news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Cinta Tak Memandang Kasta

getting time ...

RESENSI

Cinta Tak Memandang Kasta

Rabu, 24 April 2013 09:45 wib

Judul Buku : The Selection
Penulis : Kiera Cass
Penerjemah : Nina Setyowati
Penerbit : Bentang Belia
Terbit : Cetakan I, Juli 2012
Halaman : vi + 426 halaman
ISBN : 978-602-9397-43-7

Novel ini merupakan kisah cinta remaja yang mendebarkan. Selama kisah hidup manusia, mungkin kita tidak pernah menyaksikan sebuah audisi memperebutkan seorang lelaki berasal dari istana kerajaan. Tetapi memang inilah yang terjadi dalam novel ini. Tokoh America dalam novel ini dipaksa mengikuti audisi konyol tersebut. Ironisnya, orang yang memaksa melakukan hal itu adalah ibunya sendiri dan lelaki pujaan hatinya bernama Aspen.

Batin America sebenarnya menolak mengikuti andisi memperebutkan Pangeran Maxon yang berasal dari keluarga kerajaan. Kasta dirinya dengan Pangeran Maxon kalau dilihat dari stratifikasi sosial sangat jauh berbeda. Pangeran Maxon menduduki posisi pertama, sedangkan America berasal dari keluarga seniman yang menduduki posisi cukup rendah.

Aku tidak mau jadi anggota keluarga kerajaan. Dan, aku tidak mau jadi seorang kasta satu. Aku bahkan tidak ingin mencoba (hal. 1). Rupanya, ibu kandung America bersikeras dan memaksa America ikut andil dalam kesempatan itu. Apalagi, hal ini diyakini bisa memperbaiki masa depan keluarga. Sang ibu pun menyodorkan formulir pendaftaran.

“Apa mengisi formulir itu akan membunuhmu?” tanya Mom, tidak sanggup lagi menahan diri. “Seleksi itu bisa jadi sebuah kesempatan yang sangat bagus untukmu, untuk kita semua”(hal. 3).

America harus menggunakan strategi untuk menggagalkan keinginan ibunya sekaligus untuk meloloskan cintanya terhadap Aspen. Lelaki itu harus melamar America dalam waktu yang telah ditentukan. Namun, mereka harus siap menerima konsekwensi yang akan muncul setelah pernikahannya nanti.

Momen-momen rahasia ini akan cukup untuk mendampingiku melewati segala hal yang akan datang: kekecewaan Mom saat aku tidak terpilih, pekerjaan yang nantinya harus aku lakukan untuk membantu tabungan Aspen, kehebohan yang akan terjadi saat Aspen menghadap Dad untuk melamarku, dan perjuangan-perjuangan apa pun yang akan kami lewati segera setelah kami menikah (hal. 60).

Suatu hal yang tidak diduga sebelumnya membuat America kebingungan. Ternyata, ia lolos seleksi untuk memperebutkan Pangeran Maxon. Kini, America membayangkan rumah baru, kasta baru, dan kehidupan baru. Ia juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perempuan lain yang juga berhasil lolos seleksi pertama. Bahkan yang tampak ekstrim, America harus menganggap mereka sebagai musuh, sesuai pesan ibunya.

“Mom telah memberitahuku selama seminggu terakhir untuk memandang gadis-gadis ini sebagai musuh, dan pemikiran ofensif Mom telah bocor ke dalam pemikiranku sendiri (hal. 102). America beranggapan bahwa semua peserta audisi kali ini juga memiliki pemikiran yang sama, yakni menganggap orang lain sebagai musuh."

Kenyataannya? America malah memperoleh senyuman dan sambutan hangat dari Marlee dan Ashly dari Allens, kasta Tiga. Bahkan, America juga memperoleh perhatian dari peserta audisi lainnya seperti Janelle, Kriss, Elayna, Celeste, Natalie, dan lainnya.

Di istana, America merasa sebagai sosok yang tak pernah kekurangan suatu apapun. Tetapi, kebahagiaan ternyata bukan disebabkan materi yang melimpah. Kebahagiaan akan diraih bergantung batin seseorang menyikapi hidup. Dalam hal ini, batin America terus memberontak menghadapi kenyataan pahit yang dihadapinya.

“Yeah, Mom, aku hanya akan terus mengatakan kepada Pangeran bahwa dia benar-benar tidak cocok untukku dan aku akan melukai perasaannya sesering mungkin. Rencana yang hebat (hal. 181)."
 
Semua peserta Audisi juga dituntut memiliki pemikiran kreatif tentang negara dan politik. Hal tabu yang harus dihindari adalah menghina kerajaan atau menghina Pangeran Maxon. Jika hal ini dilakukan, peserta audisi dipastikan akan tereliminasi dari bursa perebutan Pangeran Maxon.

Kenyatannya? Pangeran Maxon memilih America untuk menjadi pendamping hidupnya. Hal tersebut tersurat dalam data berikut ini: Dan jujur saja, aku memikirkan malam saat Maxon menyatakan cintanya dengan takut-takut lebih sering dari pada yang kuduga. Aku tahu kalau aku tidak akan jatuh cinta kepada Maxon begitu saja dalam waktu semalam (hal. 330).

Di saat America mulai menumbuhkan benih-benih cinta dengan Maxon, tiba-tiba Aspen muncul di istana tersebut. Ia berhasil menyamar menjadi petugas patroli. Suatu ketika, ia menemui America di kamarnya. America kaget karena tidak menyangka akan kedatangan Aspen. Sejak saat itulah mereka selalu berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi.

Novel ini sarat dengan konflik; konflik America dengan ibunya, konflik America dengan Aspen, konflik America dengan Pangeran Maxon, hingga konflik America dengan peserta audisi lainnya. Konflik-konflik inilah yang menyebabkan novel ini terasa hidup.

Tentu saja, tokoh Aspen tidak bisa bergerak leluasa sebagaimana Pangeran Maxon. Ending kisah cinta yang mendebarkan ini dapat Anda temukan dalam novel setebal 426 halaman ini. Selamat menyimak!

Peresensi: Suhairi Rachmad
Pecinta buku, tinggal di  Sumenep Madura


(//mbs)

RESENSI »

Antologi Kisah Hidup Orang Sukses
Antologi Kisah Hidup Orang Sukses

Buku bersampul kuning ini kelanjutan Top Words 1. Konsep penulisan Billy Boen tidak jauh berbeda, ia sekadar menggali inspirasi dari para orang sukses. Tujuannya untuk membakar semangat kaum muda bisa berprestasi juga.

SUARA KEBON SIRIH »

Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com
Mudik, Jangan Lupa Klik www.okezone.com

Macet, jalur alternatif, posko mudik dan semua informasi mengenai mudik yang dibutuhkan akan tersaji dengan fresh dari situs berita www.okezone.com.

CATATAN REDAKSI »

Mudik Santun demi Nyawa
Mudik Santun demi Nyawa

Mudik secara santun sama artinya Anda sangat menghargai mahalnya nyawa.

ETALASE »

Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'
Asal Mula Kampung 'Seribu Nisan'

Ihwal Gampong Pande atau Kampung 'Seribu Nisan' bermula saat Sultan Johan Syah mendirikan Istana Kerajaan Aceh Darussalam, tepatnya di tepian Sungai Aceh atau Kuala Naga, pada 1 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205 Masehi.

OPINI »

Sulaiman
Menunggu Kenegarawanan Aktor Politik
Menunggu Kenegarawanan Aktor Politik

Patut tersenyum lega, akhirnya pemilu 9 Juli berjalan seperti didamba. Setidaknya jutaan rakyat Indonesia yang terbelah ke dalam dua kubu akibat preferensi politik masing-masing tidak terpicu pada tindakan-tindakan anarkis.