news okezone.com
Okezonenews » Home » Catatan Redaksi » Timnas Garuda Muda, Pahlawan Mudaku

getting time ...

CATATAN REDAKSI

Timnas Garuda Muda, Pahlawan Mudaku

Fetra Hariandja - Okezone
Senin, 23 September 2013 10:18 wib

TIMNAS Garuda Muda Indonesia mengepakkan sayap. Bentangan sayap itu mampu mengharumkan nama bangsa di pentas sepakbola internasional. Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan meraih mahkota Piala AFF U-19 usai menundukkan Vietnam melalui drama adu penalti 7-6 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu 22 September 2013.

Perjuangan tidak kenal lelah diperlihatkan anak asuh Indra Sjafri itu. Kualitas dan fisik para pemain tidak merosot meski harus bermain 120 menit. Daya juang yang sudah puluhan tahun seperti ini tidak terlihat kala Timnas bertanding, baik senior maupun junior.

Setelah tenaga terkuras habis, jiwa kepahlawanan Timnas Garuda U-19 tetap berkobar. Dengan tenang, mereka membuktikan kepercayaan pelatih sebagai eksekutor tendangan penalti. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di hadapan puluhan juta penonton di seluruh Tanah Air. 

Tampil sebagai jawara di Piala AFF merupakan prestasi emas bagi sepakbola Merah Putih. Pasalnya, dengan berjuta alasan, Indonesia tidak memiliki taji meski hanya di kawasan Asia Tenggara. Singgahnya trofi Piala AFF kali ini dinilai sebagai awal kebangkitan sepakbola Indonesia. Kemampuan para pahlawan muda ini masih bisa ditingkatkan untuk kembali merebut gelar juara yang lebih bergengsi.

Penilaian dan harapan anak bangsa terhadap cabang olahraga rakyat tersebut tidak berlebihan. Pola pembinaan yang terstruktur dan matang adalah kuncinya. Apalagi mental bertanding Timnas Garuda Muda tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga sudah merelakan hak menimba pendidikan terbengkalai hanya untuk mengharumkan nama Indonesia.

Patut diacungi jempol dan diapresiasi. Negara lain sudah membuktikan bagaimana kukuhnya Timnas Garuda Muda. Dukungan penuh demi prestasi dan masa depan seluruh pemain harus terus ditunjukkan, terutama oleh pemerintah. Selain itu, semangat juang yang dipertontonkan Timnas Garuda Muda bisa dicontoh semua elemen kehidupan di Bumi Pertiwi ini.

Sebaliknya, motivasi mereka berjuang semata-mata demi mengharumkan nama bangsa bisa surut karena ulah pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Selama ini, sepakbola Indonesia karut-marut karena sikap egois para pengurus PSSI.

Sesama pengurus PSSI saling jegal karena merasa paling benar dan pintar. Nyatanya tetap saja "pepesan kosong". Sekelompok orang yang merasa bisa membuat sepakbola Indonesia berprestasi justru meluluhlantakkannya. Praktis, Timnas hanya menjadi pelengkap di seluruh turnamen internasional yang diikuti.

Kini, impian memiliki Timnas Indonesia yang tangguh dan disegani negara lain terbuka lebar. Syaratnya, para pengurus PSSI mematri dalam diri ultimatum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa sepakbola Indonesia tidak akan pernah berprestasi bila para pengurusnya saling berkelahi.

Kini, Timnas Garuda Muda U-19 sudah menunjukkan bahwa Indonesia pasti bisa. Kualitas dan ketangguhan mereka bisa semakin menakutkan negara lain bila PSSI profesional. Manajemen PSSI harus kompak dalam membuka peluang bagi para pemain meningkatkan kemampuan. Jangan membuat kebijakan blunder dan hanya mencari keuntungan pribadi.

Anak bangsa masih ingat ketika Indonesia memiliki Timnas Primavera dan Baretti yang kualitasnya sangat menjanjikan. Mereka disekolahkan di Italia dan mengikuti kompetisi lokal. Hanya seumur jagung, PSSI kala itu menghancurkan Primavera dan Baretti. Apalagi kalau bukan karena keuntungan belaka. Tim yang mulai matang tersebut dipecah dan dijual ke klub perserta Liga Indonesia.

Pencinta sepakbola Indonesia tidak ingin kejadian itu terulang. Seluruh rakyat Indonesia menumpukan harapan kepada PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin. Djohar dan kawan-kawan di PSSI harus sepenuh hati mengembalikan kejayaan sepakbola Indonesia bila ingin disebut juga sebagai pahlawan bangsa.
(fmh)

RESENSI »

Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi
Jembatan Merah Menggugah Bumi Pertiwi

Setengah abad lebih petualangan anak-anak negeri bergelora mengumandangkan kemerdekaannya, tetapi mengapa bekas perjuangan mereka tidak mengukir di dada para pewaris negeri?

SUARA KEBON SIRIH »

Okezone Gelar Try Out Online UN 2014
Okezone Gelar <i>Try Out Online</i> UN 2014

DALAM waktu dekat, siswa SMA sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 pada 14 April. Ujian ini merupakan puncak kelulusan siswa di bangku sekolah.

CATATAN REDAKSI »

Melanggar Hukum di Sekolah Asing
Melanggar Hukum di Sekolah Asing

SEKOLAH adalah wadah untuk mendidik anak-anak. Tujuannya, mengajarkan anak untuk menjadi individu yang mampu memajukan bangsa.

ETALASE »

Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?
Kabut Asap Kembali Selimuti Riau, Siapa yang Salah?

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana paling menakutkan bagi warga Riau. Dampaknya sangat menyengsarakan warga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

OPINI »

Ahmad Bhumi Nalaputra
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina
Sikap Indonesia Terhadap Aneksasi Rusia di Ukraina

Tindakan unilateral Rusia dalam menduduki daerah Crimea yang merupakan bagian dari negara Ukraina, merupakan preseden buruk bagi kedaulatan negara dan penegakan hukum internasional.