news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Kartu Jakarta Sehat

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Kartu Jakarta Sehat

M Budi Santosa - Okezone
Kamis, 23 Mei 2013 10:48 wib

TEROBOSAN dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo adalah mencanangkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) bagi 1,7 juta penduduk di Ibu Kota yang dinilai layak untuk mendapatkan keringanan biaya pada saat berobat ke rumah sakit. Terobosan yang pantas untuk diacungi jempol. Pasalnya, tanpa terobosan seperti itu, banyak keluarga kurang mampu, tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari rumah sakit.

Bahkan, beberapa kali media massa memberitakan adanya penolakan dari rumah sakit untuk merawat pasien yang dinilai secara keuangan tidak mampu. Rumah sakit kadang berdalih, ruang rawat inap penuh. Atau bisa juga menolak merawat sebelum memberikan dana down payment (DP) sekian juta rupiah sebagai persyaratan untuk mendapatkan ruang rawat inap.

Kondisi itu jelas sekali membuat siapapun yang memiliki nurani mengelus dada. Apakah benar, orang miskin tidak boleh sakit? Apakah benar, sudah tidak ada lagi nurani dalam menangani orang sakit? Sudah sedemikian parahkan komersialisasi merasuk ke dunia kesehatan, yang sejak dulu kita kenal sebagai lahan kegiatan sosial. Karena bersifat sosial, sudah pasti untung-rugi diperhitungkan belakangan. Kalau hitungan untung-rugi di depan itu namanya pedagang. Bahasa tingginya, kapitalisme.

Masalah KJS ala Jokowi ini dalam dua pekan terakhir (Mei 2013) mencuat kembali, karena adanya kabar 16 rumah sakit swasta di Jakarta memilih mundur. Mereka mengatakan klaim penanganan pasien yang sebenar Rp23 ribu dinilai terlalu kecil. Artinya rumah sakit bakalan buntung, karena mesti menanggung 70 persen biaya pasien. Mereka takut dengan melayani KJS, rumah sakit bisa tutup karene merugi.

Entahlah hitung-hitungan KJS itu seperti apa, dan bagaimana rumah sakit bisa menjalankannya dengan sistem subsidi silang. Yang pasti, ajaran agama selalu mengajarkan agar setiap insan saling tolong menolong. Setiap kebaikan, akan dibalas dengan tujuh kebaikan, dan bahkan bisa ratusan atau ribuan kali kebaikan. Analoginya tentu saja pas, dengan menolong si miskin yang sedang sakit, sudah pasti pihak pengelola rumah sakit akan mendapatkan "imbalan" dari-Nya. Dan, saya yakin, rumah sakit tidak akan rugi atau mesti tutup hanya gara-gara KJS.

Kabar sudah terlanjur beredar. Enam belas rumah sakit perlu diajak duduk bareng. Mereka mesti dijelaskan bagaimana mekanisme subsidi silang itu diberlakukan. Sebaliknya, Pemprov DKI atau bahkan pemerintah pusat juga perlu berhitung ulang, KJS senilai Rp23 ribu itu sudah pas dan cukup ataukah masih kurang. Jangan kemudian nanti Pemprov atau pemerintah pusat juga dibilang "membantu kok nanggung". Itu sama saja dengan membuat antara ajal dan kehidupan si miskin berada di tengah-tengah. Jika pemerintah ingin membantu si miskin, ya dengan dana yang cukup. Di negara manapun, si miskin selalu mendapat jaminan dari negara.

Khusus KJS di DKI, Jokowi-Ahok dan rumah sakit mesti duduk bersama. Lakukan evaluasi atas program yang sudah berjalan. Bagaimanapun 1,7 juta penduduk Ibu Kota yang diproyeksikan menerima KJS sangat berharap agar hak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai. Memperhatikan nasib mereka, diyakini akan membuka jalan kebaikan dari berbagai penjuru kepada para pejabat dan pengelola rumah sakit. Percayalah.
(mbs)

RESENSI »

Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!
Ini Bukan Avatar, Tapi Dajjal!

Ketika membaca, mendengar atau mengatakan kata Dajjal, yang pertama terpikirkan adalah apakah Dajjal sudah dekat?

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

Mobil Tua Sang Presiden
Mobil Tua Sang Presiden

Presiden Uruguay Jose Mujica mengumumkan hartanya yang paling berharga berupa mobil VW Beetle buatan tahun 1987. Harganya ditaksir £1.300 atau setara Rp24,7 juta.

ETALASE »

"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

OPINI »

Danang Sangga Buwana
Demokrasi Versi Media
 Demokrasi Versi Media

Menarik menyimak kembali pernyataan SBY saat membuka Rapat Pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Istana Negara beberapa waktu lalu.