news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » BBM Jadi Naik atau Tidak?

getting time ...

CATATAN REDAKSI

BBM Jadi Naik atau Tidak?

Rani Hardjanti - Okezone
Jum'at, 14 Juni 2013 11:52 wib

ACAP kali pemerintah berbicara soal harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, hingga kini belum ada langkah konkret.
 
Kondisi itu membuat ketidakpastian iklim ekonomi di Tanah Air. Dampaknya, aksi spekulasi di pasar primer maupun sekunder merajalela.
 
Jika ditilik, ribut-ribut soal kenaikan harga BBM sudah berlangsung sejak 2008. Saat itu harga minyak mentah dunia memang bergerak liar, bersamaan dengan krisis ekonomi di Amerika. Walhasil, ekonomi dunia pun berkontraksi.
 
Namun sejak lima tahun silam hingga saat ini, belum ada sikap lanjutan terkait harga minyak mentah yang kian menggila demi menyelamatkan anggaran belanja. Kebijakan konservatif dengan memberikan subsidi BBM pun mulai mengkhawatirkan. Sebab, membuat APBN menjadi gembos.
 
Kini wacana kenaikan harga BBM kembali santer. Namun, lagi-lagi pemerintah belum mau mengambil sikap. Imbasnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah langsung tumbang.
 
Namun, dua hari ini ada dua sinyal yang kuat bahwa kebijakan BBM akan dicetuskan. Sinyal yang paling kuat diutarakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara Rabu 12 Juni lalu. Dia menyebut, akan menaikkan harga BBM bersubsidi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter dari satu hingga dua hari mendatang.
 
Sinyal selanjutnya adalah hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang menaikkan BI Rate menjadi enam persen setelah 16 bulan tak berkutik di level 5,75 persen. Secara teoritis, naiknya BI Rate ini bisa meredam tingginya inflasi sebagai imbas dari naiknya harga BBM.
 
Kemudian, rapat kerja antara Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah di DPR Kamis 13 Juni kemarin menyepakati Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM diberikan selama empat bulan. Hal ini lebih singkat dibandingkan permintaan pemerintah selama lima bulan.
 
Kini sikap pemerintah mulai terlihat. Sikap yang dimaksud bukanlah menaikkan harga BBM, namun jaring pengaman yang memang harus diterapkan demi menyelamatkan rakyat agar tidak jatuh ke dalam garis kemiskinan.
 
Pembiaran yang terlalu lama ini justru membuat beban semakin berat. Sebab pembiaran soal BBM yang terjadi lebih kental karena nuansa politis ketimbang solusi penyelamatan dari efek kenaikan harga BBM.
 

(rhs)

RESENSI »

Kejar Mimpi, Sukses Didapat
Kejar Mimpi, Sukses Didapat

"Lentera jiwa takkan pernah redup bila kita sendiri tak menghendakinya.  Meskipun sumbunya kecil, nyalanya bisa menerangi kegelapan, menunjukkan kebahagiaan ke berbagai penjuru kalau kita mau menyalakannya.” ~Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Otak Atik Koalisi Menuju RI 1
Otak Atik Koalisi Menuju RI 1

HASIL Pemilihan Legislatif masih dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum. Jika berkaca dengan hasil penghitungan cepat atau quick count, maka PDI Perjuangan menjadi pemenang, disusul oleh Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ferry Ferdiansyah
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan
Komitmen SBY Terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan

Setelah sempat mengalami tarik ulur, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Maret 2014 lalu, menandatangani Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2014, tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial.