Hanif bertemu Neng Afiya yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak. Bergetar hati Hanif saat pandangannya beradu dengan calon bidadarinya yang akan menjadi pelengkap separuh imannya. Bibirnya membisu bahagia, hatinya tak berhenti bertasbih. Seakan mimpi, pandangan Hanif masih terpaku pada sosok anggun nan bersinar wajahnya. Ingatannya langsung mundur mencari nama gadis bermata indah Afiyatul Naylaturrahmah, gadis yang dicintainya itu ternyata gadis yang dijodohkan oleh keluarganya (hal. 314-316).

Cerita dalam novel ini sangat kontekstual. Banyak orang yang mengalami kasus seperti yang dialami Hanif. Sikap Hanif untuk memilih pasrah pada Sang Maha Mengetahui dan taat kepada orang tua dengan tulus walaupun harus mengorbankan yang dicintainya patut ditiru. Karena, tidak ada balasan dari ketulusan sejati kecuali kebaikan yang datang dengan tanpa disangka-sangka.

Pada intinya, novel ini mengajak para pembaca semua untuk memahami hakikat kepasrahan cinta. Di balik kepasrahan sejati inilah terdapat hikmah dan buah kebaikan yang cukup rahasia. Tak ada orang yang tahu, hingga waktunya tiba, ia akan datang dengan tanpa terduga. Demikian halnya dengan ujian dalam perjalanan cinta, baik suka maupun duka, hendaknya selalu didasarkan pada hukum Tuhan. Banyak sisi positif  yang disajikan dari kisah karya Muhammad Ardiansha el-Zhemary ini. Dengan diiringi bait-bait puisi yang sangat memukau membuat novel ini sangat dianjurkan untuk dibaca.

Peresensi : Rahmah Farihatus Sholihah
Guru di SMP Al-Izzah International Islamic Boarding School Kota Batu


(//mbs)

RESENSI »

Kejar Mimpi, Sukses Didapat
Kejar Mimpi, Sukses Didapat

"Lentera jiwa takkan pernah redup bila kita sendiri tak menghendakinya.  Meskipun sumbunya kecil, nyalanya bisa menerangi kegelapan, menunjukkan kebahagiaan ke berbagai penjuru kalau kita mau menyalakannya.” ~Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Otak Atik Koalisi Menuju RI 1
Otak Atik Koalisi Menuju RI 1

HASIL Pemilihan Legislatif masih dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum. Jika berkaca dengan hasil penghitungan cepat atau quick count, maka PDI Perjuangan menjadi pemenang, disusul oleh Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ferry Ferdiansyah
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan

Setelah sempat mengalami tarik ulur, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Maret 2014 lalu, menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2014, tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial.