news okezone.com
Okezonenews » Home » Resensi » Memahami Makna Salat Tahajjud

getting time ...

RESENSI

Memahami Makna Salat Tahajjud

Rabu, 26 Juni 2013 11:01 wib

Judul Buku : Akibat-akibat Fatal Meremehkan Shalat Tahajjud
Penulis : Abdul Waid
Penerbit : Diva Press, Yogyakarta.
Tahun : I,  Februari  2012.
Tebal : 206  halaman.
ISBN : 978-602-7665-52-1

Benarkah orang yang meremehkan salat Tahajjud bisa menanggung akibat fatal atau kerugian besar? Bukankah salat Tahajjud merupakan ibadah sunnah, yang apabila ditinggalkan tidak mendatangkan dosa?
    
Ibadah salat Tahajjud sebenarnya bukan hanya sekadar ibadah sunnah, melainkan ibadah yang sangat dianjurkan dan ditekankan (sunnah muakkad). Artinya, bila perintah salat Tahajjud diremehkan oleh umat muslim, tentu akan muncul konsekuensi (akibat-akibat) yang harus ditanggung oleh mereka, meskipun konsekuensinya bukan dalam bentuk dosa ataupun azab Allah Swt. karena salat Tahajjud bukan perkara wajib.
    
Buku Akibat-akibat Fatal Meremehkan Salat Tahajjud sangat layak dijadikan untuk dibaca. Melalui buku setebal 206 ini Abdul Waid coba menjelaskan secara rinci apa saja akibat fatal yang ditanggung buat orang yang meremehkan salat Tahajjud ini.
    
Dengan kata lain, buku ini mencoba memotret kehidupan seseorang secara nyata yang meremehkan salat Tahajjud, bahkan tidak pernah mengerjakannya sama sekali. Penulis memberi gambaran tentang kerugian (akibat fatal)  yang dialami seseorang dalam kehidupan nyata karena ia meremehkan shalat Tahajjud, meskipun ia tidak menanggung dosa sama sekali karena tidak melaksanakannya.
    
Seseorang dikatakan rugi bukan hanya karena ia menanggung dosa, baik dosa kecil maupun besar. Tetapi, ia bisa dikatakan rugi jika sama sekali tidak mendapat implikasi positif dari segala ibadah yang dilakukannya. (hal. 6)
    
Di dalam AlQuran, terdapat banyak sekali ayat yang memerintahkan atau menekankan pelaksanaan salat Tahajjud bagi seluruh umat muslim. Namun, ayat-ayat tersebut cenderung diremehkan, tidak dihiraukan dengan berbagai bentuk. Sehingga, sangat sedikit kaum muslim yang melaksanakan salat Tahajjud.
    
Padahal, banyak sekali keutamaan-keutamaan yang didapatkan dari mengerjakan salat Tahajjud itu. Allah memerintahkan manusia untuk beribadah bukan tanpa sebab. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhannya, ibadah juga memberikan keuntungan yang besar bagi hambanya. Setiap ibadah yang diperintahkan untuk dikerjakan oleh manusia, selalu memiliki dua sisi keutamaan sekaligus: keutamaan di dunia dan akhirat.
    
Sebagian dari kita memang belum banyak yang belum tahu kalau menyamakan salat Tahajjud dengan ibadah sunnah lainnya, tidak istiqamah, tidak khusyuk, menganggap salat Tahajjud tidak penting, malas bangun tengah malam, riya dan ujub adalah beberapa perbuatan yang termasuk meremehkan salat Tahajjud.
    
Pandangan Islam terhadap orang yang meremehkan salat Tahajjud bisa dianggap sebagai orang munafik yang menipu Allah Swt, dianggap kafir, dianggap sebagai orang yang hina, dianggap sebagai orang yang merugi besar, dan dianggap sebagai orang yang lemah dalam beragama Islam. (hal. 67).
    
Orang yang meremehkan salat Tahajjud juga dapat menerima akibat-akibat fatal sebagai konsekuensinya.  Akibat-akibat fatal meremehkan salat Tahajjud dijelaskan secara rinci dalam buku ini. Ulasan-ulasan dalam buku ini tidak hanya berdasarkan atau asumsi penulis semata mengenai akibat-akibat fatal dari sikap meremehkan terhadap salat Tahajjud.
Namun, ulasan penulis didasarkan pada argumentasi-argumentasi nagli baik yang bersumber dari ayat-ayat AlQuran  maupun Hadits.

Semua itu bertujuan agar kita dapat insrospeksi diri dan menyadari bahwa ternyata selama ini kita telah melakukan kesalahan sekaligus meremehkan shalat Tahajjud.  Buku ini sekali lagi sangat layak untuk dibaca, terutama bagi kaum muslimin. Membaca buku ini, kita akan mengetahui sikap dan tindakan kita yang tergolong dalam meremehkan salat Tahajjud. Pada akhirnya, kita akan termotivasi untuk dapat mengerjakan salat Tahajjud dengan cara yang baik dan benar.

Yakinlah bahwa di balik salat Tahajjud ini terdapat berjuta keutamaan. Kesuksesan, kebahagiaan, dan keberkahan hidup akan kita dapatkan jika memuliakan sunnah ini dan sebaliknya akan mendapat akibat fatal jika kita meremehkannya.

Selamat membaca.

Diresensi oleh: Muhammad Saleh
Penulis lepas dan penikmat buku, tinggal di Barabai, Kalimantan Selatan


(//mbs)

RESENSI »

Ingin Sarjana Sebelum Buta
Ingin Sarjana Sebelum Buta

Dokter memvonis tiga bulan lagi sepasang mata mahasiswi itu akan buta total. Sekarang, satu matanya memang sudah tidak bisa digunakan untuk melihat.

SUARA KEBON SIRIH »

Chief Content News Baru di Okezone.com
Chief Content News Baru di Okezone.com

PORTAL berita nasional, Okezone.com, memiliki Chief Content News (Pemimpin Redaksi News) baru, yakni Syukri Rahmatullah.

CATATAN REDAKSI »

Pemimpin Cengeng di Negeri "Surga" BBM
Pemimpin Cengeng di Negeri

DALAM dua pekan terakhir bangsa Indonesia dihadapkan dengan pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

ETALASE »

Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai
Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai

Gizi buruk dialami sejumlah anak dari pengungsi korban tsunami Mentawai. Minimnya asupan makanan bergizi serta lingkungan yang kotor turut berkontribusi membuat anak-anak tumbuh secara tidak normal.

OPINI »

Ayipudin
Merajut Kembali Kemerdekaan Kita
Merajut Kembali Kemerdekaan Kita

Hari kemerdekaan ibarat lahirnya sang fajar ketika awan gelap membungkus negeri ini dengan pesimisme.