news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Pelajar yang Memprihatinkan

getting time ...

RESENSI

Pelajar yang Memprihatinkan

Senin, 01 April 2013 10:22 wib

Judul Buku: Pelajar Dalam Bahaya
Penulis: M. Saekan Muchit dan Muhamad Mustaqim
Penerbit: Idea Press Yogyakarta
Tahun Terbit : Januari 2013
Jumlah halaman : xii + 204 halaman
ISBN : 978-6028-690-348

Kenakalan remaja, selalu menjadi masalah kontemporer yang selalu ada. Dan pelajar adalah entitas yang selalu melekat dalam diri remaja. Beberapa fenomena tawuran pelajar yang beberapa waktu lalu sampai memakan korban nyawa menjadi bukti betapa pelajar kita berada dalam ambang yang memprihatinkan.

Buku ini memberi gambaran cukup lengkap tentang karakter dan kecenderungan pelajar. Buku yang merupakan hasil survei ini mengulas tentang beberapa pandangan pelajar tentang dirinya dan lingkungannya. Beberapa fenomena yang menjadi kajian survei dalam buku ini diantaranya adalah fenomena tawuran, guru dan kekerasan, peran orang tua, realitas pelajar dan budaya pop pelajar. Karena merupakan hasil survei, maka buku ini menampilkan diagram dan angka hasil survei, yang akan memudahkan pembaca untuk mengetahui secara singkat hasil survei tersebut.
 
Meskipun survei ini dilakukan dalam lingkup Kabupaten Kudus, di mana responden yang dibidik adalah pelajar pada jenjang SMA, SMK dan MA, namun tidak menutup kemungkinan hasil survei ini merupakan gambaran umum tentang kecenderungan pelajar di negeri ini.
 
Yang tidak kalah menarik, ada beberapa catatan analisis penulis terhadap hasil survei, yang berisi tentang analisi penyebab kecenderungan, serta tawaran solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Survei yang dilakukan pada bulan November 2012, dengan sampel berjumlah 1.465 orang pelajar  ini memberi gambaran tentang tipologi pelajar yang terkait erat dengan berbagai problermatika yang mengitarinya. Tak heran, dalam beberapa item pertanyaan, menunjukkan hasil yang cukuup mengejutkan, yang barngkali tidak pernah kita menduganya.

Misalnya ketika pelajar ditanya pendapatnya tentang guru yang melakukan kekerasan ketika dilaporkan ke aparat hukum/polisi, maka jawabanya cukup mengejutkan. Sebanyak 69 persen pelajar menjawab setuju, jika guru yang melakukan kekerasan dilaporkan ke polisi. Sedangkan pelajar yang menjawab tidak setuju hanya 28 persen. Selebihnya, yakni 3 persen pelajar abstain atau tidak  menjawab pertanyaan (hal 83).
Dalam hal ini, penulis menganggap hal ini sebagai sebuah anomali pendidikan. Adalah sebuah hal yang aneh, ketika siswa setuju bila gurunya dilaporkan ke polisi, mengingat guru merupakan sosok yang harus dihormati, atau dalam terminologi jawa, harus di-gugu dan di-tiru. Namun boleh jadi kecenderungan pelajar ini dilatar belakangi oleh menguatnya kesadaran hukum di kalangan pelajar. Setiap bentuk kriminalitas, yang dalam hal ini kekerasan bisa masuk di dalamnya, harus diproses secara adil dalam hukum. Jika kecenderungan ini benar, maka hal ini adalah sebuah perkembangan pendidikan demokrasi yang cukup signifikan. Namun jika yang motivasi melaporkan guru karena faktor dendam dan bargaining materi, maka hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan.

Pada bagian lain, akan diulas tentang budaya pop yang mengitari kehidupan pelajar. Ada beberapa item pertanyaan survei yang terkait dengan hal ini, misalnya tentang stasiun TV favorit, program TV favorit, tokoh idola, Buku ilmiah, komik, novel yang disukai, serta music, lagu, koran yang menjadi kesukaan pelajar (hal 129).

Buku ini diakhiri dengan kumpulan puisi salah satu penulis, yang terkait dengan dunia pendidikan. Puisi yang bercorak kritis, sindiran dan sinisme terhadap pendidikan ini akan melengkapi suguhan bagi pembaca untuk memberikan suasana “cair”, setelah menyelami hasil survei yang banyak berisi tentang angka.

Peresensi: Siti Hikmatul Mustaghfiroh
Seorang guru di Kudus, Jawa Tengah


(//mbs)

RESENSI »

Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!
Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!

Ketika membaca, mendengar atau mengatakan kata Dajjal, yang pertama terpikirkan adalah apakah Dajjal sudah dekat?

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi
BBM Naik Rp3.000, Jokowi dan Rumah Transisi

Baru-baru ini, anggota Tim Transisi Jokowi melontarkan pernyataan mengejutkan soal kenaikan harga BBM.

ETALASE »

"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

OPINI »

Media dan "Revolusi Mental"
Media dan

ADA satu istilah baru yang menarik dalam konstelasi politik belakangan ini, yakni Revolusi Mental.